Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 145


__ADS_3

Dengan lahap vira memakan masakan sang bunda yang selama 3 tahun ini sangat dia rindukan.


Erika senang melihat adik iparnya makan dengan lahap seperti ini, dia pun tersenyum terus melihat vira yang asik dengan makanan di depannya.


Sedangkan di mansion bian. Flo, bian dan lano juga key sedang terharu melihat sebuah tayangan di layar laptop milik lano, yang sekarang sedang mereka tonton.


" Tidak ada yang berubah darinya, tapi dia semakin cantik ". Ucap flo dengan bahagianya melihat vira yang sedari kecil sampai saat ini masih saja antusias jika memakan masakan buatannya sendiri.


" Ya.. Dia cantik karena ayah dan bundanya kita berdua, sayang ". Tutur bian dengan bangga.


Key dan flo langsung memutar bola mata mereka dengan malas, mereka tahu bahwa bian sedang memuji ketampanannya saat ini.


Ternyata mereka berempat sedang menonton pertemuan vira dan erika setelah meretas cctv di restoran yang menjadi tempat pertemuan antara erika dan vira saat ini.


" Baby ". Batin lano dengan perasaan campur aduk.


Dia sangat ingin bertemu dengan adik kesayangannya, tapi waktu belum mengizinkan pertemuan itu terjadi.


Dia sungguh ingin memeluk vira dengan erat untuk melepaskan kerinduannya selama 3 tahun ini, walaupun lano sempat berhenti berharap karena dia mengira vira benar-benar telah meninggalkannya di dunia ini.


Tapi nyatanya dia sangat berterima kasih pada tuhan karena dia masih bisa di pertemukan kembali dengan adik kesayangannya sekaligus saudara kembarnya.


" Tapi kapan kita bisa menemuinya secara langsung ? Kita masih membutuhkan waktu untuk mengetahui siapa orang yang menyabotase pesawat skay ". Ucap key dengan lirih. Dia sangat tidak sabaran menunggu pertemuan mereka bersama vira lagi.


Drett...


Drett...


Ponsel milik flo berbunyi di atas meja di depan mereka berempat.


Key langsung meraih ponsel milik flo dan memberikan ponsel itu pada flo.


" Itu dari ka elisa ". Ucap key sempat melihat nama yang tertera dalam panggilan tersebut.


Flo menautkan kedua alisnya bingung, karena ini pertama kalinya elisa menghubunginya setelah pertemuan terakhir mereka saat mencari vira bersama 3 tahun yang lalu, tapi tak menunggu lama, dia langsung menjawab panggilan tersebut.


" Hallo nyonya flo, apakah saya mengganggu waktu anda ? ". Tanya elisa di sebrang sana ketika panggilan telah terhubung.


" Berhentilah berbicara formal dengaku, elisa ! Aku selalu memperingatkanmu akan hal ini ". Jawab flo dengan ketus.


" Haha, sorry-sorry flo, aku belum terbiasa saja memanggilmu dengan sebutan nama saja ". Balas elisa tertawa canggung.


" Cih.. Katakan kenapa kau menghubungiku ? Tumben ". Tanya flo penuh selidik.


" Hah ".


Flo yang mendengarkan elisa baru saja menghembuskan nafasnya dengan berat. Membuat flo semakin penasaran, dengan apa alasan elisa menghubunginya saat ini.


" Kenapa kau menghembuskan nafas seperti itu ? ". Tanya flo penasaran dan penuh selidik.


" Tidak, aku hanya bingung saja, apakah aku harus memberitahukan rahasia ini padamu atau tidak ". Jawab elisa jujur.

__ADS_1


" Ck.. Lalu kenapa kau menghubungiku jika kau saja masih ragu mengatakan hal yang ingin kau sampaikan ". Kesabaran flo setipis tisu.


" Hmm baiklah, aku akan mengatakannya sekalipun aku masih ragu ".


" Ya, katakan saja ".


" Jadi... "


Elisa pun menjelaskan semua yang di lakukan oleh ben 3 hari yang lalu. Bukan maksud elisa mengingkari janjinya pada ben untuk tidak memberitahukan perginya ben ke kandang musuh. Tapi setelah elisa pikir-pikir lagi dengan matang seraya bertukar pendapat dengan colten dan arkan. Akhirnya elisa berani untuk menghubungi flo dan berniat mengatakan semuanya.


Deg.


" APA KAU BILANG ?!! ". Pekik flo melototkan matanya kaget, setelah mendengarkan penjelasan elisa barusan.


Bian, lano dan key bahkan terlonjak kaget karena pekikan flo barusan. Mereka bertiga langsung menatap flo dengan sorot tatapan kebingungan dan penasaran.


" Ya.. Aku akan segera kesana sekarang juga. Tolong jaga ben untuku ". Ucap flo dengan cepat langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak.


" Hais... Anak itu !!! ". Ucap flo langsung cemas setelah mendengarkan kondisi ben.


" Sayang ? Ben kenapa ? ". Tanya bian penasaran.


" Aku akan ke canada sekarang juga. Ben pergi ke markas salah satu mafia di sana dan membunuh ketua kelompok mafia itu sendirian, tapi dia juga harus terkena tusukan di perutnya ". Jelas flo mengusap wajahnya dengan kasar.


Deg.


" Ayo pergi sekarang juga ". Ujar bian langsung berdiri dari duduknya karena dia sangat sensitif jika menyangkut putra dan putrinya jika kejadian seperti ini.


" Tidak lano. Kamu harus tetap disini karena kamu harus mengawasi baby dari jangkauan musuh ". Ujar bian mengantisipasi cela kecil untuk musuh bisa mendekati vira.


" Hah.. Baiklah ". Jawab lano pasrah.


Akhirnya key, flo dan bian tanpa menunggu lama langsung menuju ke bandara untuk melakukan penerbangan menuju canada.


Sedangkan lana langsung kembali ke perusahan, karena dia memang hanya datang untuk melihat vira bersama keluarganya.


******


Waktu berlalu dengan begitu cepat. Sekarang sudah jam 7 malam di indonesia dan lano baru saja memasuki apartemennya setelah semua pekerjaannya di kantor telah selesai.


Seperti biasa, dia langsung mandi dan makan malam karena erika memang sudah menyiapkan semua keperluannya setelah pulang kantor.


Setelah melakukan semua itu. Kini lano dan elisa sudah masuk ke kamar dan bersiap untuk tidur.


Elisa sudah naik terlebih dahulu ke atas ranjang di sisi kanan dan lano ikut naik ke ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di sisi ranjang samping kiri.


" Bagaimana pertemuanmu tadi dengan baby ? ". Tanya lano tanpa menatap ke arah erika.


Erika yang telah membelakangi lano pun langsung mengubah posisinya menghadap ke arah lano.


" Entahlah, aku masih belum terbiasa saja ". Jawab elisa menatap lano dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


" Apa dia memperlakukanmu dengan baik ? ". Tanya lano mulai mengarahkan pandangannya ke arah sang istri.


" Hmm.. Dia memang memperlakukanku dengan baik. Hanya saja aku belum terbiasa dengan sikap dinginnya ".


" Walaupun.. Aku sudah terbiasa dengan sikap dinginmu selama pernikahan ini terjalin. Tapi ternyata adik ipar memiliki sikap lebih dingin darimu ". Sambung erika memang sengaja menyindir lano.


" Cih.. Apa aku sedingin itu ? ". Balas lano dengan tatapan datar menatap erika.


" Yaa tentu saja.. Apakah aku salah, tuan lano yang terhormat, hmm ? ". Ucap erika dengan raut wajah seakan tidak bersalah.


Tanpa di duga oleh erika. Tiba-tiba lano malah mendekatinya dan langsung memeluk erika dengan lembut.


" Apa aku memang sedingin itu ? ". Tanya lano sekali lagi, tapi dia tiba-tiba berbicara lembut untuk pertama kalinya pada erika.


Deg.


" A-apa yang ka-kau lakukan, lano ? ". Ucap erika gugup seketika.


Detak jantung erika bahkan bisa di rasakan oleh lano karena posisi mereka telah menempel dan tidak ada jarak sama sekali.


Lano tersenyum mendapati istrinya yang mulai gugup dan mewaspadai pergerakannya. Tapi lano kembali mengarahkan kepala erika untuk bersandar di dada bidangnya dengan gerakan yang sangat-sangat lembut. Dan hal itu membuat jantung erika semakin berdetak kencang.


" Y-ya.. Kenapa kau bersikap aneh seperti ini ? ". Tanya erika terbata-bata, tapi sebenarnya dia sangat nyaman di peluk oleh lano.


" Tidurlah dan jangan melepaskan pelukkanku. Biarkan aku memelukmu seperti ini setiap malam ".


Deg.


" Setiap malam katanya ? ".


" Ini gila.. Kenapa dia tiba-tiba berubah lembut seperti ini ? Apa jangan-jangan.. " Batin erika berprasangka buruk dengan sikap lembut lano yang sangat tiba-tiba.


" Berhentilah berpikiran negatif seperti itu dengan semua sikapku ".


" Aku bersikap dingin salah trus di sindir, tapi ketika aku merubah sikapku menjadi lembut juga salah karena kamu langsung berprasangka buruk padaku ". Jelas lano.


" Yaaaa... Apa kau seorang peramal ? Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sedang berpikiran seperti itu ? ". Tanya erika terkejut.


Lano tersenyum mendengarkan ucapan istrinya yang sangat polos, walaupun erika tidak bisa melihat senyumannya. Karena posisi kepala lano tentu berada di atas, sedangkan kepala erika sedang menempel di dada bidang lano.


" Apa kau ingin jalan-jalan besok ? ". Tanya lano dengan santainya.


" Ohh god, ada apa dengannya ? Tapi ada apa juga denganku ? Selama ini aku selalu berharap suamiku berubah menjadi pria yang bersikap lembut walaupun hanya padaku saja. Tapi sekarang aku malah canggung seperti ini saat suamiku menunjukkan sikap lembutnya ". Batin erika tak habis pikir dengan pikirannya sendiri.


" Boleh, jika kamu yang menemaniku jalan-jalan ". Jawab erika berusaha untuk bisa menerima bahwa suaminya sedang perhatian. Karena dia pikir, dia seharusnya bahagia karena suaminya telah merubah sikap dinginnya menjadi lembut padanya.


" Oke.. Aku akan minta delon Mengkosongkan jadwalku besok, agar aku bisa menemanimu seharian ". Balas lano dengan perasaan yang aneh.


Entah kenapa lano tiba-tiba merasakan perasaan aneh seperti ini. Perasaan yang sangat jarang dia dapati.


Mendengar dan melihat istrinya sebahagia itu ketika dia menawarkan istrinya jalan-jalan, membuat lano merasa bahagia luar dan dalam.

__ADS_1


Baru kali ini dia merasa bahagia hanya karena melihat wanita yang telah berstatus istrinya bahagia dengan tawaran kecilnya.


__ADS_2