
sari pergi sendirian, ia menikmati hari ini Karena besok sudah masuk bekerja seperti biasa.
sari sudah sampai tempat tujuan,disana seperti pasar malam namun itu bukan pasar malam .
sari berkeliling sebentar disana , sari duduk sendirian.
tak lama duduk hanya sebentar saja ia merasa tidak betah jika tidak berjalan ditempat itu baginya tempat itu adalah satu satunya tempat untuk menenangkan pikiran nya.
saat ini pikiran nya sedang kacau entah apa yang harus dilakukan nya .
krukk
kembali terdengar suara dari perutnya cacing cacing pita dalam perutnya sudah protes dari tadi namun karena asik menikmati keindahan malam ia abaikan .
" duh lapar makan apa ya enaknya " ucapnya sambil menoleh ke kanan dan kiri .
sari mulai berjalan mendekati salah satu pedagang disana .
batagor kayaknya enak , udah lama banget gak makan batagor
sampainya sari langsung memesan 1 porsi batagor .
" Bu batagor nya satu ya " ucapnya
" minum nya apa neng " ucap ibu penjual
" teh hangat aja Bu " ucapnya kini sari sudah duduk ber alaskan tikar yang sudah disediakan si penjual .
". tunggu sebentar ya neng " ucapnya memulai menyiapkan bahan bahannya.
" iya " ucapnya singkat dengan senyuman manis .
setelah pesanan sampai sari pun melahap habis batagor yang ia pesan nampaknya sangat sangat lapar.
" berapa Bu " ucapnya
hah cepat sekali , barusan aku baru deh jatuh nya ko udah habis aja , ni manusia apa bukan sih kelihatan cantik tapi ah sudahlah masa iya jam segini demit udah pada iseng .
bayinya sambil tersenyum simpul.
" 15 ribu neng " ucapnya sambil tersenyum agar tak ketahuan apa yang dipikirkan nya .
" ini Bu " ucapnya memberikan 1 lembar berwarna hijau.
" ini kembaliannya neng " ucapnya.
" terimakasih Bu " ucapnya sebelum pergi
" sama sama " jawab penjual .
" aduh masih lapar " ucapnya merasa perutnya belum kenyang
" beli apa ya " kata sari melihat sekelilingnya.
__ADS_1
lama ia melihat sekelilingnya matanya tertuju pada sebuah pedagang menjual bakso sari pun .
tak terasa senyuman manis pun terukir di wajahnya . sari melangkah mendekati penjual bakso .
" bang seporsi berapa" ucapnya sampai didekat pedagang bakso .
"7 ribu mba " ucapnya
" 3 bungkus ya bang " ucap sari ia ingin makan di kost an bersama 2 teman nya itu .
" sebentar ya neng " ucapnya menyiapkan 3 bungkus bakso yang dipesan oleh sari .
" iya bang " ucapnya sambil menunggu sari melihat sekelilingnya banyak sekali orang berdatangan disana .
" ini neng " ucapnya menyerahkan satu kantong kresek
" ini bang uangnya " ucapnya sebelum mengambil kantong kresek tersebut.
" pas ya neng "ucap setelah menghitung uang yang diberikan sari .
sari pun berbalik dan tersenyum pada penjual itu .
" semoga aja pada belum makan " ucap sari seingatnya mereka memang belum makan .
30 menit berlalu sari sampai di pintu kost nya, melihat kamar Sasa tertutup rapat .
*apa dia sudah tidur trus bakso nya siapa yang habiskan ??
batin sari mendekati dapur kecil*
" wah sedep punya siapa nih " kata seseorang sambil clingak clinguk mencari pemiliknya.
" kebetulan nih , udah makan belom " seseorang yang tak lain Fahmi itu pun kaget mendengar ada yang berbicara padanya.
" alamak , bikin jantungan aja nih anak" ucapnya sambil mengelus dada.
" heheh maaf " ucap sari sambil membuka satu bungkus bakso .
" aku juga mau " ucap Fahmi melihat sari makan bakso nya .
" ambil mangkok sendiri" ucapnya sambil menikmati semangkuk bakso ditangannya .
" ya salah bagi dikit Napa" ucap Fahmi sengaja menggoda sari
" gak mau ambil sendiri" ucap sari tetap menikmati baksonya .
" oh ya Sasa mana ya " ucapnya
" gak tau tidur mungkin " ucap Fahmi langsung membuka bungkus bakso nya .
" aku lihat dulu deh jagain baksonya awas jangan dimakan " ucap sari sebelum meninggalkan baksonya di meja
" iya " ucap Fahmi
__ADS_1
********
di dalam ruang tamu terdapat keluarga berkumpul bersama.
mereka menyusun rencana selanjutnya agar sari tak pernah tahu kebusukan hati suaminya .
kini Agus mantap mengikuti apapun ibunya minta ia tak lagi peduli apa jadinya nanti sari jika ia tahu kebusukan nya selama ini .
" sari kan kerja sekarang kenapa gak minta uang padanya aja " ucap ibu Sri
" mana mungkin sih Bu aku minta malu lah " ucap Agus
" bilang aja dek buat berobat ibuk gitu " ucap Sera ikut ikutan .
" bener tuh kata kakak kamu , udah buruan telpon dia pokonya dia gak boleh punya uang banyak " ucap ibu Sri .
keluarga Agus tak sepenuhnya memberi restu pada Agus dan sari , Bu Sri sengaja menikah sari dan Agus hanya semata karena uang dan sari pun tak pernah pelit soal uang .
bagi sari ibu Sri sama saja sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
Agus pun segera mengirim pesan pada sari .
sari ada uang gak ? (Agus )
" buat apa mas aku belum kerja " ( sari )
" ibu sakit sar butuh uang " ( Agus )
" ada sih mas tapi buat tabungan kita nanti kalau udah punya anak " ( sari )
" pakai itu aja dulu nanti biar ibu yang ganti " ( Agus )
" ya udah deh mas nanti aku kirim butuh berapa"(sari)
" 3 juta aja sar "( Agus )
" banyak sekali mas"( sari )
" buat pegangan mas juga Sampai sekarang belum dapat pekerjaan maaf ya belum bisa ngasih kamu juga ( Agus )
" ya udah deh nanti aku transfer ya "(sari)
" iya mas tunggu" (agus).
sari pun tak membalas pesan terakhir Agus ia menghela nafas kasar
" gimana " ucap Bu Sri
"udah Bu nanti di transfer katanya " ucap Agus
" bagus sering seringlah minta uang , di kerja kan bantu kamu " ucap Bu Sri
" tapi aku gak enak sama dia Bu , harusnya kan dia dirumah dan aku yang bekerja dulu dia bekerja ingin bantu aku supaya penghasilan kita bertambah , " ucap Agus
__ADS_1
" alah gak usah sok deh gua sekarang nikmati aja hidupmu gak usah kerja " ucap Bu Sri meremehkan lalu pergi dari sana .
terlihat keluarga Agus memang benar benar tak menganggap sari sebagai bagian dari keluarga nya , ada sedikit keresahan dalam diri Agus . ia melakukan kebodohan yang tak seharusnya ia ikuti . sebagai lelaki ia harus tau tanggung jawabnya dan harus nya ia memiliki pendirian yang kuat bukan begini mengikuti kata orang yang akan membuat keluarga kecilnya hancur.