
" sudah nak jangan menangis, " kata nenek seraya tersenyum pada Mia .
" Mia makan dulu nih " kata Bu Sri Mia menerima piring berisi nasi dan sayur saja
" tadi ada ayam juga Bu " kata Mia
" ayam itu buat kita lagian kamu baru melahirkan belom boleh makan uang gituan udah cepat makan kamu kelaparan aku juga yang disalahin Agus " kata Bu Sri
" iya Bu Terimakasih" kata Mia ia langsung makan dengan lahap menyantap makanan yang diberikan oleh mertuanya .
...****************...
"sari aku pulang "kata Fahmi mengetuk pintu kamar nya
sari yang belum tidur membuka pintu
"ya ada apa " tanya sari dirinya merasa aneh Beberapa hari ini ia merasa sedikit baper
" ko ada apa hayo kamu cemburu kan pasti curiga aku tak mengajak mu " goda Fahmi
" apaan sih enggak ya , mau apa aku udah ngantuk mau tidur " kata sari pura pura menguap.
" sudah makan" tanya Fahmi , sari tak bergeming atau berbicara sama sekali.
udah tau jawabannya masih nanya dasar Bodoh apa pura pura bodoh sih .
__ADS_1
sudah pergi gak ngajak ninggalin aku pula pasti dia menemui cewek itu ia jelas dia kan cantik speak bidadari kan mana ada yang gak ke pelet sama dia batin sari menyilang kedua tangannya di dada.
" sudah makan sudah kenyang " kata sari kemudian menutup pintu tubuh nya merosot jatuh kebawah . ia duduk menelungkup memeluk kakinya , bulir bening perlahan tumpah begitu saja .
" hiks hiks ...."
" ada apa denganku sudah tak ada rasa tapi sekarang kenapa melihat nya keluar sendiri hatiku sakit ya Tuhan aku harus bagaimana" kata sari bermonolog sendiri.
di liat fahmi masih diam mematung atas sikap sari yang tiba tiba saja berubah ubah .
" pintu di tutup"
" ha ditutup begitu saja apa dia marah padaku " tanya Fahmi didepan kamar sari
" padahal aku membeli ini untuk nya " kata Fahmi melihat sekotak batagor yang ia bawa
krukk
sesekali terdengar bunyi perutnya , sari bergegas menyambar jaket nya merapikan riasan nya yang sedikit berantakan. ia bergegas keluar membeli makanan.
ia pikir Fahmi mulai berubah semenjak mengobrol berdua dengan Laras.
" awas saja kau aku balas nanti , ninggalin sendiri Lo pikir aku takut sendirian kagak lebih baik sendiri dari pada berdua menyakitkan" kata sari membuka pintu.
sari menyembulkan kepalanya melihat kanan ke kiri tak ada siapapun ia dengan pelan menutup pintu kamar .
__ADS_1
" aman " kata sari
disaat yang sama Fahmi baru keluar dari kamar mandi namun ia urungkan niatnya melihat sari bertingkat aneh membuat nya ingin tau malam malam begini ingin pergi kemana
" malam malam begini mau kemana dia " tanya Fahmi mengikuti arah sari
" keluar ?? Aku harus ikutin dia " kata Fahmi menaruh batagor dikamar nya kemudian segera mengikuti sari Secara diam diam .
sari berhenti pada penjual bakso .
Fahmi masih memperhatikan nya dari jauh .
" apa dia lapar katanya tadi sudah makan sudah kenyang lah ini kok ? wah gak beres nih sari " kata Fahmi
sari terlihat santai memakan baksonya
" aku yakin dia berbohong tadi , dan dia sengaja menjauhi ku agar aku cepat pergi dari kamar nya tadi . apa dia seperti ini ya suka ngambek seingat ku dulu dia tidak seperti ini " kata Fahmi bermonolog sendiri.
ia terus memperhatikan sari dengan lahap nya memakan bakso .
Fahmi yang melihatnya merasa iba dan bersalah padanya mengapa tadi dia meninggalkan nya begitu saja .
harusnya dia mengalah agar sari tak seperti ini .
" sari sari padahal tadi aku membelikan juga untuk mu ,aku nggak lupa kok aku gak Setega itu , maafkan aku sari maafkan aku , aku yang kurang peka terhadap mu " kata Fahmi
__ADS_1
bersambung