
Lano baru saja pulang ke apartemennya. Erika pun menyambut lano seperti biasanya, sudah menyiapkan makan malam dan juga air hangat yang akan di gunakan oleh lano untuk membersihkan diri sebelum makan malam.
Walaupun usia erika masih sangat muda, dia sudah bisa melakukan semua pekerjaan seorang istri. Apalagi erika sendiri yang meminta agar lano tidak memperkerjakan Art di apartemen itu, karena erika ingin belajar mengerjakan semua pekerjaan rumah dan belajar menjadi istri yang baik bagi lano.
" Pergilah mandi ". Ucap erika seraya meraih tas kerja lano setelah lano baru memasuki pintu utama apartemen.
Erika sudah mengambil tas kerja lano, kemudian dia langsung menutup kembali pintu apartemen tersebut.
Tapi ketika erika baru saja membalikkan tubuhnya. Betapa kagetnya dia tiba-tiba saja lano langsung memeluknya.
" Yakk.. Kau membuatku kaget ". Pekik erika benar-benar kaget. Tapi dia tidak melepaskan pelukan lano.
Jantung erika berdegub begitu cepat saat lano memeluknya seperti ini. Walaupun lano pernah memeluknya juga beberapa kali seperti ini, tapi erika masih saja canggung dan begitu kaku.
" Apa terjadi sesuatu padanya ? Dia sangat jarang memelukku seperti ini dan sekalinya dia memelukku, pasti dia sedang teringat adiknya ". Batin erika.
" Apa kau sedang merindukan adikmu lagi ? ". Akhirnya erika pun bertanya pada lano, tetap membiarkan lano memeluknya. Karena di sisi lain, entah kenapa erika sangat nyaman jika di peluk oleh suaminya.
" Diamlah dan biarkan seperti sebentar saja ". Jawab lano menghindari pertanyaan sang istri.
Erika langsung diam dan tidak membantah. Sedangkan lano masih terlihat nyaman memeluk erika.
Drettt...
Drettt..
Tiba-tiba ponsel milik lano bergetar di balik saku jas nya. Membuat lano sedikit kesal.
" Ambilah ponselku dan jawab panggilan itu ". Ucap lano sama sekali tidak mau melepaskan pelukkannya dari erika.
" Tumben sekali dia menyuruhku seperti ini ". Batin erika terheran-heran. Tapi tanpa menunggu lama, erika langsung merongoh dengan gerakan perlahan mengambil ponsel milik lano di balik jas yang lano pakai.
Setelah berhasil mengeluarkan ponsel tersebut, erika langsung melihat siapa nama yang tertera dalam panggilan tersebut.
" Panggilan ini dari nomor yang tidak di kenal ". Ucap erika memberitahukan pada lano.
" Jawab saja dan tanya saja dari siapa ". Ujar lano.
Entah kenapa kali ini rasa ingin memeluk sang istri dengan waktu yang lama, membuat lano tidak mau melepaskan pelukannya dari sang istri sedetik saja. Dia terlalu nyaman memeluk erika saat ini, Seakan semua rasa lelahnya hilang seketika.
__ADS_1
Sedangkan erika mau tidak mau langsung menuruti perkataan lano dan langsung menjawab panggilan tersebut.
Beberapa detik setelah panggilan itu terhubung, erika sama sekali tidak bersuara karena dia ingin mendengar suara dari orang yang menghubungi suaminya.
" Halo, ini siapa ? ". Akhirnya erika bertanya terlebih dahulu karena di saat dia diam saja karena ingin mendengar suara sih penelefon. Dia malah mendapati si penelefon juga tidak mau bersuara.
" Bagaimana kondisi kakaku? Dan bagaimana juga pernikahan kalian ? Apakah kalian bisa hidup bahagia? ". Ucap sih penelefon dengan suara terdengar santai.
Erika langsung menautkan kedua alisnya, karena dia penasaran siapa orang yang menghubunginya dan bertanya seperti itu padanya. Seakan sih penelefon tahu kalau yang menjawab panggilan itu bukan lah lano.
" Ini siapa ? Kenapa anda bertanya seperti itu ? ". Tanya balik erika penuh selidik.
" Dari siapa ? Dan apa yang dia tanyakan ? ". Tiba-tiba lano bertanya tapi masih memeluk erika.
Saat erika ingin menjawab pertanyaan lano. Erika malah terkejut mendengarkan perkataan si penelfon itu yang baru saja berbicara.
" Jangan beritahu kakaku jika aku yang menghubungimu, kaka ipar ".
Deg.
Mata erika melotot kaget dan dia cukup syok mendengarkan perkataan dari wanita yang menghubungi ponsel lano. Karena jelas suara si penelefon adalah suara wanita.
" Tapi jangan pernah beritahukan hal ini pada siapapun. Terutama ka lano ! ". Ucap si penelefon sedikit mengancam erika.
Baru saja erika ingin mengatakan sesuatu. Panggilan itu malah langsung berakhir di matikan dengan sepihak.
" Siapa wanita ini ? Kenapa dia memanggil lano dengan sebutan kaka dan dia juga memanggilku kaka ipar ? ". Batin erika sangat penasaran.
" Jika yang menelfon barusan adalah Sefanya atau anna atau juga amora, itu tidak mungkin karena aku sangat mengenal suara mereka para sepupuh lano ". Sambung erika sangat-sangat penasaran
****
Saat ini erika sedang memperhatikan wajah lano yang tertidur pulas di sampinya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sekarang sudah jam 12.00 malam dan erika sama sekali tidak bisa tidur, karena ternyata pikirannya terngiang-ngiang akan ucapan si penelepon yang menghubungi nomor lano dan berbicara dengannya tadi.
" Apa aku harus menemui wanita itu besok ?, bagaimana kalau ternyata wanita itu adalah selingkuhan lano ! ". Batin Erika dengan pikiran yang sudah mengarah ke mana-mana.
" Yaa.. Pasti wanita itu selikuhannya ! Pantas saja tadi lano memelukku sangat lama dan bahkan dia terlihat aneh sedari pulang kantor tadi.. "
__ADS_1
" Cih.. Ini gk boleh di biarkan ! Aku akan menemui wanita itu ! Jika benar wanita itu adalah selingkuhan lano. Akan ku patahkan leher lano sekalian juga leher wanita itu.. "
Wahh erika malah mulai berpikiran negatif. Tapi hal itu sangat wajar dan pantas di curigai oleh erika. Karena memang kenyataannya ketika lano pulang tadi, lano tiba-tiba bersikap aneh dengan tiba-tiba memeluknya dalam jangka waktu yang lama dan juga sedikit bersikap manja walaupun lano masih terlihat kaku.
" Awas saja jika dugaanku benar adanya ! Akan ku buat kamu dan wanita selingkuhanmu melihat betapa kejamnya aku jika ada yang berani mencari masalah denganku !! ".
Ucap erika seraya menatap lano yang tertidur pulas di sampingnya dengan tatapan tajam. Dengan mood yang sudah mulai tak beraturan. Erika langsung merebahkan tubuhnya dan berniat untuk tidur, dan dia sekarang malah memposisikan posisi tidurnya menjauh dari lano karena ulah pikiran gilanya sendiri.
*****
Ke esokan paginya. Lano di buat kebingungan dengan sikap istrinya yang tak lain adalah erika yang sekarang sedang bersikap aneh padanya sejak mereka berdua bangun pagi ini, sampai sekarang mereka sedang sarapan pagi.
" Ada apa dengan mu ? Kenapa kamu tiba-tiba bersikap aneh seperti ini, erika ? ". Tanya lano tak bisa menahan rasa penasarannya.
" Apakah aku boleh membunuhmu jika kamu ketahuan memiliki selingkuhan di belakangku ? ". Bukannya menjawab pertanyaan lano, erika malah balik bertanya dengan pertanyaan yang tak terduga dengan wajah datar dan tatapan dingin, di sela dia mengoleskan selai di rotinya.
Lano cukup terkejut mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh sang istri barusan.
" Apa maksudmu bertanya seperti itu ? ". Tanya lano juga tidak menjawab pertanyaan erika yang menurutnya tidak masuk akal.
" Jawab saja pertanyaanku ! ". Balas erika semakin menatap lano dengan tatapan yang semakin dingin.
" Hah ". Lano menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia tidak mengerti kenapa erika ingin dia menjawab pertanyaan gila yang erika lontarkan padanya.
" Ya.. Kau bisa membunuhku kapan saja jika kau mendapati aku menyelingkuhimu dari belakang, sesuai pertanyaanmu ".
" Jadi jawab pertanyaanku sekarang. Kenapa kau bertanya pertanyaan aneh seperti itu padaku ? ".
Deg.
Erika malah kaget mendengarkan jawaban yang lano katakan. Dia pikir Lano akan menjawab dengan jawaban yang lain, tapi ternyata dia salah. Dan malah mendengarkan lano menjawab jawaban tak terduga seperti itu.
" Cih.. Cepatlah habiskan sarapanmu dan berangkatlah ke kantor ".
Erika malah menghindari pertanyaan lano dan langsung mengahlikan topik pembicaraan.
Lano pun hanya bisa terdiam dengan kebingungan karena sikap aneh erika pagi ini.
Sedangkan di tempat lain, Wanita yang menghubungi lano kemarin dan malah berbicara dengan erika. Baru saja tiba di bandara di indonesia dan baru saja menaiki sebuah mobil mewah menuju ke tempat tujuannya.
__ADS_1