Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
cari muka dulu


__ADS_3

hallo reader, cerita ini hanya fiksi belaka.pemikiran dari author sendiri tidak nyata jadi apabila ada kesamaan nama tempat dll. itu hanya kebetulan saja.


" hallo Selamat pagi" ucap seseorang itu masuk kedalam kedai


Agus dan sari menoleh kearah sumber suara secara bersamaan.


" iya pesan apa mbak " ucap sari segera berdiri dari tempat duduk nya


" minum es jeruk saja " ucapnya sambil tersenyum


" baiklah tunggu dulu ya mbak " ucap laku pergi ke belakang membuat segelas es jeruk


" kamu Agus kan " tanya nya pada Agus


" maaf mbak siapa ya ko tau nama saya " ucap Agus bingung


" ini saya masa lupa sama teman sendiri Mia " ucapnya lagi


" oh mia . ah iya aku baru ingat lama tak bertemu bagaimana kabar mu " ucap Agus sedikit tersenyum nakal .


( makin cantik dan seksi aja nih anak " batin Agus dengan senyum nakal nya .)


" aku baik , " sambil tersenyum ( target didepan mata aku harus buat terus ingat aku dan melupakan sari Secara perlahan) batin Mia


" ini mbak maaf tadi aku dengar mendengar nama suami saya mbak kenal ? " ucap sari heran dengan perasaan tak enak .


" oh iya aku belum kenalan . kenal kan aku Mia teman Agus dulu . aku pernah bekerja satu box dengannya tapi itu udah lama mbak " ucapnya begitu sopan dan ramah sekali


" oh begitu ya kenalkan aku sari mbak istri mas Agus " ucap sari tak lupa tersenyum pula .


" oh jadi ini istri nya Agus cantik ya " ucap Mia sibuk melihat sari dari atas hingga bawah terlihat sederhana dan tak terlalu cantik


" mau aja ni Agus sama perempuan kampung ini " baginya Mia


" aku permisi dulu ya mbak gak tau tiba tiba perutku sakit " ucap sari pamit kebelakang


" ah iya mbak silahkan" ucapnya begitu ramah .


sari tak terlihat Mia langsung mendekati Agus


" itu istri mu Gus cantik ya tapi ko sederhana sekali " ucap Mia


" iya dia dari desa , biasa aja sih .oh ya ngomong ngomong kerja dimana kamu " ucapnya Agus berjalan kebelakang membawa piring bekas orang lain yang tadi belum sempat dibawanya , tak tau kapan Mia mengikuti tiba tiba memeluknya dari belakang dengan mesra.


" Agus aku kangen sama kamu " ucap nya sambil mencium leher belakang Agus , sontak saja aliran darahnya seperti tersengat listrik . ada rasa ingin mengebu ngebu secara tiba-tiba.


" apa yang kamu lakukan bagaimana kalau sari tahu " ucapnya sambil melepaskan pelukan Mia .


" dia tidak akan tahu kalau kita main cantik " ucap Mia begitu mesra didengar


" nggak aku nggak mau " ucap Agus


" sudahlah aku tau kamu juga mau kan , datanglah di tempat kerjaku di sana jika malam tak ada orang sangat sepi sekali. " ucap Mia mulai melepaskan pelukannya.


" untuk apa aku tak mau " ucap Agus

__ADS_1


" sudah lah sayang saja nanti kau akan tau " uca Mia lalu pergi meninggalkan uang beberapa lembar berwarna merah


" ini kebanyakan " ucapnya Agus


" itu untukmu berikan pada istrimu ,bilang lah kalau aku mau membantu mencari pekerjaan, " sebelum Mia pergi tak lupa ia membelai junior Agus dan menciumi bibirnya


entah kenapa Agus tak menolak ketika Mia mencium nya .Mia ******* bibir Agus sangat lembut hingga keduanya terbuai dan hampir melakukan nya di sana.


Agus segera tersadar bahwa dirinya dan sari sudah menikah , segera mendorong tubuh seksi Mia


" sudah jangan seperti ini nanti sari tau " ucap Agus


" aku akan merebut mu dari sari lihat saja kau akan tergoda olehku " batin Mia seraya berjalan keluar dari kedai itu


sementara Agus masih berdiri mematung memegangi bibirnya yang baru saja dicium Mia .


" sungguh menggoda sekali aku sangat ingin " ucap Agus tanpa sadar dirinya mengatakan itu


" oh astaga apa yang ku katakan ( menoleh ke kanan dan ke kiri ) untung sari belum datang " ucapnya seraya jantung berdegup kencang.


" mas " panggil sari dari belakang


" arghh" teriak Agus membuat sari ikut berteriak juga .


" aargghhh " teriak sari


" kenapa mengagetkan ku " ucap Agus sedikit kesal


" kamu juga kenapa berteriak" ucap sari


" ko marah sih gitu aja " ucap sari meraih ponsel nya melihat Mia tak ada


" mbak nya tadi mana " ucap sari bertanya


" udah pulang " ucap Agus , " oha ya katanya dia mau membantu kamu cari kerja " kata Agus lagi


" benarkah " ucapnya


" iya kenapa kamu nggak percaya" ucap Agus


" iya percaya " ucap sari datar .


( tadi nggak gitu kenapa tiba-tiba ditanya jadi sewot sih )


sore hari Mia datang lagi kebetulan lewat.


" hallo belum mau balik ya " sapa Mia Secara Tiba-tiba datang di kedai itu


" mbak Mia ? udah pulang " ucap sari sangat ramah


" udah ko mbak kebetulan jalan pulang lewat jadi aku mampir kesini gak apa-apa kan " ucap Mia lagi .


" ah nggak apa-apa mbak sering juga gak apa-apa ,lagian tutupnya malam ko mbak " ucap sari


" malam biasanya jam berapa mbak " ucap Mia senang mendengar bahwa tutup kedai malam .

__ADS_1


" biasanya aku dan mas Agus pulang jam 12 tergantung sepinya sih mbak kadang jam satu baru sampai rumah kadang kalau terlalu malam nginep disini" menerangkan pada Mia


" oh begitu " ucap Mia manggut manggut .


"ini kesempatan yang bagus pulang jam segitu pasti kalau sari ikut dia tidak akan curiga jika aku sering datang malam malam kesini " batin Mia dengan senyum dibibir nya


" mbak Mia kenapa " ucap sari mengangetkan lamunan Mia


" ah enggak nggak apa-apa ko , aku pesan makan ya laper banget nih ," ucap Mia seolah sudah sering ke kedai itu.


" ini mbak daftar menunya silahkan" ucap sari


Agus hanya diam melihat sari melayani Mia padahal Mia akan berbuat jahat padanya . Agus khawatir dia akan menyakiti sari jika tak mengikuti ke inginkan ya.


" jika kamu tak mengikuti keinginannku aku akan masukan ibumu kedalam penjara karena punya hutang banyak denganku dan sari akan menderita jika tak kau lepaskan" pesan singkat dikirim Mia barusan .mau tak mau Agus harus tega melakukan itu .


" apa maksudmu jangan mengancam ku kau " balas Agus


" ibumu beberapa hari yang lalu menerima uang dariku 10 juta dan hari 20 juta jika tak mengembalikan nya aku akan penjarakan dia " ucap Mia senyum enuh kemenangan.


agus mengepalkan tangannya dan terlihat oleh Mia.


ingin sekali menampar Mia namun takut sari mengetahui semuanya .


"ini mbak pesanannya " ucap sari datang dari belakang


" terimakasih mbak " menerima pesanan dengan senyum ramahnya.


" ikuti permintaan maka ibu dan sari aman " ucap Mia mengancam nya lagi .


Agus tak membalas nya lagi dia bingung mau balas apa mau mengembalikan uang dia tak ada uang sebanyak itu .


" oh iya mbak di tempat temanku ada lowongan kerja mbak mau nggak atau teman mbak juga boleh " ucap Mia


" kerja apa mbak " ucap sari


" kebetulan saya juga pengen kerja capek mbak sebenarnya ini kerjaan mas Agus bukan aku " ucap sari lagi


" di tempat temanku ada lowongan bersih bersih tapi menginap mbak , gimana mau nggak " ucap Mia sambil makan


" menginap ? " ucap sari menoleh ke Agus


"gimana mas boleh nggak , lumayan buat tambahan". ucap sari pada Agus .


Agus bingung mau jawab apa seandainya sari tahu itu adalah akal akalan Mia agar sering dekat dengan Agus pasti tidak akan mau


( izinkan atau ibumu masuk penjara) pesan Mia yang baru masuk ke ponsel Agus


" hmmm iya boleh deh " ucap Agus membuang nafas panjang.


" Alhamdulillah boleh mbak kira kira kapan ya mbak " ucap sari


" besok temanku akan datang kesini jemput mbak , mbak siap siap ya bawa baju juga " ucap Mia sambil senyum tersungging.


( bagus rencana ku berjala. dengan mulus haha ) batin Mia

__ADS_1


.


__ADS_2