Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
lembaran baru


__ADS_3

" ko kayak familiar ya suaranya" kata Fahmi masih setia mendengarkan nya .


" nah kan Bu Rina ngomong sama siapa tuh , eh mereka turun " kata Fahmi bersembunyi dari balik tembok dekat dapur , mengintip sedikit.


" itu kan " kata Fahmi membekap mulutnya sendiri.


" ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Bu terimakasih banyak atas bantuan kalau tidak ketemu ibu entah lah saya dapat dimana kost an yang nyaman ini " kata Agus dengan sangat ramah nan sopan.


" iya sama sama , kamu bisa saja disini semua sudah saya anggap seperti keluarga sendiri nyaman nyaman ya disini kalau gitu ibu tinggal pergi " kata Bu Rina.


Setelahnya Agus kembali naik ke atas , Fahmi memastikan bahwa yang dia lihat bukanlah mimpi.


" itu tadi benar kan mantan suami sari , ngapain dia disini " kata Fahmi makin gusar ia takut Agus akan kembali mendekati sari.


Fahmi menunggu sari keluar kamar mandi .


ceklek


Fahmi menoleh pada suara pintu dibuka


" Fahmi mukamu panik begitu ada apa " kata sari

__ADS_1


" nggak ada jadi kan mau jalan sore ini " tanya Fahmi, sari nampak berpikir sesaat .


" boleh deh tapi habis magrib saja ya aku mau tdur dulu , capek " kata sari


" oke deh kalau gitu " Kat Fahmi ia akan segera memikirkan cara bagaimana menjauhkan sari dari Agus .


keduanya masuk kamar sari bersiap tidur sementara Fahmi masih mondar-mandir didalam kamarnya.


" aduh bagaimana ini ya ampun ,h kenapa aku jadi rempong begini mereka kan udah mantan , tapi mantan bisa saja kan ,tapi seperti nya sari tak seperti itu " gumam Fahmi bermonolog sendiri.


ia pun memutuskan untuk keluar kamar .


sari pun terlelap menuju alam mimpi.


{ gimana mas udah dapat kos nya } tanya Mia di balik pesan yang ia kirim


{ sudah , bagus lagi di lantai tiga } jawab Agus


{ Alhamdulillah akhirnya, kapan mas jemput aku , aku dah nggak kuat sama perkataan ibu dan mbak Sera tiap hari mas } kata Mia sedih


{ maaf in mereka ya dulu sari juga gitu kamu pasti kuat demi anak kita juga } kata Agus

__ADS_1


{ iya mas } jawab Mia


{ ya udah mas mau siap siap pulang , semua barang yang perlu dibawa sudah di kemas kan } tanya Agus lagi


{ sudah mas tinggal berangkat} jawab Mia


{ ya sudah mas berangkat dulu } jawab Agus { iya mas hati-hati } jawab Mia kemudian melihat sang putri telah tertidur nyenyak di pelukan nya.


" Maaf in mama nak gara gara mama kamu jadi seperti ini harusnya kamu gak di gini in sama nenekmu sendiri " kata Mia terasa hatinya menahan sesak yang amat dalam . bulir-bulir bening menetes dengan pelan dari pipi mulusnya


Mia segera membereskan kamar yang masih berantakan ia tak ingin meninggalkan kejelekan namanya hanya karena kamar yang berantakan.


Bu Sri memang begitu apapun itu entah berantakan sedikit atau kotor sedikit pun beranggapan sama saja Mia paling malas soal pekerjaan rumah .


Itulah yang membuat Mia gak betah selain kata-katanya yang pedas nan menyakitkan ia juga tak dihargai sama sekali bahkan hampir tidak di anggap ada .


Beruntung lah Mia Agus tak seperti keluarga nya kini ia akan kembali fokus untuk keluarga kecilnya . bisa dibilang membuka lembaran baru , dan akan sedikit melupakan kisah masa lalu yang membuat rumah tangganya hancur hanya karena ibunya tak pernah menghargai istirnya . Agus juga akan membuat prinsip sebagai seorang laki laki agar tak terlalu percaya pada omongan ibunya lagi .


yang pasti Agus mencoba berubah lebih dewasa lagi dan memiliki pendirian yang kuat . Bukan seorang laki laki yang lemah yang bisanya berlindung di bawah ketek ibunya .


bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2