
Sasa dan sari melihat sekeliling dan baru menyadari nya , " ah benar juga cepat sekali kita Sampai nya " kata Sasa seraya menepuk dahinya sendiri.
" secepat kilat kayaknya kita tadi " Tegus sari berjalan masuk meninggalkan Sasa didepan restoran entah apa yang ia lakukan.
" sa ayo masuk ngapain di situ pake cengar-cengir pula !" kata sari heran , sasaran menjawab sari pun balik ketempat semula mengikuti arah pandang Sasa.
" oh karena cowok itu rupanya!" tegur sari menepuk pundak Sasa pelan.
" eh enggak apaan sih mbak " ucap Sasa terkejut.
" apa apa juga gak papa sa , aku senang kamu gak sendiri lagi , dah berapa lama" kata sari menanyai sambil masuk ke restoran.
" semenjak mbak nikah aku sama dia mbak hehe " kata Sasa
" oh sudah lama berarti!" kata sari
" iya mbak kenapa , menurut mbak gimana?" tanya Sasa pada sari .
" lumayan lah buat kamu asal jangan terlalu percaya 100% padanya tau kan maksudku ?" tanya sari
" iya aku tau mbak " jawab Sasa
" ya udah kita mulai bekerja yang lain udah pada datang tidak enak " kata sari
" iya ayo mbak " jawab sasa mengambil alat alat nya .
seorang perempuan sedang hamil tua berjalan mendekati Restoran tempat sari bekerja, ingin sekali ia meminta bantuan padanya namun ia sangat sungkan atas apa yang ia lakukan dulu .
" apa aku harus minta bantuan padanya ya ?, tapi apa dia mau membantu ku "
__ADS_1
" tapi kalau gak minjam dia aku harus pinjam ke siapa lagi " katanya
" ngapain dia kesini " tanya Sasa Dalma hati .
Sasa menoleh mencari ke arah sari namun ia tak menemukan keberadaan nya .
" bagus mbak sari gak ada aku akan buat perhitungan sama dia !" kata Sasa berjalan keluar tanpa ada yang mengetahui nya .
" he ngapain kesini mau ngemis " tanya Sasa nada ketus
" mbak , aku kesini cuma ....." ucap nya dipotong oleh Sasa
" cuma apa bilang saja mau ngemis , lihat penampilan mu sekarang huh sungguh seperti gembel " kata Sasa membuat dada Mia sesak .
" enggak mbak bukan begitu ,aku ingin ketemu mbak sari " kata Mia .
" Ngapain ketemu mbak sari .dia lagi kerja jangan di ganggu " kata Sasa.
" sudah pergi sana " kata Sasa.
Sasa masuk dengan menghentakkan kakinya dilantai membuat yang lain heran dengan sikapnya.
" ko kenapa sih sa " tanya Zara anak baru disana seumuran dengan Sasa.
" ada gembel didepan nih lihat " kata Sasa menunjuk Mia yang masih diam Diluar.
" hah gembel ko cantik begitu mana hamil lagi " kata Zara
" cantik apanya muka dekil begitu " kata Sasa
__ADS_1
" kan dia gak perawatan coba kalau ke salon pasti cantik banget" kata Zara kagum
Mia pun memutuskan pergi begitu melangkah terdengar nama nya dipanggil.
" mbak tunggu !!" tegur Zara
" ada apa ya mbak ?" tanya Mia .
" mbak kenapa gak masuk , bukanya tadi saya lihat mbak berhenti disini cukup lama " tanya Zara ramah .
" saya hanya ingin menemui seseorang mbak dia bekerja disini " kata Mia
" oh ya siapa mbak ?" tanya Zara ramah .
" sari mbak " kata Mia
" oh mbak temanya mbak sari ya " jawab Zara
" iya mbak , dianya kemana ko gak kelihatan" tanya Mia
" dibelakang mbak makanya gak terlihat , ada perlu apa biar saya sampaikan mbak " kata Zara
" ah tidak mbak gak terlalu penting juga kalau begitu saya permisi" kata Mia
" oh iya hati hati mbak " kata Zara memberikan senyuman.
Zara menatap punggung wanita itu hingga tak terlihat , terlintas dalam angannya memikirkan perkataan sasa.
dia temanya mbak sari ,kata mbak Sasa di gembel , gembel ko cantik begitu . seperti nya mereka lagi bertengkar deh , ah sudahlah bukan urusan ku .
__ADS_1
zara masuk kedalam Restoran kembali.