
Happy reading and happy more 🤩
Setelah panggilan antara vira dan flo telah berakhir dengan mulus. Flo langsung turun ke bawah untuk menemui ketiga pria yang sungguh membuatnya kesal.
" Hesti ". Panggil flo pada hesti, ketika flo baru saja keluar dari lift di lantai 1.
Hesti yang sedang mengawasi pekerjaan art di dapur, dengan cepat langsung datang dan menghadap flo setelah mendengar suara flo memanggilnya.
" Ya, nyonya ". Jawab hesti sudah berhadapan dengan flo, tepat saat flo berdiri di ruang tengah.
" Buka semua pintu masuk ke mansion dan suruh ketiga pria menyebalkan itu, untuk masuk dan menemuiku di ruang santai ". Ucap flo memberikan perintah pada hesti.
" Baik nyonya ". Jawab hesti langsung melakukan tugasnya tanpa basa-basi lagi.
Sedangkan flo langsung melangkahkan kakinya menuju ruang santai.
Setelah hesti memerintahkan para art untuk membuka setiap pintu masuk ke mansion. Hesti langsung bergegas ke pintu utama mansion, untuk keluar menemui bian, arkan dan lano dan memberitahukan pada mereka kalau flo sudah mengizinkan mereka bertiga masuk dan sedang menunggu mereka di ruang santai.
" Tuan bian, tuan lano dan tuan arkan. Nyonya telah memberikan izin masuk kedalam mansion dan nyonya sedang menunggu di ruang santai ". Ucap hesti ketika sudah berhadapan dengan bian, arkan dan lano.
" Wahhhh.. Ini sih the power of baby ". Pekik arkan sangat senang.
Bian langsung menyenggol arkan dan menatap arkan dengan tatapan dingin. Tanpa sadar arkan malah menyebut baby yang pastinya hesti bisa tahu siapa baby yang tak lain adalah vira, tepat di hadapan hesti dan hesti mendengar jelas ucapan arkan barusan.
Hesti tersenyum mendengarkan arkan menyebutkan baby. Karena ternyata hesti telah mendengar semua pembicaraan flo dan vira, tanpa sengaja, saat dia hendak memanggil flo untuk turun sarapan, karena flo memang belum sarapan, karena tadi marah-marah mendapati bian, arkan dan lano yang belum pulang dari semalam.
" Tenang saja tuan, saya tidak akan membocorkan perkataan tuan arkan pada nyonya, karena setidaknya berkat bantuan nona vira, nyonya telah memberikan izin agar tuan, beserta tuan arkan dan tuan lano bisa masuk kedalam ". Ucap hesti tersenyum senang.
" Baiklah, terima kasih sudah mau melakukan hal tersebut. Ayo masuk, karna kita belum sepenuhnya lolos dari bunda kalian. Jadi jangan senang dulu ". Ucap bian seraya mengajak dan menasehati arkan yang terlajur senang duluan, sebelum dia tahu apa yang akan terjadi di dalam sana, saat mereka menemui flo.
Bian terlebih dahulu berjalan masuk kedalam mansion, di ikuti oleh lano dan selanjutnya arkan dengan wajah paniknya.
__ADS_1
Hesti menatap kepergian ketiga tuannya dengan senyuman bahagia.
" Saya kagum pada anda nona. Dari kejauhan saja, anda masih bisa membantu ayah dan kedua kaka anda saat nyonya sedang marah besar pada mereka bertiga ". Batin hesti sedang mengagumi vira.
" Seharusnya anda tahu, kalau anda adalah satu-satunya orang yang bisa mengontrol semua anggota keluarga anda, dan anda pantas di sebut pemenang ". Sambung hesti terkagum-kagum.
*****
Di dalam sana kini, flo sudah duduk berhadapan dengan bian, arkan dan lano di ruang santai. Dengan tatapan dingin flo menatap mereka dan berhasil membuat bian, arkan dan lano kembali tak berkutik.
" Katakan yang sejujurnya !! Kalian kan yang mengadu pada vira kalau aku sedang menghukum kalian !! ". Ucap flo sedang menahan kemarahannya.
Deg.
Jantung mereka bertiga langsung berdetak dengan kencang, seakan ingin copot dari tempatnya.
Apalagi sekarang wajah mereka bertiga sangat lucu, karena mereka terlihat seperti tikus basah saat mendengarkan ucapan flo.
" Baby parah, apa dia melaporkan pada bunda kalau kami meminta bantuannya ? ". Batin bian merasa di jebak oleh putrinya sendiri.
" Tidak perlu mencari alasan lagi ". Sela flo dengan tatapan dingin.
" Berterima kasihlah pada putri dan adik kalian, karna dia berhasil membuatku mengizinkan kalian masuk lagi ke mansion ini ". Sambung flo.
" Jika bukan karena dia yang membujukku untuk memaafkan kalian, Aku pasti akan mengusir kalian dari mansion ini, bukan lagi hanya sekedar mengizinkan kalian masuk lagi ". Sambung flo lagi.
Deg.
" Ya-ya-ya.. Kami akan dengan senang hati berterima kasih pada baby " Jawab bian dengan cepat.
Flo pun masih terus menceramahi bian, arkan dan lano di ruang santai, sampai suasana hatinya benar-benar kembali normal.
__ADS_1
Sedangkan di canada.
Vira, aslan dan gio sedang berkumpul di ruang santai rumah aslan yang masih di bilang sederhana tapi mewah.
" Uncle, sebaiknya uncle kembali saja ke indonesia dan menjaga bunda di sekitar bunda ". Ucap vira dengan wajah datarnya.
Gio pun menatap vira dengan tatapan kebingungan. " memangnya kenapa ? ". Tanya gio penuh selidik.
" Seharusnya uncle harus tahu, kalau sekarang bunda sedang marah besar karena uncle tidak bisa di hubungi sedari semalam ". Ucap vira kenyataannya.
Deg.
Gio langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Karena terlalu antusias untuk membantu vira menjalankan rencananya. Dia sampai lupa kalau pasti sang Queen akan mencarinya, yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
" Uncle akan pergi sekarang juga ". Jawab gio langsung berdiri dan berniat untuk segera ke bandara dan akan melakukan penerbangan secepatnya ke indonesia, saking takutnya dia dengan amukan sang Queen.
Vira dan aslan langsung geleng kepala melihat betapa takut dan gilanya seorang gio kalau sudah mendengar flo marah besar padanya. Bahkan gio langsung pergi meninggalkan rumah aslan hanya karena ucapan vira barusan.
" Oh ya paman.. Apa aku boleh meminta bantuan paman ? ". Tanya vira pada aslan yang duduk di hadapannya, hanya terhalang dengan meja.
" Tentu, katakan saja apa yang bisa paman bantu dalam rencanamu ". Jawab aslan tanpa ragu.
" Karena rencanaku ini memiliki resiko yang sangat berbahaya yang mungkin bisa membahayakan uncle Al dan mommy xiera serta dean. Aku ingin selama rencanaku sedang dalam proses, aku ingin paman melidungi mereka dari jangkauan target utama ". Ucap vira mengatakan permintaannya.
" Aku yakin uncle al pasti bisa melawan siapa saja musuh yang mencoba berniat jahat padanya, tapi karena aku memang tidak ingin melibatkan uncle al bahkan uncle varo, sehingga aku tidak memberitahukan masalah ini pada mereka. Karena target utama tidak selemah musuh bunda yang lainnya ". Sambung vira.
" Baiklah, paman mengerti dan paman akan dengan senang hati bisa ikut andil dalam rencanamu ". Jawab aslan dengan yakin.
Vira menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum senang karena aslan ingin membantunya.
" Paman hanya perlu mengawasi uncle al, mommy xiera dan dean, cukup dari kejauhan saja dan jangan sampai mereka menyadari gerak-gerik pengawasan paman ". Ucap vira.
__ADS_1
" Serahkan saja pada paman, karena paman ahli dalam bidang seperti ini ". Jawab aslan dengan percaya diri.
Vira pun tertawa kecil mendengar jawaban aslan. Tiba-tiba riana istri aslan datang dan membawah cemilan serta minuman segar kesukaan vira dan aslan juga gio ke ruang santai. Tapi riana kebingungan melihat gio yang sudah tidak ada di ruangan itu. Padahal baru dia tinggal sebentar untuk menyiapkan cemilan dan minuman tersebut.