Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
minta dilamar


__ADS_3

Pagi pagi sudah ribut banyak tetangga yang lewat . ada juga yang sengaja beberapa kali lewat agar bisa mendengar apa masalah nya .


" Sudahlah aku gak mau tinggalkan istri ku disini bisa bisa gila aku juga yang repot " kata Agus dalam hati ingin sekali marah namun ia tahan kini sikapnya harus lebih dewasa demi kebaikan keluarga kecilnya di masa depan .


" ibu bilang gak yang nggak bisa melonjak nanti dia kamu ajak kesana " kata Bu Sri


" Keputusan ku sudah bulat Bu, dan satu lagi urus saja menantu kesayangan ibu satu ini jangan lagi cari Mia atau Agus " kata Agus kemudian masuk dalam kamar siap siap akan berangkat.


" Mas " panggil Mia .


" ayo cepat kita berangkat keburu siang " Kat Agus


" Maafkan aku ya mas gara gara aku " kata Mia


" Gak apa-apa aku yang salah karena terlalu percaya pada mereka , sudah anak kita mandikan nanti saja kalau kita sampai disana " kata Agus membawa barang barangnya keluar .


Terlihat Sera ibu Sri dan bapaknya duduk di sofa ruang tamu .


disusul Mia yang sudah mengendong anaknya.


didepan rumah semua sudah siap


" sudah semua gak ada yang tertinggal" tanya Agus


" nggak ada mas " jawab Mia .


" mas " panggil Mia

__ADS_1


" apa lagi Mia kita keburu siang " kata Agus


" Pamit dulu sama ibu dan bapak , biar gimana pun mereka orang tuamu orang tuaku juga " kata Mia kemudian masuk terlebih dahulu sebenarnya Agus sudah malas berhadapan dengan orang tuanya karena desakan Mia berhasil membuat mengikuti apa yang Mia ucap kan .


" Bu pak kami pamit dulu " kata Mia meraih tangan kedua orang tua Agus begitu juga dengan Agus .


" Hati hati maafkan sikap ibu dan mbak mu ya" kata bapak .


Bapak Agus memang sedari awal tidak setuju dengan tindakan istri dan menantunya itu namun ia kalah dengan apa yang istrinya katakan.


" Iya pak gak apa-apa" kata Mia kemudian keluar diikuti Agus .


Acara pamitan pun selesai Mia dan Agus berangkat .


...****************...


" Ada yang lagi bahagia kayaknya" kata Fahmi bersandar pada sebuah tembok .


" Iya dong kan habis dilamar mas pacar " kata Mia menunjukkan cincin yang tersemat di jarinya.


" Ha ha ha lucu sekali kau ini " kata Fahmi menghampiri sari mengacak acak rambutnya .


" Kan Kan jadi berantakan " kata sari cemberut membenarkan rambutnya kembali .


" Sudah ayok berangkat nanti terlambat" kata Fahmi merangkul pundak sari mengajak pergi .


Disusul pasangan lawak dari belakang.

__ADS_1


" Cie sudah dilamar" goda Sasa


" Iya dong kamu kapan " tanya sari sumringah


" Kita kapan yang" tanya Sasa kepada Fadil


" Kapan ya tahun depan saja lah gimana ?" tanya Fadil


" Boleh juga tuh nunggu kita punya anak dulu ya " kata Fahmi tersenyum tipis


" Ko gitu sih kasihan Sasa" kata sari


" Iya iya , katanya sari suruh secepatnya menyusul saja " kata Fahmi dijawab oleh Fadil


" Ya sudah nanti aku lamar setelah selesai bekerja " kata Fadil


membuat Sasa dan sari saling pandang tersenyum manis .


kedua pasangan sudah sampai di restoran . hari ini terlihat sibuk karena hari Senin cukup ramai pengunjung.


" Ayo semangat semangat " kata Cece tiba tiba saja muncul entah dari mana .


semua berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja .


Takut akan membuat mood Cece rusak dan berakibat dengan kemarahan


bersambung

__ADS_1


__ADS_2