Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
mari berjuang bersama


__ADS_3

tak lama sari duduk sampai kopinya habis Fahmi keluar dengan memegang ponsel nya.


" sari belum tidur " tanya nya


" minum kopi gini mana bisa tidur " kata sari sambil tersenyum.


Fahmi yang mendapat senyuman itu pun menjadi terpesona masalah senyuman itu sudah lama tak ia lihat .


sari melihat Fahmi diam pun bingung sendiri.


" Fahmi ada apa" tanya sari namun tak ada jawaban dari Fahmi


" Fahmi woe" teriak sari


" ah iya sari ada apa " tanya Fahmi


" kau ini ditanya malah balik nanya" kata sari sedikit kesal.


" ah tidak sari tidak ada , ikut aku mau nggak naik ke atas duduk loteng udah lama gak kesana" tanya Fahmi sedikit gugup .


" loteng " tanya sari


" iya bagaimana kalau gak mau ya sudah " kata Fahmi


" ikut " kata sari kemudian beranjak dari duduknya.


sari sedikit lari karena tertinggal oleh Fahmi.


" tungguin " kata sari hampir terpeleset untungnya Fahmi cekatan meraih tangan sari dan menariknya.

__ADS_1


" astaga untung aja makanya jangan lari " kata Fahmi ngomel ngomel .


sari memperagakan wajah Fahmi saat ngomel , Fahmi pun dibuat gemes olehnya tingkah sari .


" sudah" tanya Fahmi dengan muka kesalnya.


" sudah " jawab sari dengan tersenyum puas.


" ha ha ha " makin tertawa lebar.


" sudah jangan banyak ketawa gak dia aku cium mau " kata Fahmi melanjutkan jalannya.


" cium ah nih " kata sari menunjukkan pipinya yang sedikit tembem.


" gak Mau cium disitu " kata Fahmi . sari pun diam sebentar seperti memikirkan sesuatu.


" lalu dimana?" tanya sari mulai waspada .


dengan cekatan Fahmi menarik sari kedalam pelukan menenggelamkan wajahnya dileher sari .


sari pun diam merasakan geli geli nikmat di area lehernya, padahal Fahmi cuma mencium pelan.


tak lama hanya sebentar Fahmi melepaskan pelukannya.


" maaf " kata Fahmi kemudian duduk didekat tangga .


" gak apa-apa" kata sari malu maki kemudian menunduk menyembunyikan wajahnya.


Fahmi terlanjur melihatnya wajahnya kini tersenyum manis.

__ADS_1


" pengen seperti dulu sar sebelum dia datang mengambil mu dariku " kata Fahmi tiba tiba berubah santai namun terdengar serius .


sari mendongak menatap wajah Fahmi seksama.


" tapi kenyataannya aku bukan seperti dulu , lukaku masih basah belum kering betul" kata sari menatap ke depan.


" dan lagi aku trauma ,aku takut menyakiti mu " kata sari lagi .


" aku harus menunggu mu Sampai sembuh lagi , tapi apa gak kita coba saja Pelan pelan " kata Fahmi


" maksud kamu " tanya sari


" ya seperti dulu hanya kita yang tau " kata Fahmi


" wah kaya maling dong kita " kata sari tersenyum menurut nya sedikit aneh dan lucu .


" ha ha ha bukan maling loh " kata Fahmi malah tertawa.


" terus apa ? " tanya sari


" gak apa-apa jadi gimana " tanya Fahmi .


" aku gak tau bisa apa nggak sulit Fahmi sulit " kata sari


" aku akan coba bantu menyembuhkan lukamu itu dengan pelan tapi pasti jika aku gagal aku akan pergi "kata Fahmi membuat sari jadi sedih dia gak mau kehilangan sosok Fahmi yang selalu ada untuk nya selama ini sudah senang duka pun selalu ada.


lain lagi dengan Fahmi dia berpikir gagal adalah pergi meninggalkan dunia ini selama masih ada kesempatan dia tidak Mia membuang buang waktu .


entah kenapa dengan sari dia merasa semangat hidupnya akan bertambah dia yakin jika suatu saat dia akan sembuh.

__ADS_1


" aku yakin pasti bisa sembuh , semangat hidup ku juga harus sembuh tuhan pasti akan mengabulkan keinginan kita yang sama sama ingin sembuh seiring berjalannya waktu. pasti itu pasti ,mari berjuang bersama " batin Fahmi .


sampai malam sari dan Fahmi masih berada di loteng tanpa ada yang tau .


__ADS_2