Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 158


__ADS_3

Pria tersebut telah di bawah oleh flo dan lainnya ke mansion maniv bukannya ke kantor polisi.


Sekarang pria itu sudah di ikat kaki dan tangannya, bahkan sekarang pria itu sudah duduk di sebuah papan kecil yang di pasangkan tiang di atas kolam buaya yang memang bian buat untuk menampung buaya milik flo yang ada di markas utama black sun, karena flo mengatakan kalau para predator ganas itu adalah hewan kesayangannya.


" Aunty, bukankah tindakan aunty terlalu berlebihan ( Meleparkan batu di kepala pria itu sehingga mengeluarkan darah segar yang sampai saat ini masih terus mengalir keluar ) ". Ucap vira bergidik ngeri dengan bar-barnya key yang masih saja sama seperti di masa lalu.


" Dia pantas mendapatkan hukuman seperti ini, baby. Karena dia berani mencuri berkas penting yang bukan miliknya, sekalipun dia sebenarnya hanya orang suruhan ".


" Tapi dia harus menerima resikonya, sebelum ayah dan bundamu mengetahui siapa yang menyuruh pria itu ". Jelas key tanpa rasa bersalah.


Vira menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan aunty nya yang memang benar adanya.


Mendengar beberapa suara langkah kaki mulai mendekati mereka berdua. Vira dan key langsung membalikkan tubuh mereka melihat ke arah belakang.


Ternyata yang datang adalah gio, flo dan bian juga valen.


" Baby, sebaiknya kamu masuk kedalam saja, tidak baik melihat hal seperti ini saat sedang hamil besar ". Ucap bian menasehati vira.


" Hmm, skay juga sedang menunggumu di ruang santai ". Sambung flo dengan santainya.


" Oke, aku akan kembali ke dalam ".


" Tapi aku juga ingin minta izin ke bandara bersama skay yah, ayah bunda ". Sambung vira.


" Bikin apa kamu di bandara ? ". Tanya flo memicingkan matanya menatap vira penuh selidik.


" Itu, aku ingin jemput ka ben sama ka arkan yang pulang bersamaan. Mungkin 20 menit lagi mereka tiba di bandara ". Jelas vira.


" Cih, kenapa dua anak nakal itu tidak memberitahu bunda kalau mereka akan pulang bersamaan ? ". Pekik flo sedikit kesal.

__ADS_1


" Haisss, kaka ini seperti anak kecil saja. Jangan terlalu memanjakan mereka karena mereka sudah dewasa, bukan anak kecil lagi ".


" Mungkin mereka tidak memberitahu kaka karena mereka ingin memberikan suprise atau memang mereka tidak ingin merepotkan kaka dan ka bian ". Ujar key memutar bola matanya dengan malas menanggapi sikap berlebihan kakanya dalam memanjakan anak.


" Lah, kalau mereka memang tidak berniat merepotkan aku dan bian, kenapa mereka memilih di jemput oleh vira yang sedang hamik besar ! ".


Vira memejamkan matanya sejenak karena pusing mendengarkan ocehan bundanya, padahal dia hanya ingin minta izin menjemput kedua kakanya, tapi sekarang bundanya malah marah-marah pad kedua kakanya yang bahkan belum saja tiba di indonesia.


" Udah baby, pergilah dan jemput kedua kakamu. Tapi berhati-hatilah di perjalanan yah, katakan pada skay pelan-pelan saja mengemudikan mobilnya ". Ucap bian langsung izinin vira menjemput arkan dan ben di bandara.


" Oke, aku pergi ".


Dengan cepat vira langsung berjalan menjauh menuju ke mansion, sebelum sang bunda tidak mengizinkannya pergi.


Flo langsung diam dan merajuk karena bian juga terlalu memanjakan vira, padahal dia takut terjadi sesuatu jika vira bepergian jauh dalam kondisi hamil besar seperti itu. Tapi sayangnya dia tidak bisa memarahi bian, karena untungnya bian masih mengizinkan dia melakukan introgasi pada musuh yang sebenarnya ini adalah tugas lano.


Tak berselang lama mereka menunggu sampai pria itu sadarkan diri, akhirnya pria itu sudah mulai sadar dari pingsannya akibat ulah key.


Rasa sakit di kepalanya sangat terasa amat sakit, tapi ketika pria itu mencoba mengarahkan tangannya ke arah kepalanya, betapa kagetnya dia saat dia merasa kalau tangannya sepertinya di ikat dan tidak bisa di gerakan.


Deg.


Pria itu kembali bergetar takut ketika dia mengedarkan pandangannya dan dia mendapati flo dan lainnya sedang berdiri jauh di depan sana dan sedang menatap ke arahnya.


Dan yang lebih mengejutkan pria itu lagi adalah di saat dia melihat ternyata dia sedang berada di atas kandang buaya yang jumlahnya puluhan di bawah sana dengan tatapan ingin memangsanya saat ini.


" Tu-tuan nyonya, to-tolong lepaskan saya ". Ucap pria itu mulai panik dengan tatapan tak lepas dari buaya-buaya di bawah sana.


" Saya akan melepaskan anda, jika anda berani jujur dan mengatakan alasan anda mencuri berkas penting di perusahan saya dan juga siapa orang yang menyuruh anda ". Ucap bian masih bisa bernegoisasi.

__ADS_1


Deg.


" Apa mereka sudah tahu kalau aku hanya orang suruhan ? ". Batin pria itu tercengang.


" Apakah aku harus jujur untuk bisa menyelamatkan nyawaku dari mereka ? Tapi jika aku selamat dan tuan denis tau kalau aku yang memberitahukan semuanya pada tuan bian dan nyonya flovia, pasti ujung-ujungnya pasti aku yang akan di bunuh oleh tuan denis ". Sambung pria itu dalam batinnya.


Flo serta yang lainnya sengaja membiarkan pria itu berpikir untuk membuat keputusan yang tepat, sehingga mereka hanya menatap diam dan menunggu pria itu mengatakan yang sebenarnya pada mereka.


" Ba-baik tuan, saya akan memberitahukan semuanya pada kalian. Tapi bisakah anda membantu saya untuk menghidar dari orang yang menyuruh saya nanti ". Ucap pria itu dengan gugup.


" Ya, tentu saja saya akan melindungi anda jika nanti orang yang menyuruh anda ingin melakukan hal yang berbahaya ada anda ". Jawab bian tanpa ragu.


Akhirnya dengan perasaan yang sudah yakin, pria itu langsung menjelaskan semuanya, bahkan dia juga menyebutkan nama seorang pria yang menyuruhnya yang ternyata sama sekali tidak mengejutkan bian dan lainnya.


" Cih, ternyata denis yang melakukan hal ini ? ". Ucap bian menyeringai tipis.


" Aku akan membawahnya kesini ". Sambung gio langsung pamit dan pergi begitu saja tanpa ada yang menyuruhnya membawah pria bernama denis itu di hadapan bian dan flo.


" Yaaa... ternyata ka gio masih peka dan masih bersikap layaknya seorang prince yang tanpa di suruh pun dia sudah tahu apa yang ingin ka flo lakukan ". Kagum key pada kakanya.


" Flo ". Tiba-tiba valen yang sudah mulai terbiasa memanggil flo dengan sebutan nama saja tanpa ada embel-embel Queen pun, tiba-tiba memanggil flo.


" Ada apa ? ". Tanya flo tanpa melihat ke arah valen.


" Perusahan tuan denis baru saja di blacklist dari seluruh perusahan yang ada di dunia ini, dan sekarang saham perusahan tuan denis langsung anjlok dengan dratis ". Lapor valen yang ternyata baru saja melihat berita tersebut yang sudah viral di kalangan media.


" Kenapa tiba-tiba sekali ? ". Tanya key terkejut.


" Ini pasti ulah vira, karena hanya dia orang yang punya keahlian untuk melakukan semua ini. Apalagi bajingan itu berani mengusik kakanya ". Jelas flo dengan santainya sudah bisa menebak ulah siapa di balik bangkrutnya saham perusahan tuan denis.

__ADS_1


Semua langsung menganggukkan kepala mereka karena mereka setuju dengan ucapan flo barusan.


__ADS_2