Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
kecurigaan 2


__ADS_3

" aku harus selidiki tapi siapa.yang mau membantuku " batin sari


" ini sudah malam berangkat jam berapa" ucap agus mengejutkan lamunan sari


" baru magrib , nantilah habis Isyak" ucap Sri semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan.


" kalau gitu aku keluar dulu , mau kerumah teman karena aku harus cari pekerjaan baru " ucapnya


" loh mas udah gak kerja disana" ucap sari begitu terkejut mengetahui sang suami tak lagi bekerja


" iy baru keluar satu Minggu yang lalu" ucapnya berbohong.


" aku ikut ya sekalian beli oleh-oleh" ucap sari


" Ndak usah nanti aku belikan " ucap Agus


" ya sudah " ucap sari cemberut


disisi lain Mia sudah menanti seseorang disebuah cafe kecil milik temanya .


" lama sekali sih " ucapnya menggerutu sendiri.


" maaf menunggu lama " ucapnya


" ko lama pasti istri tuamu gak mengijinkan ya " ucap Mia


" tadi dia mau ikut ya gak bolehin dong " ucap Agus. ya ternyata yang ditunggu Mia itu Agus . dan Agus lagi lagi membohongi sari .


" hmm ya sudah emang nya dia belum berangkat mas" tanya mia


" nanti jam 7 dia berangkat katanya dan aku harus cari oleh-oleh buat dia bawa" ucap Agus


" ya udah kalau gitu ayo kita Carikan nanti setelah dia berangkat kita bisa berduaan deh " ucap Mia penuh semangat


" ya udah ayo " ucap Agus beranjak dari duduknya.


satu jam lebih ia berbelanja oleh oleh semua yang dicari sudah dapat Agus bergegas pulang .


sari yang menunggu dirumah nampak sudah cemberut saja.


" lama banget sih mas Agus ini udah jam 7 lebih " ucap sari sambil berjalan mondar mandir dari dari tadi .


" sabar dek mungkin masih dirumah temen nya " ucap Sera yang dari tadi duduk bersama nya .


tak berselang lama terdengar suara motor agus didepan rumah.


" nah itu dia dek , ini udah nunggu lama dari mana saja sih dek " ucap Sera.


"ya maaf habis rame banget tadi dipasar" ucap Agus .


" nih oleh oleh nya hati hati dijalan kayanya rame tuh jalan " ucapnya sambil menyodorkan sebuah kardus kecil .


" banyak banget mas , kak Sera mau nggak " ucapnya membuka kardus itu .


" boleh " ucap Sera.


" nih kak " ucap sari memberikan 2 bungkus plastik berisi kue khas di kota B .


" makasih sari oh ya hati hati kalau balik mana udah malam usahakan jangan tidur ya " ucap Sera


" iya kak" ucap sari masuk ke kamar membereskan baju bajunya yang akan dibawanya.


satu jam kemudian....


sari berpamitan sebelum pergi suqti masalah terjadi entah apa salahnya tiba tiba sari dituduh .

__ADS_1


" kamu tahu gak kalau dirumah itu bilangin sama orang itu bertanya jangan diam saja " ucap ayah mertuanya bernama pak ji


" istri mu itu gak punya mulut ya !!


mau berangkat gak bilang dulu sama ibu lihat ibumu kaya gini gara gara siapa ? ya istrimu !!


" ucap pak ji


Agus hanya diam saja begitu pun dengan sari yang tak tahu apa masalah.


" salahku apa coba diruma semua aku kerjakan masak juga aku bahkan belanja pun juga aku pake uangku bahkan aku tak pernah meminta untuk dikembalikan" batin sari


" dia gak tau apa apa pak sudah lah jangan menuduhnya" ucap Agus


" terus saja bela sana biar ibumu mati saja " ucap pak ji


terus menuduh sari tanpa sebab ,


Bu Sri tampak tergeletak lemas tak sadarkan diri di ruang tv itu semua orang berkumpul disana.


Agus pun keluar duduk di ruang tamu ," aku balik besok saja ya mas " ucap sari lirih .


" ia tunggu sampai semua baik ya " ucapnya


" hmm" ucap sari


suasana hening sejenak setelah Bu Sri sadar ia bangun dan duduk didekat sari .


" berangkat kapan nak " ucap Bu Sri yang tadi pingsan tak sadarkan diri dan tak atau kejadian saling menyalahkan terjadi.


" besok subuh buk " ucap sari


" ya sudah kamu tidur saja biar besok tidak telat " ucap Bu Sri


kring


kring


kring


alarm yang dipasang sari menyala keras .


sari bangun mengumpulkan nyawa .


" huahmm mas bangun anterin " ucap sari menggoyangkan lengan Agus .


" hmm ,jam berapa" ucapnya sambil meregangkan otot-otot nya


" huahhh" sekali sekali menguap


" udah jam 4 nih mas , bentar aku cuci muka dulu " ucapnya bangun dari tidurnya beranjak ke kamar mandi.


Agus pun bangun dan bersiap siap mengantar sari sampai di terminal.


" mas aku berangkat dulu ya " ucap sari


" iya hati hati doa in nanti mas dapat pekerjaan" ucap Agus


" iya mas pasti ,ya udah aku pamit " ucapnya lalu mencium tangan suaminya sebelum naik ke bus .


" akhirnya dia berangkat juga " batin Agus setelah bus yang membawa istrinya pergi dari hadapannya hingga tak terlihat lagi .


dret


dret

__ADS_1


dret


suara ponsel Agus


" hallo " ucapnya


" gimana mas dia udah berangkat" ucapnya seorang perempuan diseberang sana yang tak lain Mia istri sirinya .


" sudah " ucapnya singkat


" yes bisa berduaan lagi deh " ucap nya dengan sumringah


" langsung kesini aja ya mas dah kangen nih " ucap Mia


" iya , mas kesana tunggu saja sebentar lagi sampai " ucap Agus mematikan telepon dan langsung tancap gas menuju kos nya Mia .


didalam bus masih berpikir keras ingin balik lagi dan menyelidiki semua namun apalah daya ia terikat kerja yang tak bisa ditinggali.


" aku minta tolong seseorang" bergumam sendiri.


tak lama kemudian ia tertidur didalam bus.


seseorang menyentuh tubuhnya dengan menggunakan jari jemarinya


" mbak sudah hampir dekat " ucapnya berlalu begitu saja


sari yang merasa dibangun kan segera membuka matanya perlahan dan meregangkan otot-otot nya .


" udah sampai mana ini " ucapnya lirih lalu membuka aplikasi google map .


" masih satu jam lagi " ucapnya lagi menutup ponsel nya


sari mengotak Atik ponselnya, melihat beberapa menit lalu ada pesan dari Fahmi


"sari kamu sudah sampai mana "


begitu lah isi pesan tersebut ,sari segera membalas nya .


" aku hampir dekat ko " balas sari


Ting


ponselnya kembali mendapatkan notice pesan.


" aku jemput ya ,tunggu aku disana" ucapnya setelah itu tak bisa dihubungi lagi .


sari menghela nafas kasarnya, ia melihat keluar jendela meratapi nasibnya yang tak sesuai ekspektasi yang ia harapkan selama ini .


tak lama kemudian bus pun berhenti disebuah terminal kota.


" udah sampai pak " ucap sari pada salah satu crew bus itu


" sudah sampai mbak " ucapnya


" oh iya terimakasih pak " ucapnya lalu turun lagi dan lagi ia meregangkan otot-otot tubuhnya.


" Alhamdulillah aku udah sampai " ucapnya lalu masuk melintas dalam ruangan disana banyak warung yang sudah buka namun sari tak ingin beli apa pun melainkan ingin cepat sampai , sampai didepan terminal sudah disambut seseorang dengan senyum ramahnya.


" aku pikir nunggu lama , ternyata kami gercep " ucap sari


" iya dong biar gak telat kan " ucapnya


" hehe iya " ucap sari


Fahmi memberikan helm satunya pada sari setelah sari naik dibelakang nya fahmi menyalakan motornya dan pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2