Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
bukan menantu idaman ibu


__ADS_3

" kamu itu dari mana saja nyusahin aku terus , dah tau hamil tua masih saja keluyuran " tegur Agus begitu Mia sampai .


Mia terlihat diam tak menggubris omongan Agus barusan .


Mia melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya yang lengket.


" bukanya di jawab malah diam saja punya mulut gak sih " Agus masih saja ngomel nggak jelas.


15 menit Mia selesai mandi kini menggunakan daster ala ibu ibu hamil . merasa badannya jauh lebih rileks dan segar , Mia makan seadanya di meja .


tak begitu lahap ia hanya makan untuk mengurangi rasa laparnya saja . begitu memilukan dirinya yang sekarang tak seperti dulu apa apa selalu dibela sekarang sudah jauh berbeda ketika dirinya tak lagi bekerja dan menghasilkan uang .


begitu pun dengan Bu Sri kini jadi sering menggunakan kata kasar padanya.


sungguh malang nasib nya !


" aku habis cari pinjaman tadi " kata Mia memecah keheningan.


" pinjaman, pinter banget cari pinjaman emang uang yang aku kasih masih kurang ha" kata Agus sedikit menaikkan nada bicara nya

__ADS_1


" sebentar lagi aku akan melahirkan kita butuh uang banyak mas, lagi pula uang yang mas kasih hanya cukup 2 Minggu saja , laku dua Minggu lagi kemana aku harus cari sementara diriku tidak bekerja " kata Mia


" mas hanya memberi ku 5 lembar saja , laku uang mas yang lain kemana , kita juga butuh uang buat bayar kost an mas belum kebutuhan yang lain . coba aku tanya kamu udah mikir apa yang dibutuhkan nanti perlengkapan bayi mana baru juga beli baju doang mas yang lain masih banyak yang belum ke beli , lalu apa salahnya aku pinjam " kata Mia kini mulai meneteskan air mata.


" soal itu nanti aku pikirkan, aku pusing Mia jangan tambah beban terus " kata Agus mengusap wajahnya.


" aku capek mas seperti ini terus , tapi kalau tinggal sama ibu kamu aku gak kuat . lihat saja tiap hari minta uang aku kerja saja enggak , kalau ibu mikir lihat kita sekarang pasti mikir kalau kita lagi kesusahan tapi itu nggak sama sekali. kata Mia.


" pantas saja dulu mbk sari sering mengeluh minta bantuan sama aku cari pekerjaan ternyata ini alasan nya " kata Mia keceplosan , sebenarnya sari sudah bilang agar tak memberitahu kan soal ini.


" maksudnya kami apa Mia " kata Agus terkejut mendengar kata Mia


mas gak akan peduli" kata Mia


" ingat ya mas begini bukan karena gak suka sama ibu tapi aku gak suka sama cara ibu memperlakukan semua menantu nya seperti" kata Mia.


" mungkin juga bintang dirasakan mbak sari waktu itu , seperti bukan menantu idaman tapi menurut ku itu salah kalau dilihat mbak sari itu menantu idaman .dirumah rajin banget beres beres rumah , masak juga bisa, pinter cari uang pula beruntung sekali nanti yang jadi ibu mertua nya pasti sangat bersyukur " kata Mia.


" sudah lah Mia jangan ngomongin itu terus biarlah yang dulu dulu sekarang ya sekarang" kata Agus kini mengerti semua keluh kesah Mia dan sari bila di jadikan satu dengan ibunya.

__ADS_1


ibunya taunya hanya uang , uang dan uang .


mungkin bagi Bu Sri menantu yang beruang lah yang menjadi idaman nya .


" Zara cepat bantu sini " panggil Sasa dari depan


" iya mbak sebentar" kata Zara


" sa aku duluan ya pekerjaan ku sudah beres" kata sari


" cepet amat mbak , oh ya mbak Habi kerja aku mau jalan sama itu tuh " kata Sasa cengar-cengir.


" iya boleh tapi pulang mandi dulu ya " kata sari


" oke siap " kata Sasa


" Zara duluan ya " kata sari dengan senyum ramah.


" oke mbak hati hati " kata Zara membantu mengangkat barang yang baru sampai.

__ADS_1


persediaan Resti menipis dan semua bahan makanan kini baru datang dan itu tugas Sasa membawa nya kebelakang.


__ADS_2