
didalam kamar sari tengah dilanda gelisah ,
" aku harus bagaimana , tapi aku tak membuat kesalahan kenapa juga Fahmi seperti itu " sari merasa bersalah pada Fahmi .
sari sudah salah paham dengan gelagat Fahmi tadi di cafe dia pikir Fahmi marah padanya namun ternyata dugaan nya salah .
pandangan Fahmi justru menemukan sosok yang selama ini memberikan luka di hati sekaligus trauma .
sejak saat itulah Fahmi sering kali insecure , pendiam,sering marah gak jelas, dan cerianya pun semakin menghilang.
tok
tok
tok
suara ketukan dari luar menghentikan lamunan nya.
" siapa " tanya Fahmi dari dalam kamar.
" ini aku sari " jawab sari dari balik pintu
mendengar jawaban sari Fahmi beranjak dari tidurnya.
menghela nafas panjang meraih gagang pintu kemudian.
ceklek
suara pintu terbuka, ia menarik sari masuk kedalam kemudian menutup nya kembali .
pintu sudah tertutup sari dengan sejuta pertanyaan di benaknya kini terkejut ketika Fahmi memeluk dan menciumnya dengan lembut.
sari diperlakukan seperti itu hanya diam pasrah , Selina detik berikutnya sari ingin melepaskan pelukannya namun Fahmi semakin erat dan membisikkan sesuatu.
__ADS_1
" sebentar saja biarkan aku tenang dulu " kata Fahmi masih memeluk sari .
sari yang mendengar bisikan Fahmi mengangguk patuh .namun kini dirinya baru sadar ditangannya ia membawa satu kotak martabak dan juga terang bulan kesukaan Fahmi .
" ini bagaimana" tanya sari menunjuk qoa yang dia bawa
" oh pantesan dari tadi nyium bau martabak ternyata kamu bawain " kata Fahmi melepas pelukannya segera ia merebut kotak itu dari tangan sari .
" tadi aku keluar aku pikir kamu marah sama aku jadi ya aku belikan ini " kata sari .
" aku nggak marah cuma ....." belum selesai bicara pintu kamar sudah diketuk seseorang.
seseorang ???
" ada yang mengetuk pintu kamu sembunyi dulu " kata Fahmi
" dimana " tanya sari ketakutan
" di lemari itu saja , cepat masuk " kata Fahmi membantu sari masuk kedalam lemari.
pintu terbuka menampilkan sosok yang tak pernah ia inginkan lagi .
siapa lagi ??
Laras kah ?
sudah pasti jawaban nya iya .
" maaf cari siapa ya " tanya fahmi pura pura tak mengenali nya
" kamu lupa sama aku " kata Laras
" maaf tapi saya tidak mengenal mu " jawab Fahmi santai
__ADS_1
" pura pura gak kenal biar gak sakit hati lagi ?" tanya seseorang dari balik Laras dia adalah Anggara
" mau apa kalian kesini " tanya Fahmi sinis.
" aku hanya mengantar kekasihku dia ingin menyelesaikan masalah nya denganmu " jawab Anggara dengan entengnya .
" masalah apa aku pikir tidak ada masalah di antara aku dan pacarmu ini " jelas kata Fahmi
" jangan gitu lah Fahmi semua masih bisa kita perbaiki kan waktu kamu hanya salah paham semua tidak seperti yang kamu lihat " kata Laras memohon
Anggara hanya diam tanpa kata .
" aku mohon Fahmi beri aku kesempatan" kata Laras
" maaf aku udah punya calon , jadi tolong jangan ganggu aku lagi " kata Fahmi ingin menutup pintunya kembali
" Fahmi aku mohon maaf in aku beri kesempatan untuk ku " kata Laras meraih tangan Fahmi , dengan cepat Fahmi menepisnya dan masuk kamar kembali.
mata Anggara memicing tak suka dengan apa yang barusan Fahmi lakukan.
dengan gentar ia menghampiri dan menarik Fahmi .
" beraninya kau " kata Anggara kesal
dan
bugh
bugh
beberapa bogem mentah mendarat sempurna di pipi Fahmi hingga ia tersungkur ke belakang dan mengeluarkan darah segar dari hidungnya .
bersambung
__ADS_1
jangan lupa Tinggalkan jejak kalian 😁