Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
awal penderitaan Mia


__ADS_3

" sudah minum obatnya" tanya sari


Fahmi hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" kenapa belom " tanya sari lagi


" dari tadi kamu diemin aku terus salahku apa coba" tanya Fahmi


" gak ada mungkin hanya salah paham saja" kata sari menatap ke depan sebenarnya ada yang ingin ditanyakan namun dia urungkan.


Fahmi menyadarinya .


" mau tanya , tanya lah aku akan jawab " kata sari , sari pun jadi salah tingkah.


hah apa iya Fahmi bisa baca pikiran aku batin sari


" gak jadi ya udah " Kata Fahmi melangkah lebih dulu .


"kita mau kemana" tanya sari


" mau makan di luar " jawabnya santai


" em aku gak ikut ya , aku makan di kost saja " jawab sari menghentikan langkahnya


" kenapa" tanya Fahmi


" gak apa-apa capek saja besok kan kit sudah mulai bekerja" kata sari


" ya sudah aku keluar dulu ya " jawab Fahmi hanya dijawab anggukan oleh sari kemudian ia melangkah masuk kembali ke kamar.


Fahmi menghentikan langkahnya menatap punggung sari yang berbalik dengannya .

__ADS_1


" dia kenapa ya apa dia salah paham soal tadi siang" tanya Fahmi pada diri sendiri.


...****************...


dua Minggu pasca lahiran Mia di bawa pulang kerumah mertuanya .


sebenarnya Mia tidak mau namun karena tidak mau membuat Agus marah ia hanya menurut saja .


" mas berangkat dulu ya hati hati dirumah " katanya sebelum berangkat


" iya mas " jawab Mia yang ikut duduk disebelah.


Agus mengusap lembut pipi anak nya dengan sayang kemudian berangkat bekerja.


Bu Sri dan Sera yang belum bangun pagi itu , Mia mulai mencuci baju sang anak selagi anak nya masih tidur .


namun tiba tiba dikejutkan dengan lemparan baju dari arah belakang.


" tapi Bu cucian Ku banyak kalau cucu ibu bangun gimana" tanya nya .


" ingat ya dia bukan cucu ibu dan kamu disini bukan menantu hanya pembantu ngerti sekarang kerjakan apa yang ibu suruh kalau gak mau ibu usir dari sini " Kata Bu Sri


" sekalian baju ku juga ya nih punya anakku juga " kata Sera datang dari belakang ibu Sri


" sudah siap ayo pergi " mata ibu Sri pada Sera.


" sudah dong Bu " jawab Sera


keduanya melangkah pergi meninggalkan Mia yang sedang mencuci.


" gak apa-apa aku kuat kok demi anak ku " kata sari bermonolog sendiri.

__ADS_1


sang nenek yang baru bangun hanya sekedar memberikan nasehat .


" jangan sedih nak itulah sifat asli ibu mertua dan kakak ipar mu " kata nenek


" iya nek gak akan aku gak sedih cuma kaget saja " kata Mia mengusap air mata nya .


" nenek aku boleh minta tolong" tanya Mia


" apa nak " jawab nenek


" jagain anakku sebentar, nenek tidak usah beres beres biar Mia saja , boleh nek


" kata Mia


" iya kerjakan lah nenek akan menjaga cucu nenek " jawab nenek mengusap punggung Mia


" Terimakasih ya nek " jawab Mia


" iya sudah hapus air mata mu itu bagi nenek kamu paling rajin dan baik disini " kata nenek kemudian pergi


" Masya Allah ini baru awal tinggal disini tapi rasanya sakit sekali pokoknya aku tidak boleh menyerah begitu saja " kata Mia bermonolog sendiri.


seharian Mia mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa ada yang membantu nya syukur syukur anaknya ada yang menjaganya itu sudah cukup baginya walaupun ia harus bekerja berat .


Sera dan Bu Sri baru saja sampai ia melihat semi rumah bersih dan sudah tersedia makanan yang enak enak .


" Bu kalau gini terus enak kita " kata Sera menikmati makanan nya


" iya dong nak ibu tak akan tinggal diam dia juga harus merasakan seperti sari dulu kita lihat seperti apa dia apakah dia akan kuat atau pergi seperti sari ini baru permulaan " jawab Bu Sri dengan senyum menyeringai.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2