
Hari-hari aku lalui dengan menelan semua perkataan dan sikap buruk yang ku dapat baik dari Dion atau dari ibunya.. Bertepatan dibulan Ramadhan, ibuku mengajak aku dan Dion untuk buka bersama.. Saat aku sudah siap dan tinggal berangkat pergi, Dion mematahkan semangat ku dengan perkataan nya yang mengatakan aku tidak pantas mengenakan pakaian yang ku pakai saat itu karena aku gendut.. Dion memaksa ku memakai pakaian ketat agar badanku tidak terlihat gendut.. Aku membantah, tidak mau menurut dengan perintah Dion.. Bagiku kenyamanan saat berpakaian itu yang penting.. Aku berpakaian apa yang ingin aku pakai bukan apa yang ingin orang lihat termasuk Dion, suami ku.. Aku kira Dion akan mengalah, tapi ternyata tidak.. Bahkan Dion tidak mau pergi dengan ku kalau aku masih mengenakan pakaian yang ku kenakan.. Menurutku celana kembang dan baju agak besar di lengan itu nyaman dipakai saat hamil.. Lagian bukannya wanita hamil itu tambak lebih gendut dari biasanya? Berat badan ku yang dulu 45kg, sewaktu hamil naik menjadi 66kg.. Pantas Dion tidak terima saat aku gendut.. Karena dia mengenal ku sebagai wanita yang langsing tidak berbadan gemuk.. Setelah dari pagi hingga ke sore kami berdebat di tambah lagi Dion yang pergi ntah kemana sewaktu bertengkar membuat semuanya berjalan lama.. Akupun tak sanggup lagi, ku katakan semuanya pada ibu Dion, dan saat Dion pulang kerumah ibunya memarahi Dion habis-habisan.. Yaaa kali ini ibunya membela ku.. Aku heran dengan sikap ibunya kepadaku.. terkadang baik, terkadang tidak.. Aku juga bingung mengatakan nya bagaimana.. Karena ibunya seperti punya dua kepribadian.. Hari itu aku dan Dion pun pergi kerumah ibuku.. Anehnya dirumah ibuku Dion baik-baik saja seperti tidak ada yang terjadi barusan.. Beberapa hari kemudian tepat di hari ulang tahun ku tanggal 19-07-2020 aku beraktivitas seperti biasa, aku menyapu rumah, mencuci piring, mencuci baju, dan lainnya.. Sore harinya aku tidak sengaja keluar rumah, betapa sedihnya aku melihat di jemuran pakaian hanya tersisa bajuku dan baju Dion.. Kemana pergi nya baju-baju yang lain?(tanyaku dalam hati).. Lalu aku masuk ke dalam rumah ku dapati setumpuk pakaian ibu Dion, ayah Dion dan beberapa pakaian adik kedua dan ketiga Dion.. Lalu aku langsung bisa berfikir.. Ohh ternyata memang sengaja baju ku dan baju Dion ditinggal.. Lama ku pandangi jemuran baju yang beberapa baju itu terlihat berjarak jauh dari baju satunya.. Dalam hatiku segitu jijik kah ibunya kepadaku sampai baju ku dan baju Dion ditinggal begitu saja? Aku menangis dikamar.. Dion yang saat itu mendapat kan sift sore saat berkerja, aku hanya menangis dikamar sendirian.. Malamnya Dion pulang dari kerja, dan mengucapkan selamat ulang tahun dan menanyakan keinginan ku.. Aku menjawab dengan menahan air mata, aku hanya ingin mengontrak rumah dengan Dion dan berpisah rumah dari ibunya Dion.. Lalu Dion menyanyakan, ada apa dengan ku kenapa mataku bengkak dan merah? Mengapa tiba-tiba aku minta ngontrak rumah.. Akupun menceritakan semuanya kepada Dion, dan Dion hanya memeluk ku dengan erat dan menyuruhku memaafkannya karena belum bisa menjadi suami seutuhnya dan hanya bisa membuat ku menangis.. Malam itu aku lupa dengan semua kejadian sedih itu karena perhatian Dion kepadaku..