Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Persalinan Ku #2


__ADS_3

Tak beberapa lama satu persatu anak-anak itu pergi, dan tinggallah hanya orang tua nya saja.. Beberapa jam kemudian, tinggallah aku dan anak ku dikamar.. Tak lama kemudian datang tetangga Dion yang baru saja selesai membersihkan ladang pisangnya yang berdekatan dengan hutan, tanpa membersihkan diri atau mencuci kaki dahulu tetangga nya itu langsung masuk ke kamar ku dan memegang pipi anakku.. Aku kaget setengah mati.. Apa-apaan ini?? Saat itu tidak ada siapa-siapa.. Dion dan ibunya pergi untuk membeli kan ku sari gabus untuk penyembuhan luka ku.. Tak lama kemudian tetangga nya itu berpamitan dan pulang.. Aku pun langsung memberikan pesan ke pada adiknya Dion untuk memberitahu orang yang mau menjenguk ku untuk cuci kaki dahulu ke kamar untuk membuang semua-semua hal-hal buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan anakku.. Kebetulan didaerah rumah Dion masih rawan hal-hal mistis dan masih ada makhluk ghaib.. Aku yang tidak mau anakku Kenapa-kenapa ya terpaksa aku melakukan itu.. Aku juga tidak percaya dengan jimat atau tangkal yang di pakaikan pada bayi agar terlindung dari mahluk halus.. Jadi caraku menghindari semuanya itu ya dengan pergi ke kamar mandi dahulu sebelum masuk ke kamar atau sebelum menjumpai anakku.. Tapi caraku ternyata tidak sejalan dengan pemikiran keluarga Dion dan ibu Dion termasuk Dion sendiri.. Salah satu keluarga Dion sakit hati karena ucapan ku itu.. Dan akhirnya memilih untuk di luar rumah Dion saja.. Tak lama ibu Dion dan Dion kembali kerumah.. Dengan merasa bersalah aku memberi tahu kepada Dion dan ibunya apa yang baru saja terjadi.. Setelah itu ibu Dion buru-buru pergi kerumah kakak nya untuk meminta maaf atas perkataan ku, syukur nya aku sudah menitipkan maaf ku kepada ibu Dion, dan maksud ku bukan untuk menyinggung pihak keluarga Dion.. Ternyata saat mereka berbicara kakak ibu Dion menangis karena sakit hati dengan ucapan ku.. Dia mengatakan aku tidak tahu tentang hal-hal menjaga bayi, dan mengatakan menjaga bayi dari gangguan ghaib itu bukan seperti caraku.. Tiba nya ibu Dion di rumah ibu Dion langsung membicarakan nya padaku apa yang terjadi dengan mereka saat berbicara.. Ibu Dion memaklumi ku karena aku yang tidak mempercayai benda-benda jimat atau tangkal untuk bayi.. Tak beberapa lama, Dion masuk ke kamar dan memarahi ku karena sudah menyinggung salah satu keluarga nya sampai menangis.. Lalu dengan hati yang geram akupun berpamitan kepada ibu Dion dan meminta agar anak ku dijaga selama aku pergi kerumah kakak dari ibunya Dion.. Saat itu waktu menunjukkan pukul 20:30.. Tapi ibu Dion tidak mengijinkan aku pergi, karena katanya wanita yang baru saja melahirkan itu masih darah manis dan tidak boleh keluar kalau sudah malam.. Yang aku percayai yaitu bisa saja kalau keluar di malam hari itu akan membuat si ibu masuk angin karena angin malam sangat tidak bagus untuk ibu yang baru saja melahirkan karena kondisi yang masih lemas.. Akhirnya aku masuk kekamar lagi, dan aku mengabaikan perkataan Dion.. Sampai pada saatnya aku tidak tahan dengan ocehannya, lalu ku jawab semua ocehan Dion dengan amarah dan nada tinggi.. Saat itu aku merasa seperti bukan diriku, dan aku marah sampai tidak terkontrol.. Aku hampir saja mencekik Dion, dengan cepat Dion memeluk ku dan mengucapkan ayat pendek sambil memegang kening ku..


__ADS_2