Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Bab 153


__ADS_3

Malam ini vira dan skay di paksa untuk menginap di mansion bian walaupun hanya semalam saja.


Bahkan bukan hanya vira dan skay saja, tapi semua yang datang sedari tadi siang di mansion bian pun ikut di ajak menginap semalam di mansion tersebut.


Sekarang semuanya sedang berkumpul di ruang santai dan tiba-tiba vira ngidam ingin makan sesuatu.


" Sayang, sepertinya aku ingin makan sesuatu ". Ucap vira dengan manja menenggelamkan kepalanya di dada bidang skay, padahal mereka berdua sedang berada di antara seluruh keluarga di dalam ruangan itu.


" Makan apa ? ". Tanya skay tidak perdulikan tatapan semua orang dalam ruangan itu yang sudah mengarah ke arah mereka.


" Kenapa sayang ? Apa kamu ngidam sesuatu ? ". Tanya flo dengan lembut.


" Hmm ". Vira menjawab dengan anggukan kepalanya.


" Sepertinya aku ingin makan buah ". Jawab vira dengan santainya.


" Ohh.. Bunda pikir kamu ngidam sesuatu yang lain ". Ucap flo.


" Hesti ". Flo langsung memanggil hesti dengan santainya, berniat meminta tolong untuk mengambilkan buah untum vira.


" Haiss.. Gk perlu panggil bi hesti, bun ". Ujar vira dengan cepat.


" Ehh, kenapa ? ". Tanya bian kebingungan.


" Aku gk mau makan buah yang ada di kulkas, aku pengennya yang baru di petik di depan mata aku sendiri ". Ucap vira membuat semua orang terkejut.


" Petik sendiri ? Kaka jangan aneh-aneh kenapa sih ". Ujar sefanya terkejut.


" Husstt.. Kalau gk aneh yah bukan ngidam namanya, fanya ". Sambung dean pada fanya.


" Sayang kamu yakin ingin makan buah yang baru di petik ? ". Tanya skay mulai was-was.


" Hmm, aku ingin makan mangga, kedondong dan belimbing ".


" Uuuuhhh pasti enak skali ". Pekik vira seakan air liurnya ingin menetes saking kepinginnya dia makan ketiga buah yang baru saja dia sebutkan.


Deg.


" Aku merasa ada bau-bau tidak enak dari ngidamnya baby ". Batin key mulai curiga.


" Tapi mau cari dimana ketiga pohon buah yang kamu katakan sayang ? Gimana kalau besok aja ? ". Ucap skay sambil bertanya.


" Ada kok di halaman belakang mansion ini. Bunda kan menanam ketiga pohon itu saat ngidam waktu mengandung aku dan ka lano ". Ujar vira dengan cemberut.

__ADS_1


" Hmm, pergilah ke halaman belakang, skay. Mumpung ketiga buah itu sedang berbuah ". Ucap flo berpihak pada vira.


Akhirnya mau tidak mau skay harus ikut bersama vira dan flo juga bian pergi ke halaman belakang untuk memetik ketiga buah yang di katakan vira secara langsung.


*****


" Ayo sayang lebih tinggi lagi ".


" Lebih tinggi lagi napa sih ". Pekik vira kesal melihat skay sedari tadi hanya menaiki 2 cabang pohon mangga saja.


" Sayang bagaimana aku bisa naik ke atas, pohon ini banyak semutnya ".


" Hais ".


Skay menepuk-nepuk pakaiannya yang hampir di penuhi oleh semut.


" Jangan lebay deh sayang, masa kamu kalah sama semut sih ". Balas vira kesal.


" Baby, apa kamu tidak kasihan sama suamimu ? Lihatlah dia hampir di penuhi oleh semut ". Bujuk bian merasa kasihan juga melihat menantunya seperti itu.


" Aaa, kenapa ayah juga jadi lebay kayak gini sih ? Ayo cepetan sayang ". Pekik vira tidak sabaran.


Skay terus memaksa naik ke atas pohon mangga yang sebenarnya tidak terlalu tinggi tapi banyak buahnya. Sebenarnya vira bisa saja mencongkel mangganya karena tidak terlalu tinggi tapi yang vira inginkan buah mangganya harus di petik dengan tangan skay sendiri dan skay harus menaiki pohon mangga tersebut.


Bukk.


Bukk.


Akhirnya sekitar 10 buah mangga muda yang berukuran lumayan besar pun jatuh ke tanah, setelah mendapatkan buah mangga tersebut, skay langsung turun dengan kecepatan kilat dari pohon tersebut.


Sedangkan mata vira langsung berbinar-binar melihat banyaknya mangga muda yang dia inginkan sedari tadi.


" Sayang, sertinya kamu tidak se parah ini kalau ngidam ".Bisik bian pada flo.


" Hmm.. Tapi tidak apa-apa, karena skay tetap harus melakukannya. Kalau tidak, nanti cucuku ileran lagi pas lahir ". Jawab flo.


Setelah itu skay harus lanjut memetik buah kedondong dan juga buah belimbing yang untungnya kedua pohon dari buah tersebut hanya pendek, tapi buahnya sangat banyak dan rimbun.


****


Semua orang menelan ludah mereka dengan kasar ketika melihat vira membawah 6 piring yang berisikan masing-masing buah di 2 piring yang sudah di kupas dan di bersihkan.


Glek.

__ADS_1


" Baby ? Apa kau akan memakan semua ini ? ". Tanya milka sudah merinding duluan karena bisa membayangkan betapa asamnya rasa dari setiap buah yang sudah di letakan di atas meja di ruang santai tersebut.


" Tidak ". Jawab vira dengan santainya.


" Wah, ini tidak beres ". Batin key langsung melotot kaget.


" Kaka, apa aku bisa mencicipi buah mangga ini ? Sepertinya rasanya enak ". Tanya anna pada vira.


" Boleh, ambil saja ". Jawab vira tersenyum senang karena dia memang ingin makan semua itu di temani semua orang dalam ruangan itu.


" Kalian juga makanlah ". Sambung vira dengan gamblangnya.


Deg.


" Kan, terjadi juga ". Batin key dengan wajah yang sulit di artikan.


" Baby, kamu saja yang makan, uncle punya penyakit asam lambung dan dokter tidak mengizinkan uncle makan makanan yang asam-asam ". Ucap al dengan cepat karena dia tidak mau makan mangga, kedondong apalagi belimbing yang masih muda dan pastinya sangat asam.


" Ueekkk "


" Kenapa, anna ? ". Tanya vira memicingkan matanya tak suka melihat ada yang membuang makanan di depannya.


" Eee, mangga ini sangat asam ka, mending gk usah di makan ". Ucap anna dengan wajah yang sudah tak karuan menahan rasa asam dari secuil mangga yang baru saja dia masukkam kedalam mulutnya.


" Apaan sih kalian ini, mana ada semua buah ini asam , jangan lebay deh ". Pekik vira seraya mengambil setiap potong buah dari ketiga buah di depannya.


" Euuummm, ini enak kok, gk asam juga ". Sambung vira dengan santainya memakan buah-buah itu tanpa terlihat keasaman.


Semua merinding dan bahkan mereka menelan ludah mereka dengan kasar karena mereka melihat vira memakan buah-buah itu dengan santainya.


" Sayang kamu juga harus makan, enak loh buahnya ". Ucap vira menawarkan satu suapan buah mangga muda ke mulut skay.


Skay langsung terdiam setelah vira berhasil memasukkan sepotong buah mangga muda di dalam mulutnya.


Baru di masukkan saja aroma-aroma asam kecut dari mangga itu sudah tercium, bahkan sekarang skay tidak berani mengunyah potongan mangga tersebut, melainkan dia hanya diam saja.


Vira juga membagikan semua buah itu pada semua orang di dalam ruangan itu, tanpa terkecuali.


" Awas saja jika kalian tidak makan, aku akan mogok bicara pada kalian semua ". Vira dengan cepat memberikan ancaman ampuh pada semuanya.


Sehingga dengan terpaksa mereka langsung memasukkan buah-buah itu kedalam mulut mereka dan langsung mengunyah buah tersebut dengan cepat.


Ngilu, asam dan semuanya bercampur aduk, tapi mereka harus dan harus menelan dengan paksa semua buah tersebut.

__ADS_1


Vira pun tersenyum senang melihat semua orang memakan buah-buah itu.


__ADS_2