
masih di kediaman keluarga Agus....
Agus menghela nafas panjang , ia sedikit pening dengan keadaan nya sekarang bagaimana bisa menikah dua perempuan sekaligus .
bahkan ia melakukan itu tak izin terlebih dahulu pada istri sah nya sari.
*maafkan aku sari tak seharusnya aku mendengar kan kata ibu , harusnya aku menepati janjiku padamu bukan begini .
aku harus bagaimana sekarang, apa aku harus melepaskan mu atau dia yang harus aku lepaskan.
ya Tuhan ampunilah aku* .....
begitulah angan angan Agus setiap hari merasa bersalah karena tindakan gegabah yang ia ambil tanpa memikirkan resikonya
sungguh malang.
" sudah dikirim belum " ucap Bu Sri membuyarkan angan-angan Agus.
" aku gak tau nanti deh aku cek sekalian jemput Mia ," ucap Agus mengusap wajah nya serasa seakan berat melangkah.
" kalau gitu cepat cek apa kamu mau ibu mati kelaparan dan gak bisa bayar utang hah" ucap Bu Sri sebelum masuk ke kamarnya.
tanpa menjawab Agus pun keluar sebelum keluar ia menemui Mia terlebih dahulu.
di kost an Mia
Mia duduk seorang diri menunggu suaminya datang .
__ADS_1
dari luar terdengar suara sepeda motor berhenti dengan sangat antusias Mia pun keluar . benar saja dugaan ya Agus datang .
" mas baru datang " ucapnya sumringah didepan pintu .
" iya mas kesini kangen dong sama istri mas ini" ucap sambil memeluk pinggang ramping milik Mia
" bohong ,kapan ceraikan sari aku dah gak sabar jadi istri mu satu satunya" ucap nya mengerucut kan bibirnya
" sabar sayang mas juga lagi mikir " ucap Agus
Mia dan Agus masuk sampai disana Agus sudah dihidangkan dengan makanan kesukaan nya . rasanya agak kurang enak lebih enak masakan sari walaupun sebenarnya sari masih belajar memasak .
namun Agus tetap menghargai masakan istri sirinya itu .
disisi lain ...
" trus aku harus gimana bang " ucapnya
" aku minta tolong buat cari info tentang temen kamu itu loh yang kemaren nikahan . " kata seseorang diseberang sana
" bang tanya aja deh nanti aku jawab kalau memata matai gak bisa " ucapnya
" nama suami teman kamu itu siapa " ucapnya
" namanya Agus mas" ucap
" kamu yakin ?" ucap seseorang yang tak lain ternyata Fahmi disana juga sari mendengarkan percakapan antara Fahmi dan Seva itu.
__ADS_1
"trus nama temen kamu siapa ?" ucap lagi makin penasaran
" Mia mas ia tinggal di kost an " ucap polos dari bibir Seva
" makasih ya dek Ats infonya kalau bisa sih mata matain dek biar jelas kasihn temen mas ini " ucapnya sambil melirik ke arah sari yang berada disampingnya. sontak sari sadar kau ia ditatap oleh fahmi.
" iya deh nanti aku usahakan ya mas" ucap Seva laku mematikan panggilan telpon nya .
sari masih tetap sabar mungkin nama yang disebut bukan nama suami dan temanya .
" kamu denger Sendiri kan tadi " ucapnya pada sari
" iya , tapi aku gak terlalu yakin mungkin itu namanya aja yang sama " ucap sari
" iya sih tapi apa susahnya kita percaya sedikit " ucap Fahmi
" jangan seudzon dulu kalau gak lihat dari mata kepala sendiri" ucap sari lalu bangkit dari duduknya
" mau kemana?" ucap Fahmi
" mau tidur capek " ucap sari berjalan menuju kamar nya .
" ya sudah tapi jangan nangis loh ya " ucap Fahmi Nampak khawatir
" gak lah aku kan dah gede masa iya nangis " setelah mengatakan itu sari masuk kedalam seketika keheningan menerpa sisi tempat itu .
Fahmi pun segera masuk ke kamarnya Merasa dirinya juga mengantuk .
__ADS_1