
Pagi pagi sudah ribut banyak tetangga yang lewat . ada juga yang sengaja beberapa kali lewat agar bisa mendengar apa masalah nya .
" Sudahlah aku gak mau tinggalkan istri ku disini bisa bisa gila aku juga yang repot " kata Agus dalam hati ingin sekali marah namun ia tahan kini sikapnya harus lebih dewasa demi kebaikan keluarga kecilnya di masa depan .
" ibu bilang gak yang nggak bisa melonjak nanti dia kamu ajak kesana " kata Bu Sri
" Keputusan ku sudah bulat Bu, dan satu lagi urus saja menantu kesayangan ibu satu ini jangan lagi cari Mia atau Agus " kata Agus kemudian masuk dalam kamar siap siap akan berangkat.
" Mas " panggil Mia .
" ayo cepat kita berangkat keburu siang " Kat Agus
" Maafkan aku ya mas gara gara aku " kata Mia
" Gak apa-apa aku yang salah karena terlalu percaya pada mereka , sudah anak kita mandikan nanti saja kalau kita sampai disana " kata Agus membawa barang barangnya keluar .
Terlihat Sera ibu Sri dan bapaknya duduk di sofa ruang tamu .
disusul Mia yang sudah mengendong anaknya.
didepan rumah semua sudah siap
" sudah semua gak ada yang tertinggal" tanya Agus
" nggak ada mas " jawab Mia .
" mas " panggil Mia
__ADS_1
" apa lagi Mia kita keburu siang " kata Agus
" Pamit dulu sama ibu dan bapak , biar gimana pun mereka orang tuamu orang tuaku juga " kata Mia kemudian masuk terlebih dahulu sebenarnya Agus sudah malas berhadapan dengan orang tuanya karena desakan Mia berhasil membuat mengikuti apa yang Mia ucap kan .
" Bu pak kami pamit dulu " kata Mia meraih tangan kedua orang tua Agus begitu juga dengan Agus .
" Hati hati maafkan sikap ibu dan mbak mu ya" kata bapak .
Bapak Agus memang sedari awal tidak setuju dengan tindakan istri dan menantunya itu namun ia kalah dengan apa yang istrinya katakan.
" Iya pak gak apa-apa" kata Mia kemudian keluar diikuti Agus .
Acara pamitan pun selesai Mia dan Agus berangkat .
...****************...
" Ada yang lagi bahagia kayaknya" kata Fahmi bersandar pada sebuah tembok .
" Iya dong kan habis dilamar mas pacar " kata Mia menunjukkan cincin yang tersemat di jarinya.
" Ha ha ha lucu sekali kau ini " kata Fahmi menghampiri sari mengacak acak rambutnya .
" Kan Kan jadi berantakan " kata sari cemberut membenarkan rambutnya kembali .
" Sudah ayok berangkat nanti terlambat" kata Fahmi merangkul pundak sari mengajak pergi .
Disusul pasangan lawak dari belakang.
__ADS_1
" Cie sudah dilamar" goda Sasa
" Iya dong kamu kapan " tanya sari sumringah
" Kita kapan yang" tanya Sasa kepada Fadil
" Kapan ya tahun depan saja lah gimana ?" tanya Fadil
" Boleh juga tuh nunggu kita punya anak dulu ya " kata Fahmi tersenyum tipis
" Ko gitu sih kasihan Sasa" kata sari
" Iya iya , katanya sari suruh secepatnya menyusul saja " kata Fahmi dijawab oleh Fadil
" Ya sudah nanti aku lamar setelah selesai bekerja " kata Fadil
membuat Sasa dan sari saling pandang tersenyum manis .
kedua pasangan sudah sampai di restoran . hari ini terlihat sibuk karena hari Senin cukup ramai pengunjung.
" Ayo semangat semangat " kata Cece tiba tiba saja muncul entah dari mana .
semua berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja .
Takut akan membuat mood Cece rusak dan berakibat dengan kemarahan
bersambung
__ADS_1