
"Gimana ? " tanya Fadil
" Biasa saja dia sudah tau " kata Sasa
" Trus mbak sari nya " tanya Fadil
" Aku gak tanya , kayaknya belum deh " kata Sasa kemudian melanjutkan kerjaannya .
Waktu terus berjalan .....
Di kost an
" Alhamdulillah kita sama " kata sari
" Duh badanku remuk semua " kata Fahmi merenggangkan otot otot badan nya
" Tidur enak nih " kata sari mulai menaiki tangga di ikuti Fahmi dibelakang nya .
Berjalan menunduk tanpa melihat depan seseorang memanggil nya dari atas tangga yang hendak turun kebawah.
" Mbak sari " panggil Mia
sari menghentikan langkahnya ia melihat ke arah sumber suara.
" Mia " panggil nya ia tak.lahi menggunakan kata mbak baginya untuk memanggil dengan sebutan mbak sudah tak pantas untuk nya .
Fahmi yang masih dibelakang sari pun hanya diam nan waspada saja .
" Ngapain kamu disini " tanya sari dengan muka datar nya
" Eh iya mbak saya di lantai atas , mbak ngekos disini juga " tanya Mia
" Iya dari dulu aku ngekos disini" Kata sari mulai kesal .
" Ma ko belum berangkat katanya mau beli sayur " kata Agus dari atas ia berhenti sesaat memandang seseorang yang tengah berbicara dengan Mia.
__ADS_1
( Sari ko ada disini ) batinya
Agus hanya diam tanpa menyapa atau apa pun .
" Oh iya mas ini juga mau berangkat , mbak duluan ya " kata Mia langsung melangkah turun .
" Ya " jawab sari singkat nan cuek .
Sari melangkah cepat menghindari kontak mata dengan Agus . Agus melihat kekesalan dalam diri sari mungkin karena kesalahannya dulu .
Sari bukanlah orang yang suka dendam namun siapapun yang menyakiti nya akan selalu ada dalam ingatan nya Sampai kapanpun.
" Mari saya duluan mas " Kata Fahmi meninggalkan Agus yang masih diam mematung di atas tangga .
" Oh iya silahkan" kata Agus ramah namun dalam hati ia bertanya tanya kenapa sari dan Fahmi bisa datang bersamaan .
" Dari mana mereka ko kelihatan habis pergi jauh " katanya sambil menaiki tangga kembali .
" Sari maaf aku gak kasih tau sebenarnya aku tau sejak beberapa hari yang lalu dia datang kesini " kata Fahmi membujuk sari yang seolah tuli tak mendengar perkataan nya .
" Apa " tanya sari ketika sadar dari lamunannya.
" Astaghfirullah " kata Fahmi menutup mukanya.
" Aku ngomong dari tadi kami ngelamun kenapa sih beb " tanya Fahmi
" Kita pindah kos saja yuk " kata sari Tiba-tiba
" Loh kenapa" tanya Fahmi
" Males ah tetangga an sama orang jahat " kata sari menatap datar kedepan
" Kan mereka di atas kita dibawah " kata Fahmi
" Ya tapi kan Kalau mereka turun kita mesti ketemu " kata sari kini mulai sedih lagi
__ADS_1
" Sudah jangan sedih kita kan sudah memiliki jalan masing masing kan " kata Fahmi
" Iya sih tapi aku gak mau " kata sari seperti anak kecil merengek terus
Fahmi pun diam sesaat memikirkan cara agar dia dan sari tak pindah dari sana .
" Sini aku bisikan " kata Fahmi
" Apa sih " kata sari masih kesal
sari mendekati Fahmi , Fahmi pun membisikkan sesuatu pada sari . membuat sari tersenyum senang tak lagi menangis .
" Boleh juga idenya " kata sari
" Ya sudah biar aku atur semuanya " kata Fahmi ikut senang melihat sari tersenyum kembali.
sari pun akhirnya masuk kamar dan beristirahat sedangkan Fahmi sedang membuat kopi didepan kamar kos seperti biasa.
Di Restoran hari tak Terlalu banyak pelanggan Sasa yang masih khawatir dengan sari pun jadi gelisah .
" Gak usah khawatir soal sari dia akan menikah loh " kata Cece datang dari belakang habis mengecek pekerjaan di belakang.
" Tau dari mana ce " tanya Fadil yang setia didekat Sasa
" Ada lah pokoknya kita harus datang , acara nya gak terlalu meriah cuma kita semua saja yang di undang " kata Cece
" Benarkah " tanya Zara tiba tiba datang.
" Iya makanya kalian harus datang " kata Cece
" Pasti lah ce " kata Sasa
semua yang mendengar kabar sari dan Fahmi menikah pun jadi senang dan gembira .
bersambung
__ADS_1