
masih sangat pagi matahari terbit dari timur. Terlihat indah ketika masih sangat pagi . diperjalanan tak ada percakapan sama sekali.
diperjalanan tampak berlalu lalang kendaraan saling beradu cepat seperti sedang berlomba-lomba.
" cepat sekali aduh gak kebayang jika ada kecelakaan" gumam sari dalam hati .
Agus berhenti tepat dilampu merah ia melihat ke arah samping melihat seseorang dari kaca spion .
" itu kan " gumam Agus dalam hati terus menatap wajah perempuan itu.
" aku pasti akan merebut kembali, tunggu saja wanita sialan " ucap perempuan itu seraya melaju dengan kecepatan sedang. perempuan itu ternyata juga memandang Agus dari belakang namun ia pura pura tidak tahu jika dirinya juga melihat .
" ayok sudah lampu hijau ngapain melamun " ucap sari menyadarkan Agus yang tengah melamun usai melihat wajah perempuan itu .
tanpa menjawab sari Agus melajukan motornya mengikuti perempuan itu dari belakang tanpa sari curiga .
dalam hati sari terasa sangat tidak nyaman entah kenapa tiba-tiba rasa itu muncul .
" ada apa nih pagi pagi sudah merasa begini , ya Allah semoga semua baik baik saja . amin " ucap sari dalam hati.
Agus melajukan motornya mengimbangi kecepatan perempuan itu dirinya ingin mengetahui dimana tujuannya atau tempat nya bekerja.
perempuan itu yang tak lain orang yang di kenal kan padanya melalui foto semalam.
" aku harus tau dimana dia bekerja sampai sampai ibu menyuruh ku untuk mendekati nya " Agus berbicara tanpa tahu sari mendengar nya
sari yang mendengar nya mengernyitkan dahi nya .
" siapa mas " sari langsung kepo usai Agus berhenti berbicara
" ah bukan , bu ..bukan bukan siapa-siapa" ucap Agus sedikit gugup .
" aduh kenapa dia harus dengar sih kan kalau ketahuan repot nantinya " batin Agus dia tak bisa meninggalkan sari karena hanya sari lah yang bisa menerima kekurangan Agus tak seperti mantan mantan nya yang meninggal kan nya hanya karena dia orang tak punya .
sampai lah sari dan Agus ditempat bekerja sari turun dan masuk ke dalam menuju kamar mandi sudah tak tahan ingin pipis yang sedari tadi ditahannya.
" ada ada saja " ucap Agus geleng geleng kepala.
" mas makan dulu " mengambil bekal dari dalam tas kecil nya .
" iya sebentar" menata ruang sebelum buka kedai
" iya bentar aku siapin " ucap sari terlihat sangat sibuk
selesai menata ruang Agus dan sari sarapan terlebih dahulu didalam hati Agus memikirkan sesuatu hal agar sari tak ikut bekerja.
__ADS_1
" gimana ya biar sari gak ngikutin aku terus , pokok nya aku harus tau dia bekerja dimana? " dalam batin karena cuma itu satu satunya Agus bisa membahagiakan ibunya namun menyakiti hati sari . disisi lain Agus tak ingin melepaskan sari karena baginya sari selalu ada disaat susah maupun senang bahkan Agus belum ada pekerjaan sari tak terlalu menuntut lebih padanya .
Agus selesai makan ia mencoba bertanya pada sari apakah masih ingin mencari pekerjaan.
" sari " panggil Agus pelan, sari pun menoleh namanya dipanggil.
" iya ada apa mas " ucapnya
" kamu udah dapet tempat kerja yang baru belom" ucapnya
" belum mas " ucap sari sambil menggeleng
" kayaknya aku balik lagi aj ke kotaku , aku mau bekerja ditempat dulu " ucapnya lagi berharap Agus mengijinkan
dalam hati Agus senang sari masih berniat keras ingin bekerja lagi namun ia tak mau jauh jauh darinya .
" kita cari Deket sini saja nanti biar aku tanya teman temanku ya " ucap Agus
" hmm iya mas makasih tapi kalau gak ada gak apa apa kan aku balik kesana lagi " ucap sari yang sudah di Du dengan temannya Sasa.
dengan berat hati Agus meng iyakan .
" iya terserah" agus membuang nafas panjang
" hmmm "
hp Agus bergetar ia yang melihat langsung meraih ponselnya yang diletakkan di laci depannya.
sungguh kaget bukan main mengetahui pesan dari siapa.
yang tak lain adalah perempuan yang tadi ketemu dijalan .
" dari mana dia mendapatkan nomorku , ah kacau jangan sampai sari tahu " batin nya Agus .
" hallo ini Agus kan apa kamu masih mengingatku ?, ini aku teman lama mu Mia "
begitulah isi pesan yang dikirim nya
" ah iya aku masih ingat " jawabnya dengan emot tersenyum .
" oh iya ngomong ngomong kamu sudah nikah kenapa tidak mengundangku " balasnya lagi
" maaf soal itu aku hanya merayaidirumah istriku saja " balasnya nya lagi
" oh begitu , kamu kerja dimana kalau dekat boleh dong aku mampir . ya sekedar mampir saja " balasanya lagi penuh harap . "aku pastikan kamu akan tunduk padaku hahaha " batin Mia seolah merencanakan sesuatu.
__ADS_1
" iya silahkan nanti aku kirim alamat nya " ucap Agus Tanpa basa basi lagi
" ah iya baiklah sudah dulu ya aku masih banyak kerjaan" balas Mia lagi
" iya " Agus hanya membalas singkat lalu menghapus semua percakapan nya dengan Mia ia tak mau sari tahu soal itu . apalagi soal Mia
* * *
disisi lain ibu Agus sedang berbicara di telfon dengan seseorang.
" bagaimana apakah kamu berhasil " ucapnya
" iya aku berhasil dan bahkan dia akan mengirimkan alamat tempat kerja aku yakin rencana kita akan berhasil Bu " kata seseorang itu yang tak lain adalah Mia
" bagus teruskan aku akan membantu mu , nanti atau besok datanglah kesini " ucap ibunya Agus seraya senang rencana nya berjalan dengan baik
" baiklah sudah dulu ya Bu aku mau bekerja dulu " ucap Mia
" iya baiklah jangan lupa buat ibu " katanya lagi
" siap nanti aku transfer ya Bu " ucap Mia sambil tersenyum smirk , ( dasar mata duitan kalau bukan karena Agus aku tak Sudi memberikan nya ) batin Mia .
sesaat telepon selesai Mia segera mengatur rencana baru .
"mas maka dulu udah siang " ucap sari pada Agus yang tak pernah curiga sang suami akhir-akhir ini mengotak Atik ponsel nya dan tak terlalu fokus pada pekerjaan nya .
" mas ayo ko main ponsel terus sih " ucapnya kesal diabaikan.
" iya sebentar" ucapnya sambil meletakkan ponsel miliknya dan menaruh secara terbalik .
sari yang melihat itu mengernyitkan dahi nya.
" kenapa tiba-tiba jadi begitu " batin sari ingin bertanya namun ia tak berpikiran buruk tentang suaminya .
" Agus maka. sambil berpikir kalau aku dekati dia lagi aku pasti bisa punya uang lebih secara kan kerja dia bagus lumayan buat aku dan sari " batin Agus .
"Ting " ponsel aku menyala ia langsung mengambil nya
" Gus jangan telat makan ya nanti kamu sakit loh , nanti sore aku akan mampir ke tempat mu bekerja beh kan " ucap Mia
" jangan ada istriku" ucapnya gugup sari akan tahu jika dia saling kirim pesan dengan Mia
" tenang saja aku akan membantu nya mencari pekerjaan agar aku bisa bertemu denganmu jadi gak ada yang ganggu dong " ucap Mia
" kita cuma teman kamu jangan Ngada Ngada ya " ucap Agus sedikit emosi
__ADS_1
" iya iya aku tahu tenang saja aku hanya ingin membantu mu saja " ucapnya lagi , dalam hati " membantu menghancurkan rumah tangga mu Gus hahaha " seraya senyum smirk ditempat kerjanya.