
Kabar pernikahan sari dan Fahmi pun sampai di telinga Bu Rina dan suaminya . ia ikut senang dan bahagia salah satu keluarga kos nya kan segera menikah .
Tapi tidak dengan Agus ia justru ada sesuatu yang hilang hatinya terasa hampa , ia merasa menyesal telah menyakiti dan selalu mendengar apa kata ibunya dulu .
" Alhamdulillah akhirnya anak ku sari ketemu jodoh nya " kata Bu Rina berbicara di depan kos an dengan Fahmi dan suami Bu Rina
" Sudah berani kamu ya Fahmi " kata suami Bu Rina dengan senyum bahagia
" Ya bagaimana ya pak takut nanti di ambil lagi " kata Fahmi
" Hahahaha kamu bisa saja Fahmi , " kata Bu Rina
" Kami pasti akan datang " kata Bu Rina
" Acara nya gak besar ko Bu hanya kecil keci an saja " kata Fahmi
" Tidak masalah yang terpenting kami bisa jadi bagian dari keluarga laki laki nantinya , ibu tahu bagaimana keluarga mu " kata Bu Rina membuat Fahmi teringat kembali bahwa dia tak ada ibu . entah kemana ibu nya pergi .
" Terimakasih Bu " jawab Fahmi dengan suara sedihnya
" Sudah jangan menangis ini semua sudah takdir dari Tuhan nak , anggap saja aku ini ibu mu juga " kata Bu Rina
" iya Bu " kata Fahmi memeluk Bu Rina dan juga tak lupa suami Bu Rina ikut memeluk nya .
" Kapan acara nya nak " tanya Bu Rina
__ADS_1
" 2 Minggu lagi Bu " kata Fahmi
" Baiklah kami akan luangkan waktu untuk menemani mu " kata Bu Rina kemudian pamit pergi
sedangkan Fahmi sedang rebahan di atas kasur yang baru dia beli beberapa hari yang lalu sebelum pulang.
" Pasti akan sangat nyaman" kata Fahmi tersenyum bayangan matanya sudah sampai tiduran malas - malasan berdua dengan sari .
" Oh so sweet pastinya " kata Fahmi terkekeh sendiri.
siang berganti sore kini Sasa dan Fadil baru sampai di kos an .
" Capek sekali, mbak sari kak Fahmi kapan datang kenapa tidak kasih kabar aku kan mau oleh oleh juga " kata Sasa cemberut
" Istirahat dulu lah capek " kata Sasa
" Ada kok oleh olehnya mandi dulu ya tapi " kata Fahmi santai
" Beneran oke deh " kata Sasa bak anak kecil ia langsung ke kamar mengambil baju ganti lalu keluar masuk kamar mandi.
Terdengar kran air menyala Sasa memulai mandinya dengan segera nan semangat.
" Beneran mandi " kata Fadil
" Kamu harus terbiasa dengan sikapnya" kata sari pada Fadil
__ADS_1
" Iya mbak " jawab Fadil kemudian beranjak dari duduknya mengambil baju ganti menunggu giliran Sasa selesai mandi.
Sore hari menjelang magrib mereka berkumpul seperti biasa di depan kos an.
" Mbak aku sendiri lagi dong kemana mana" kata Sasa memulai berbicara dengan nada sedihnya
" Nanti kamu juga ada saatnya " kata sari
" Iya mbak " kata Sasa
Agus yang hendak turun pun terdiam di tengah tengah tangga mendengar pembicaraan mereka
" Ko jadi nyesek ya , ah sudahlah aku akan terima semua mungkin ini sudah takdir ku bukan dengan nya " kata Agus kemudian melanjutkan jalan nya .
Agus diam diam tak menyapa mereka namun langkah nya terhenti karena ada yang memanggil nya .
" Mas mau kemana" sapa Fadil semua orang pun menoleh pada arah yang di tuju Fadil
" Mau keluar mas " kata Agus dengan senyum ramahnya.
" Oh kirain mau kemana gabung sini loh mas daripada di atas sendiri , seperti cuma mas yang nge kos di atas kan " kata Fadil .
" Ah iya Terimakasih lain kali saja saya duluan" kata Agus berlalu begitu saja .
bersambung
__ADS_1