Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
minta imbalan


__ADS_3

sari baru sampai tak berselang lama . Fahmi datang dari belakang .


" sari baru datang " kata Fahmi


" iya , ko sendiri mana si Sasa gak pulang bareng" kata sari mencari cari keberadaan Sasa.


" Sasa tadi....." perkataan Fahmi terpotong ketika Sasa datang dengan penuh gembira.


Fahmi dan sari pun saling pandang.


" hallo semuanya" kata Sasa menyapa kedua orang yang saling pandang.


" iye yang dianter cowok nya untung banget si sari gak sendirian lagi " kata Fahmi


" he he he apaan sih malu , masih temenan saja ko " kata sari malu malu


" jadi aku " kata Fahmi memasang muka terkejut nan gemas


" haha sukurin gak di akuin " kata Sasa tertawa terbahak bahak


" udah mandi sana kasihan tuh cowoknya nunggu " kata sari mengubah Suasana.


" ah iya aku duluan mbak mas" kata sari


setelah Sasa menghilang dari hadapan Fahmi memandang sari dengan tatapan tajam sari pun hanya nyengir kuda kemudian pergi ke kamar nya .


" yah di kacang in awal saja Kalau ada kesempatan habis kau sari " kata Fahmi kemudian masuk kedalam kamar kos nya .ia merebahkan tubuhnya sejenak menghilangkan rasa capek pada tubuhnya.

__ADS_1


memandang langit langit kamar yang begitu terlihat motif batik nya.


Sasa sudah siap dengan baju kasual nya ia pun berjalan dengan gembira .


bagaimana tidak si pujaan hati sudah menunggu nya dibawah ia segera menghampiri nya.


" sudah yuk pergi keburu malam aku gak enak sama mbak sari " kata Fadil


Fadil adalah adik kelas sari waktu SMP hingga SMA .bagi Fadil sari begitu baik dan ramah jadi dia agak sungkan padanya terlebih Sasa adalah sahabat sari .


" jangan takut mbak sari itu baik ko " kata Sasa


" tadi udah bilang mau pergi " tanya Fadil


" sudah" kata Sasa


Sasa dan Fadil pun pergi , dari atas seseorang melihat kepergian mereka dengan hati yang iri namun juga senang karena Sasa tak lagi menyukai dirinya


aku harus bisa sembuh dan aku yakin sari itu jodoh gue .amin semoga saja Allah meridhoi keinginan ku ini . batinya


" woe ngelamun ya " teriak sari dari belakang sontak Fahmi pun terkejut dan memutar badannya.


" astaghfirullah sari aku terkejut ntar kena Serangan jantung gimana?" tanya Fahmi mengelus dada.


" ya maaf hehe laper makan yuk " kata sari merasa perutnya sudah lapar .


" ayok makan apa aku traktir," kata Fahmi

__ADS_1


" pengen makan gado gado enak deh kayaknya atau nggak batagor " kata sari


" jangan makan yang pedes pedes " kata Fahmi


" iya iya yuk keburu malam " kata sari menarik tangan Fahmi.


" bilang saja mau ngedate kan iri sama Sasa" kata Fahmi kesan mengejek dalam hati senang sekali tangan di gandeng oleh sari tanpa paksaan.


" enggak cuma lagi pengen makan yang ada sambal kacang nya itu loh " kata sari .


" oh begitu ya udah ayok apa sih yang gak buat kamu" kata Fahmi berjalan dengan semangat nya .


sari tiba tiba saja merasa capek ia berhenti sejenak.


"Kenapa berhenti,ayo di depan sana kang jualnya " kata


" capek gendong aku dong " kata sari mengangkat kedua tangan nya .


tanpa menjawab Fahmi segera memutar badan membelakangi sari berjongkok sambil meraih kedua tangan sari .


kini sari digendong Fahmi .


" semangat Fahmi gini kan romantis he he " kata sari


" kamu ngerjain aku " tegur sari


" enggak memang aku capek " kata sari

__ADS_1


" ya sudah nanti pulang aku minta imbalan" kata Fahmi dengan senyum ramah.


" imbalan apaan sih " tanya sari heran gak biasanya Fahmi seperti itu .


__ADS_2