Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Bab 152


__ADS_3

Suasana di mansion bian kini kembali ramai karena vira telah berkumpul kembali di antara seluruh keluarga maniv maupun woren.


Bahkan sekarang para auntynya vira sedang berlomba-lomba memasakan satu menu makanan untuk sih bumil yang sedang ngidam, pengen makan masakan masing-masing para auntynya.


Saat ini vira sedang bersama para pria anggota keluarganya dan juga para keponakannya di ruang santai.


" Kenapa sih kembalinya aku harus di beritakan seperti ini ? ". Ucap vira menautkan kedua alisnya.


" Ya kan bagus, biar semua orang tahu kalau kamu dan skay selamat dari kecelakaan itu ". Jelas bian dengan santainya.


Ternyata vira baru saja melihat salah satu siaran tv yang memberitakan bahwa putri bungsu keluarga maniv ternyata berhasil selamat dari kecelakaan yang terjadi 3 tahun silam.


Tapi bukannya senang, vira merasa hal itu terlalu berlebihan.


Tiba-tiba satu pertanyaan random dari anna pun terlontar dari mulutnya berniat bertanya pada vira.


" Kaka, apa menikah itu bisa membuat kita bahagia ? ". Tanya anna dengan wajah polosnya.


Semua orang dalam ruangan itu langsung menatap anna dengan tatapan terkejut. Apalagi vira yang langsung memicingkan matanya karena heran bagaimana anna bisa memikirkan hal seperti itu.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu ? ". Tanya vira penuh selidik.


Anna tiba-tiba mengerucutkan bibirnya seraya berpikir untuk menjawab pertanyaan vira.


" Aku sering nonton sinetron di indos*ar, tapi aku sering melihat mereka menikah karena harta dan malah meninggalkan keluarga mereka, ka ". Jelas anna dengan polosnya.


Pakk..


Semua orang langsung menepuk jidat mereka setelah mendengarkan alasan anna mengajukan pertanyaan seperti tadi pada vira.


" Anna, mereka hanya acting saja dan semua dalam sinetron itu bohong ". Jelas vira seraya menggelengkan kepalanya saking gemas dengan tingkah polosnya anna.


" Ooohh.. Itu bohongan ? ". Ucap anna mengangguk mengerti secara ber ohh ria saja.


Lano dan erika tiba-tiba berkumpul merasa vira dan lainnya di dalam ruang santai tersebut.

__ADS_1


" Kau ingin makan sesuatu sebelum makananya selesai di masak ? ". Lano mengajukam tawaran pada vira.


" Emang boleh ? ". Tanya vira dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil yang ingin di belikan mainan.


" Ck.. Jangan lebay ". Ucap lano dengan malas.


Erika langsung menyenggol lengan lano, sepertinya erika dan vira bukan lagi sekedar status sebagai kaka dan adik ipar saja, tapi mereka sudah terlihat seperti bestie, sehingga erika marah pada lano saat lano mengatakan vira lebay.


" Haha, santai saja erika, ka lano memang seperti itu ". Ujar vira kasihan melihat lano di tatap tajam oleh erika yang jelas membelanya.


Erika langsung tersenyum canggung karena apa yang dia lakukan ternyata di perhatikan oleh vira, bahkan bukan hanya vira saja melainkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Hmm.. Aku sepertinya tidak membutuhkan sesuatu, tapi aku ingin kaka menemaniku ke makam ka vilia saja. Aku merindukannya ". Ucap vira dengan senyuman tipis, tapi terselip kesedihan mengenang vilia di dalam hatinya.


Deg.


" Baby ? ". Panggil bian dan varo bersamaan.


Mendengarkan vira mengatakan soal vilia, membuat bian maupun varo berpikir kalau vira masih saja bersedih atas kematian vilia.


" Aku baik-baik saja ayah, uncle. Jangan terlalu berlebihan ". Ujar vira dengan malas.


" Aku ikut ".


" Aku juga, ingin ikut ke makam ka vilia ".


Dean, anna dan sefanya para adik sepupu vira dan lano pun berbodong-bodong ingin ikut bersama lano dan vira ke makam vilia.


" Kami juga akan ikut ". Ucap bian seraya mengajak varo, al dan lainnya untuk ikut ke makam keluarga maniv yang disana ada makam ayah zet dan bunda reni juga, selain makam vilia.


Vira tercengang melihat semua orang malah ingin ikut dengannya yang hanya ingin mengunjungi makam vilia sebentar saja.


Akhirnya vira terpaksa harus pergi dengan mereka semua. Setelah meminta izin pada flo dan lainnya yang sedang sibuk memasak di dapur dan flo mengizinkan. Mereka langsung pergi dan menuju makam keluarga maniv yang lumayan jauh dari mansion bian.


****

__ADS_1


Sesampainya mereka berdua di depan kuburan vira yang bersampingan dengan kuburan ayah zet dan bunda reni.


Vira langsung duduk di sisi kuburan vilia yang sudah di pasangkan tegel, seraya tersenyum menatap pusara yang bertuliskan nama vilia dan ada foto vilia yang terpampang dalam pusara tersebut.


Sedangkan yang lainnya ada yang berdiri saja di samping vira, serta bian dan para keponakannya juga gio langsung menuju makam ayah zet dan bunda reni .


" Ohh jadi ini makam wanita bernama vilia ? Tapi kenapa nama belakangnya ada nama keluarga lano ? ". Batin erika yang juga ikut berdiri di samping lano di samping makam vilia.


" Sayang ? Kenapa namanya vilia maniv ? Apa dia auntymu atau saudaramu ? ". Tanya erika pada lano sambil berbisik.


" Dia kaka sulung kami ". Jawab lano dengan wajah datarnya.


Deg.


" Ja-jadi sebenarnya lano memiliki kaka perempuan juga ? Kenapa aku baru mengetahuinya ". Batin erika terkejut.


" Ka, maaf aku baru bisa datang kesini lagi walaupun baru 2 minggu yang lalu terakhir aku mengunjungi kaka ". Batin vira tersenyum lirih.


" Aku selalu merindukan kaka setiap saat, apa disana kaka baik-baik saja ? ". Batin vira semakin deep menatap pusara vilia.


Skay yang ternyata juga ikut dan sekarang sedang berdiri di belakang vira, dia langsung duduk di sisi makam vilia tepat di belakang vira dan dia langsung mengusap punggung vira dengan lembut karena dia tahu, sekalipun saat ini vira sangat terlihat tenang, tapi dia yakin vira sedang tidak baik-baik saja.


Bukan tanpa sebab skay bisa berpikir dan yakin seperti itu. Ternyata selama 3 tahun dia hidup bersama dengan vira bahkan sampai mereka menikah. Vira sering dan hampir setiap malam selalu mengingaukan nama vilia di sela tidur nyenyaknya.


" Aku tahu kamu masih menyimpan kesedihan di dalam lubuk hatimu yang paling dalam. Tapi jangan memaksakan dirimu, nanti calon bayi kita juga akan ikut sedih kalau kamu sedih ". Ucap skay dengan lembut pada istrinya.


Vira tersenyum dan tanpa sadar dia langsung meneteskan air matanya. Lano yang sedang menatap ke arah vira pun hanya bisa terdiam dengan perasaan campur aduk.


" Aku tidak menyesal dan tidak lagi menyalahkan diriku atas kematian ka vili, tapi aku hanya merindukannya ". Balas vira dengan tenang.


" Ya, aku tahu dan aku mengerti maksudmu ". Sambung skay langsung memeluk vira dengan lembut dari belakang, seraya dia mengusap lembut perut rata vira.


" Kau lihat kan ka.. Benarkan apa yang aku katakan selama ini padamu. Lihatlah, aku mendapatkan suami yang sangat dan sangat sempurna bagiku, dia sangat menyayangiku dan dia akan membiarkanku tergores sedikit saja ".


Vira tersenyum menatap rindu foto vilia yang tersenyum manis yang mengiasi pusara makam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2