Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sebuah ketulusan


__ADS_3

Sampain nya dilantai atas


" Pak Bu sekali lagi saya ucapkan terbanyak sudah membantu saya , seperti nya kami akan sangat betah disini mengingatkan tempat saja sangat nyaman dan juga jauh dari kebisingan " kata Agus panjang lebar


" Oh tentu saja nak , kalau ada apa-apa panggil bapak Ndak apa apa saya siap membantu ya kan Bu " kata suami Bu Rina


" Iya betul itu pak " kata Bu arina tersenyum sangat ramah


Hati Mia dan Agus merasa terharu dan tersentuh dirumah mereka diperlakukan tidak baik namun berbeda disini mereka seperti memiliki orang tua yang baik .


" Kalau begitu kami permisi ya nak Agus dan mbak Mia selamat beristirahat " Kat Bu Rina pamitan


" Iya sudah jam 2 mungkin sebentar lagi banyak yang akan pulang " kata suami Bu Rina


Kemudian berlalu dari hadapan Agus dan Mia .


" Mas istirahat dulu nanti saja beresin barang barang nya " kata Mia merebahkan tubuhnya di samping putri Cantik nya .


" Iya mas udah beli tak baju buat anak kita , nanti kita " kata Agus


" Mas Agus emang hebat " Mia memuji Agus membuat tersenyum manis.


Mia kelelahan begitu juga dengan Agus kini keduanya tertidur pulas hingga pukul 4 sore .


Pukul 4 sore di restoran masih rampai ramai pengunjung .


" Masya Allah ramai banget jadi lembur kita " kata Sasa

__ADS_1


" Semangat jangan pantang menyerah katanya mau dilamar" kata sari


" Hehehe tadi hanya gurauan mbak aku sebenarnya belum siap" kata Sasa


" Loh kenapa" tanya sari


" Ya gitulah mbak " jawab Sasa


" Kalau kamu yakin , pasti semua akan baik baik saja percaya lah " kata sari kemudian dipanggil salah satu pengunjung.


" Iya mbak aku yakin kok" jawab Sasa kemudian melenggang pergi dari hadapan Sari


Di tengah sibuk-sibuknya Fahmi dikejutkan kedatangan seseorang yang ia kenal .


" Dia kan istri baru nya Agus kan ngapain lagi kesini " kata Fahmi lalu berjalan kearahnya.


" Pesan ayam penyet 2 mas sama minumnya es teh saja dibungkus ya " kata Mia


" Iya baiklah ditunggu ya mbak " kata Fahmi kemudian pergi .


Dari kejauhan sari melihat adegan Fahmi dan Mia berbincang bincang ada rasa cemburu disana .


" Awas saja kalau genit genit sana Fahmi habis ku " ucap sari dengan muka merah padam namun ia tahan sebaik mungkin.


" Kenapa mbak kok mukanya begitu " tanya Fadil kebetulan lewat didepannya.


" Itu temenmu mulai genit sama istri orang" kata sari kemudian melenggang pergi.

__ADS_1


" Lucu sekali ya kalau perempuan udah cemburu , gak ketulungan" Kata Fadil sambil tertawa kemudian ikut pergi menyapa pengunjung yang berdatangan.


" Ini kah pesanan nya silahkan bayar di kasih sebelah sana " kata Fahmi menunjukkan tempat kasir


" Oh iya terima kasih kak " kata Mia beranjak dari duduknya.


Setelah selesai Mia langsung pulang ke kos nya


...****************...


" Lama sekali ma , rame ya " tanya Agus membuka makanan yang baru dibeli Mia


" Iya mas rame banget hari Senin mungkin makanya rame banget , andai aku kerja disana pasti kecapekan banget bisa bisa " kata Mia ikut duduk menikmati makanan yang baru dibeli nya.


" Ntar saja kalau putri sudah besar kamu boleh bekerja nanti aku akan cari kerja yang bisa ambil siang saja biar bisa bergantian jaganya bagaimana" tanya Agus mengutarakan usulnya


" Ide bagus mas kalau gini kan aku bisa punya uang sendiri kan " kata Mia senang


" Iya memang ini kan yang ingin aku rencanakan namun semua gagak gara gara ibu , aku gak ma kayak dulu lagi sudah cukup untuk semuanya" kata Agus menuturkan esa penyesalan nya .


" Sudahlah mas mungkin ini juga karma ku telah merusak rumah tangga mu sama mbak sari ," kata Mia


" Sudahlah mari kita pikirkan masa depan kita yang dulu biarlah berlalu" kata Agus tersenyum hangat .


Mia pun melihat ada ketulusan disana ia yakin bahwa Agus akan berubah


bersambung

__ADS_1


__ADS_2