Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
nenekku menunggu mu


__ADS_3

Sore hari .....


Jalanan sedang padat sampai terjadi kemacetan banyak debu asap bertebaran di udara .


" Sar nanti ikut aku yuk pulang " Kat Fahmi


" Pulang ??" tanya sari


" Iya tenang saja aku sudah bilang sama Cece " Kata Fahmi ia tahu apa yang sedang sari pikirkan


" Aku ingin secepatnya kit menikah biar kamu gak terus seperti ini , rasanya sakit sar melihatmu seperti ini " tutur Fahmi sambil berjalan beriringan dengan sari .


" Hem iya baiklah aku ikut " mata sari akhirnya menyetujui ajakan Fahmi


" Cie mau pergi kerumah mertua " kata Sasa dari belakang


" Kenapa iri ya dih gajelas kamu " Kata Fahmi mengejek perkataan sasa


" Apaan sih kak enggak ya aku gak iri justru aku senang mbak sari punya pendamping lagi " tutur sasa


" Udah udah ayok pulang keburu malam aku mau istirahat yang cukup deh " tutur sari


" Iya semoga betah dirumah mertua " jawab Sasa


" Insyaallah sa " jawab sari singkat .


Mereka sampai di depan kos .


Sari pun berhenti sebentar melihat sepeda motor tak asing baginya .


Ia masih hafal betul siapa pemilik nya .

__ADS_1


" Ini kan seperti punya nya .....ah gak mungkin mana mungkin dia disini " kata sari dalam hati


Fahmi melihat pergerakan sari melambat ia pun kembali menghampiri sari yang terdiam .


" Ada apa ?" tanya Fahmi


" Ah gak ada ayok cepet masuk dan mandi aku gak telat sampai rumah mu ntar " kata sari berjalan duluan menghilangkan rasa penasaran nya .


Fahmi pun sekilas melirik sepeda motor disebelah nya .


" Tadi dia melirik ini kan , apa ini punya nya dia ( mantan suami sari ) " kata Fahmi kemudian melenggang masuk .


Sampai di depan kamar , ia melihat sari baru saja keluar dari kamar mandi Dengan rambut basah .


" Sudah mandi , cepet banget " tanya Fahmi


" He he he biar kamu gak nunggu lama ntar , biasa kan cewe dandanya lama " kata sari tertawa kecil.


" aku mandi dulu kalau gitu " kata Fahmi masuk kamar meraih handuk dan baju gantinya.


Sari mengering kan rambutnya dengan cepat ia berdandan ala kadarnya kemudian mempersiapkan apa yang perlu dibawa .


Sari keluar belum sampai turun ia bertemu sosok seorang yang sangat ingin dia hindari .


seseorang hendak turun dari lantai e dengan mengendong bayi .


" Mia ?" kata sari dalam hati ia kemudian bersembunyi dari balik tembok .


Fahmi baru keluar kamar mandi heran dengan tingkah sari .


" kenapa ?" tanya Fahmi , sari menoleh langsung menunjukkan jarinya di bibirnya .

__ADS_1


" Ada apa sih " tanya nya kemudian mendekati sari , sari segera menarik Fahmi agar bersembunyi di belakang nya .


" Diam jangan berisik nanti kedengaran" kata sari berbisik .


Fahmi pun diam menurut saja tak lama terdengar langkah kaki seseorang.


" Kita turun dulu ya nak sambil nunggu ayah " kata Mia kemudian turun tanpa tahu ada yang sedang bersembunyi.


" Itu tadi kan ....." mata Fahmi


" Iya dia Mia , ko bisa ada disini " tanya sari


" Kemarin aku lihat si ( mantanmu ) itu datang kesini tapi waktu itu dia berada di atas ( lantai 3) seperti ngekos disini" mata Fahmi melihat ekspresi wajah sari berubah.


" Ngapain sih harus disini " gerutu sari kemudian pergi melihat raut wajah sari yang kesal , Fahmi pun semakin yakin bahwa ketakutan nya tak akan mungkin terjadi .


" Memang nya kenapa kalau mereka satu kos sama kita lagian kamu sama aku dia ya sama p*$@#or itu " kata Fahmi


" Aku gak suka lihat penghianat bahagia dia harus mengalami hal yang lebih parah dariku termasuk si perempuan ga@##al itu " kata sari kemudian masuk kamar , Fahmi pun mengikuti nya .


mendekati sari memeluk dari belakang dengan sayang sari pun tak menolak akan perlakuan Fahmi .


" Sudah jangan dipikirkan nanti kita terlambat, dirumah nenekku sudah menunggu mu mumpung masih jam segini kita berangkat yuk " ajak Fahmi


" ya udah lepasin dulu " kata sari


" hehe iya iya " kata Fahmi melepas pelukannya lalu


cup


mencium kening sari dan keluar dari kamar membiarkan sari siap siap

__ADS_1


bersambung


__ADS_2