Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Persalinan Ku


__ADS_3

Tiba saat nya aku melahirkan, saat itu anak yang ada dikandungan ku merasa tenang-tenang saja didalam rahimku, hanya saja menunjukkan pembukaan 1 tapi tidak menambah, dengan air, darah, dan lendir yang keluar akupun panik, saat itu bidan ku menyarankan untuk jalan operasi Cesar karena takut membahayakan anakku kalau lama di tindak lanjuti.. Akupun menurut, pada hari Sabtu tanggal 7-11-2020 aku dirujuk kerumah sakit besar untuk di operasi Cesar, semua keluarga Dion dan Dion menunggu diruang tunggu.. Saat diruang operasi aku hanya sendirian tidak ada Dion yang menemani, saat mendengar suara tangis anak ku, aku sangat bahagia.. Saat aku telah selesai operasi dan aku dipindahkan ke kamar pasien, Dion menghampiri ku, mencium keningku.. Samar-samar ku lihat wajah Dion, tapi terdengar jelas suara Dion yang serak dan putus-putus karena menangis.. Aku yang masih terpengaruh bius, hanya terbaring lemas dengan mata tertutup separuh.. Dokter dan perawat yang datang melihatku mengangkat tanganku dan melihat kondisi ku seperti tidak ada tulang, begitu lemas kurasa seluruh badanku, dokter memberiku suntikan di botol infus, berjam-jam aku terpengaruh bius, Dion tambah menangis ketika melihat ku saat itu.. Ibuku berusaha mengajak ku berbicara agar aku tidak tertidur, keluarga Dion dan ibuku mempercayai mitos yang katanya sehabis melahirkan tidak boleh tidur, mau itu operasi Cesar ataupun melahirkan normal, katanya kalau yang melahirkan itu tertidur arwahnya tidak akan kembali ke badannya lagi atau meninggal.. Aku yang saat itu merasakan ngantuk yang begitu berat, tidak bisa ku tahan mataku, hingga saat mataku hampir tertutup, ibuku mencoba membangunkan ku dan balik lagi mataku terbuka, tapi hanya separuhnya.. Karena saat itu pandemi, jadi hanya 1 orang yang boleh melihat ku.. Satu persatu keluarga Dion melihatku, tapi karena keterbatasan pengunjung keluarga Dion hanya 5 orang yang melihat dan keluarga ku hanya 2 orang yang melihat ku.. Setelah bius ku habis, aku tidak merasakan sakit sedikit pun dan dibagian manapun.. Aku yang baru pertama kali operasi tidak kebingungan, aku pikir mungkin memang tidak ada rasa sakitnya setelah habis bius.. Selama 3 hari aku dirumah sakit tidak ada aku merasa sakit.. Aku bersyukur ternyata Allah memberiku kekuatan dan meringankan rasa sakit ku..


Hari ketiga aku pulang dari rumah sakit... Campur aduk perasaanku saat itu, aku sangat bahagia tapi aku juga sedih karena aku saat itu tidak pulang kerumah ibuku.. Karena ibuku juga ada sakit jantung, dan ibuku juga bekerja di sebuah kantor perusahaan tidak memungkinkan ku untuk pulang kerumah ibuku selama melahirkan.. Saat sampai kerumah ntah kenapa rasa sakit hatiku begitu terasa saat melihat rumah mertua ku sendiri.. Kepulangan kami di sambut oleh anak-anak dari keluarga Dion.. Saat aku turun dari mobil ku tuntun sendiri diriku untuk masuk ke dalam rumah.. Kebetulan saat itu kami tiba lebih cepat daripada Dion.. Aku menuju ke kamar yang pintu kamarnya itu dipenuhi oleh anak-anak dari keluarga Dion, aku lalu menyuruh mereka untuk tidak langsung masuk kekamar kalau habis bermain dimana-mana karena mitosnya akan membawa hal-hal yang membuat tidur bayi menjadi terganggu seperti tiba-tiba kaget atau tiba-tiba tangannya diangkat ke atas dengan cepat dan gemetar bahasa di Medan itu namanya gamang..


__ADS_2