
Sore hari .....
Jalanan sedang padat sampai terjadi kemacetan banyak debu asap bertebaran di udara .
" Sar nanti ikut aku yuk pulang " Kat Fahmi
" Pulang ??" tanya sari
" Iya tenang saja aku sudah bilang sama Cece " Kata Fahmi ia tahu apa yang sedang sari pikirkan
" Aku ingin secepatnya kit menikah biar kamu gak terus seperti ini , rasanya sakit sar melihatmu seperti ini " tutur Fahmi sambil berjalan beriringan dengan sari .
" Hem iya baiklah aku ikut " mata sari akhirnya menyetujui ajakan Fahmi
" Cie mau pergi kerumah mertua " kata Sasa dari belakang
" Kenapa iri ya dih gajelas kamu " Kata Fahmi mengejek perkataan sasa
" Apaan sih kak enggak ya aku gak iri justru aku senang mbak sari punya pendamping lagi " tutur sasa
" Udah udah ayok pulang keburu malam aku mau istirahat yang cukup deh " tutur sari
" Iya semoga betah dirumah mertua " jawab Sasa
" Insyaallah sa " jawab sari singkat .
Mereka sampai di depan kos .
Sari pun berhenti sebentar melihat sepeda motor tak asing baginya .
Ia masih hafal betul siapa pemilik nya .
__ADS_1
" Ini kan seperti punya nya .....ah gak mungkin mana mungkin dia disini " kata sari dalam hati
Fahmi melihat pergerakan sari melambat ia pun kembali menghampiri sari yang terdiam .
" Ada apa ?" tanya Fahmi
" Ah gak ada ayok cepet masuk dan mandi aku gak telat sampai rumah mu ntar " kata sari berjalan duluan menghilangkan rasa penasaran nya .
Fahmi pun sekilas melirik sepeda motor disebelah nya .
" Tadi dia melirik ini kan , apa ini punya nya dia ( mantan suami sari ) " kata Fahmi kemudian melenggang masuk .
Sampai di depan kamar , ia melihat sari baru saja keluar dari kamar mandi Dengan rambut basah .
" Sudah mandi , cepet banget " tanya Fahmi
" He he he biar kamu gak nunggu lama ntar , biasa kan cewe dandanya lama " kata sari tertawa kecil.
" aku mandi dulu kalau gitu " kata Fahmi masuk kamar meraih handuk dan baju gantinya.
Sari mengering kan rambutnya dengan cepat ia berdandan ala kadarnya kemudian mempersiapkan apa yang perlu dibawa .
Sari keluar belum sampai turun ia bertemu sosok seorang yang sangat ingin dia hindari .
seseorang hendak turun dari lantai e dengan mengendong bayi .
" Mia ?" kata sari dalam hati ia kemudian bersembunyi dari balik tembok .
Fahmi baru keluar kamar mandi heran dengan tingkah sari .
" kenapa ?" tanya Fahmi , sari menoleh langsung menunjukkan jarinya di bibirnya .
__ADS_1
" Ada apa sih " tanya nya kemudian mendekati sari , sari segera menarik Fahmi agar bersembunyi di belakang nya .
" Diam jangan berisik nanti kedengaran" kata sari berbisik .
Fahmi pun diam menurut saja tak lama terdengar langkah kaki seseorang.
" Kita turun dulu ya nak sambil nunggu ayah " kata Mia kemudian turun tanpa tahu ada yang sedang bersembunyi.
" Itu tadi kan ....." mata Fahmi
" Iya dia Mia , ko bisa ada disini " tanya sari
" Kemarin aku lihat si ( mantanmu ) itu datang kesini tapi waktu itu dia berada di atas ( lantai 3) seperti ngekos disini" mata Fahmi melihat ekspresi wajah sari berubah.
" Ngapain sih harus disini " gerutu sari kemudian pergi melihat raut wajah sari yang kesal , Fahmi pun semakin yakin bahwa ketakutan nya tak akan mungkin terjadi .
" Memang nya kenapa kalau mereka satu kos sama kita lagian kamu sama aku dia ya sama p*$@#or itu " kata Fahmi
" Aku gak suka lihat penghianat bahagia dia harus mengalami hal yang lebih parah dariku termasuk si perempuan ga@##al itu " kata sari kemudian masuk kamar , Fahmi pun mengikuti nya .
mendekati sari memeluk dari belakang dengan sayang sari pun tak menolak akan perlakuan Fahmi .
" Sudah jangan dipikirkan nanti kita terlambat, dirumah nenekku sudah menunggu mu mumpung masih jam segini kita berangkat yuk " ajak Fahmi
" ya udah lepasin dulu " kata sari
" hehe iya iya " kata Fahmi melepas pelukannya lalu
cup
mencium kening sari dan keluar dari kamar membiarkan sari siap siap
__ADS_1
bersambung