Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sidang


__ADS_3

pikiran kalut semuanya sudah terlambat menentukan pilihan.


sidang akan dimulai besok pagi .


Agus tertidur didalam bus , hingga seseorang membangunkanya .


" bangun bangun sudah sampai" katanya Agus mulai membuka matanya matahari pagi menyinari bumi menusuk jendela bus


" mungkin ini sudah jalan nya " batin Agus sambil melihat sekeliling semua orang yang tadi bareng naik sudah tidak ada didalam bis hanya ada beberapa orang saja .


" bang turun didepan ya " kata Agus .


tak lama akhirnya bus berhenti ia segera mencari kang ojek yang biasa menunggu di parkiran terminal .


disisi lain .....


" bangun hei bangun sudah pagi " kata Fahmi sambil mencoba mendudukkan sari namun gagal lagi lagi sari tidur dan menarik selimut nya kembali.


" sari cantik bangun ya sudah siang " kata Fahmi.


" gak mau aku mau tidur saja " kata sari manja .

__ADS_1


" astaga mau sampai kapan kamu ngebo sari ini sudah pukul 7 nanti terlambat" kata Fahmi .


" jadi pisah atau mau tersakiti terus " kata Fahmi yang masih setia duduk didekat nya


" ayolah sari bangun " kata Fahmi seakan sudah menyerah .


" iya iya " jawab sari kaku duduk dibelakang Fahmi .Fahmi membalikan badannya.


" senyum dong jangan pasang muka kusut gitu , kamu harus yakin sama keputusan ini " kata Fahmi mengacak acak rambut sari .


" apaan sih ,sumpah aku tuh sebenernya kurang apa sih dia gak kerja aku gak masalah. dia nganggur aku kerja cuma mau bantuin ekonomi keluarga kecil ku aja tapi dia malah tega gitu dibelakang aku " kata sari .


" dah buruan aku tunggu diluar " kata Fahmi beranjak keluar kamar.


satu jam berlalu sari dan Fahmi bersiap berangkat namun diluar dugaan didepan kost ia bertemu seseorang yang hari ini akan jadi lawan nya di pengadilan nanti .


" ngapain kamu kesini " tanya sari


" aku ingin bicara serius sar " jawab Agus


" bisa bicaranya nanti saja aku buru buru " jawab sari berjalan tergesa-gesa.

__ADS_1


" tunggu sar aku ingin bicara jangan pergi dulu tolong dengarkan aku " kata Agus mencegahnya pergi , sari pun menjadi heran dengan aksi Agus kali ini .


" apa dengarkan kamu bilang ,lalu dimana dirimu selama ini hah , dimana aku sering sekali ingin bicara serius ,curhat sama kamu pernah kami kasih kesempatan buat aku bicara ?? enggak kan jadi buat apa lagi ngasih kesempatan sama orang gak tau di untung kaya kamu bisanya cuma cari kesalahan orang lain saja " kata sari kini hatinya kembali sesak jika mengingatnya hampir 5 tahun menikah namun jarang sekali Agus mendengar semua keluhannya.


" apa kenapa diam " tanya sari dengan nada amarah.


" sar aku bisa jelasin tolong dengarkan aku " kaya Agus meraih punggung tangannya namun secepatnya ditepis oleh sari .


" maaf Ndak bisa , kita bicarakan nanti disana " kata sari berlalu begitu saja melewati Agus yang masih diam mematung .


seketika bulir bening kembali membasahi pipinya.


" sudahlah sar sekarang keputusan ini sudah tepat kamu harus yakin dari hatimu " kata Fahmi .


" iya aku sudah yakin " kata sari .Fahmi dan sari berangkat menuju tempat persidangan.


sampai disana sudah ramai orang dan Agus pun sudah duduk ditempatnya.


semua orang saling berbisik terdengar ditelinga sari banyak yang membela Agus dari pada dirinya .


tok... tok...tok...suara palu diketok tiga kali barulah semua orang diam dan serangkaian acara di laksanakan tanpa adanya suara lagi .

__ADS_1


__ADS_2