Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Sesak nya di hati ini


__ADS_3

Kabar pernikahan sari dan Fahmi pun sampai di telinga Bu Rina dan suaminya . ia ikut senang dan bahagia salah satu keluarga kos nya kan segera menikah .


Tapi tidak dengan Agus ia justru ada sesuatu yang hilang hatinya terasa hampa , ia merasa menyesal telah menyakiti dan selalu mendengar apa kata ibunya dulu .


" Alhamdulillah akhirnya anak ku sari ketemu jodoh nya " kata Bu Rina berbicara di depan kos an dengan Fahmi dan suami Bu Rina


" Sudah berani kamu ya Fahmi " kata suami Bu Rina dengan senyum bahagia


" Ya bagaimana ya pak takut nanti di ambil lagi " kata Fahmi


" Hahahaha kamu bisa saja Fahmi , " kata Bu Rina


" Kami pasti akan datang " kata Bu Rina


" Acara nya gak besar ko Bu hanya kecil keci an saja " kata Fahmi


" Tidak masalah yang terpenting kami bisa jadi bagian dari keluarga laki laki nantinya , ibu tahu bagaimana keluarga mu " kata Bu Rina membuat Fahmi teringat kembali bahwa dia tak ada ibu . entah kemana ibu nya pergi .


" Terimakasih Bu " jawab Fahmi dengan suara sedihnya


" Sudah jangan menangis ini semua sudah takdir dari Tuhan nak , anggap saja aku ini ibu mu juga " kata Bu Rina


" iya Bu " kata Fahmi memeluk Bu Rina dan juga tak lupa suami Bu Rina ikut memeluk nya .


" Kapan acara nya nak " tanya Bu Rina

__ADS_1


" 2 Minggu lagi Bu " kata Fahmi


" Baiklah kami akan luangkan waktu untuk menemani mu " kata Bu Rina kemudian pamit pergi


sedangkan Fahmi sedang rebahan di atas kasur yang baru dia beli beberapa hari yang lalu sebelum pulang.


" Pasti akan sangat nyaman" kata Fahmi tersenyum bayangan matanya sudah sampai tiduran malas - malasan berdua dengan sari .


" Oh so sweet pastinya " kata Fahmi terkekeh sendiri.


siang berganti sore kini Sasa dan Fadil baru sampai di kos an .


" Capek sekali, mbak sari kak Fahmi kapan datang kenapa tidak kasih kabar aku kan mau oleh oleh juga " kata Sasa cemberut


" Istirahat dulu lah capek " kata Sasa


" Ada kok oleh olehnya mandi dulu ya tapi " kata Fahmi santai


" Beneran oke deh " kata Sasa bak anak kecil ia langsung ke kamar mengambil baju ganti lalu keluar masuk kamar mandi.


Terdengar kran air menyala Sasa memulai mandinya dengan segera nan semangat.


" Beneran mandi " kata Fadil


" Kamu harus terbiasa dengan sikapnya" kata sari pada Fadil

__ADS_1


" Iya mbak " jawab Fadil kemudian beranjak dari duduknya mengambil baju ganti menunggu giliran Sasa selesai mandi.


Sore hari menjelang magrib mereka berkumpul seperti biasa di depan kos an.


" Mbak aku sendiri lagi dong kemana mana" kata Sasa memulai berbicara dengan nada sedihnya


" Nanti kamu juga ada saatnya " kata sari


" Iya mbak " kata Sasa


Agus yang hendak turun pun terdiam di tengah tengah tangga mendengar pembicaraan mereka


" Ko jadi nyesek ya , ah sudahlah aku akan terima semua mungkin ini sudah takdir ku bukan dengan nya " kata Agus kemudian melanjutkan jalan nya .


Agus diam diam tak menyapa mereka namun langkah nya terhenti karena ada yang memanggil nya .


" Mas mau kemana" sapa Fadil semua orang pun menoleh pada arah yang di tuju Fadil


" Mau keluar mas " kata Agus dengan senyum ramahnya.


" Oh kirain mau kemana gabung sini loh mas daripada di atas sendiri , seperti cuma mas yang nge kos di atas kan " kata Fadil .


" Ah iya Terimakasih lain kali saja saya duluan" kata Agus berlalu begitu saja .


bersambung

__ADS_1


__ADS_2