Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
harus tahan banting


__ADS_3

pagi yang cerah menyelimuti kota kelahirann sari ....


" duh kesiangan mampus aku " sari gelagapan lalu mengambil baju kerja dan bersiap ke kamar mandi namun ketika membuka baju dikejutkan dengan Sasa yqng sudah berdiri tegap didepan pintu kama kos nya .Sonya sari kaget bukan main .


ceklek


" astaghfirullah " ucap sari memegangi dadanya yang berdegup kencang.


" Allahu Akbar" ucap Sasa tak kalah kagetnya.


" ngagetin aja sih mbak ?" ucap Sasa


" lah kami sih ngapain pagi pagi berdiri disini kan aku jadi kaget juga " ucap sari


" hehehe " bukanya menjawab sasa malah cengengesan.


" malah ketawa" ucap sari ingin ke kamar mandi takut telat namun dicegah Sasa


" ada apa ? . aku mau mandi sa nanti telat " ucap sari


" aku pinjam uang mbak , uangku kemaren udah habis aku kirim kekampung " ucapnya laku tertunduk.


" iy tapi aku mandi dulu nanti telat " ucapnya langsung ke kamar mandi sedang Sasa menunggu i didepan kamar sambil memainkan ponselnya.


15 menit sudah berlalu....pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan seseorang yang nampak segar


disisi lain kedua insan baru bangun dari tidur nampak sang pelakor terliahy malas untuk bangun.


" ayo bangun udah siang ini " ucap Agus


" bentar lagi mas ...aku pengen lagi ?" ucap Mia sambil mengelus permen milik Agus

__ADS_1


" ini sudah siang aku harus bekerja" ucap Agus


" bentar aja kok ya !" ucap Mia sambil merengek


tak mendapat persetujuan Mia pun langsung sembunyi dibalik selimut dan mengulum permen yang tak ada rasa manisnya itu .


sesekali terdengar suara ******* , karena sudah tak tahan Agus langsung menarik Mia dan memindahkan posisi mereka.


kini permen siap masuk kedalam mulut surga yang setia menampung nya walupun tak ada rasa manisnya sama sekali


Mia mengerang keras merasakan sentuhan uang amat luar biasa itu.....


Agus pun tambah semangat kala mendengar suara erangan Mia


susu kental manis pun tumpah pada tempat dan akhirnya Agus pun tumbang .


setelah aksi panas selesai Mia bangun dan beranjak ke kamar mandi dulu an.


" udah yuk " ucap sari


" mbak ???" ucap Sasa


" apa ?" ucap sari hendak berjalan


" yang aku bilang tadi ?" ucap Sasa


" ah iya lupa ini " ucap sari seraya menepuk jidatnya ia mengambil dompetnya dan mengeluarkan 2 kertas berwarna biru .


" makasih mbak nanti gajian aku ganti " ucap Sasa mulai berjalan mengikuti sari


" iya janji ya jangan telat soalnya setelah ini aku ada misi penting " ucap sari seketika Sasa mengernyitkan dahinya

__ADS_1


" apa mbak ?" ucap Sasa


" privat pokoknya" ucap sari


Sasa tak paham ia pun memiliki diam dan kini mereka sudah sampai direstoran biasa tempat nya bekerja.


sari mulai bekerja dengan hati uang gembira melihat hari ini sangat cerah .


tepat jam 12 siang waktunya makan semua sedang istirahat namun tidak dengan sari ia memilih untuk membereskan meja meja yang kotor terlebih dahulu


" kamu gak makan sar " ucap Fahmi


" enggak nanti dulu nanggung ini mumpung sepi


" justru itu kami harus makan" ucap Fahmi


" iya sebentar lagi selesai" ucap sari berlalu kebelakang.


Fahmi hanya diam memperhatikan sari yang mulai berjalan kebelakang itu .


sari kembali dengan membawa kotak makanan biasa ia gunakan saat makan .


" makan yang banyak biar kuat " ucap Fahmi


" kuat apanya nih " ucap Sasa


" kuat batin dll masih banyak kalau perlu tahan banting juga " ucap sari langsung disambut senyuman oleh Fahmi .


" ada ada saja kau ini tahan banting kamu pikir barang " ucap Fahmi


" lah gitu Kenyataan nya " ucap sari melanjutkan makannya .

__ADS_1


__ADS_2