
sari keluar dari ruangan Cece ,belum memulai pekerjaan sudah dipanggil lagi .
" ada apa ya ?" batinya memandangi kedua temannya .
" nggak tau " kata temanya melanjutkan pekerjaan.
" aku tinggal dulu ya " kata sari berlaku begitu saja.
" iya hati hati semoga gak terjadi apa-apa" kata salah satu temannya.
ia khawatir jika sari di marahi atau dipecat karena selama ini sari terkenal sangat baik dan ramah terhadap siapa pun .
sari sudah berdiri didepan pintu ruang kerja Cece kini jantung nya berdegup kencang.
tok
tok
tok
" masuk " terdengar suara Cece dari dalam .sari membuka pintu pelan pelan .
" Cece manggil saya lagi ada apa " tanya sari hati hati.
" iya aku memanggilmu sini duduk" kata Cece kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam laci .
" tadi aku lupa memberikan ini untuk mu " kata Cece menyerahkan amplop putih .
__ADS_1
sari membuka dengan rasa penasaran.
" uang ??" kata sari nampak terkejut dan belum mengerti kenapa ia diberi uang .
" iya itu uang untuk kamu , itu bonus karena kamu selama ini sudah bekerja dengan sangat baik , maaf kalau baru memberikan sekarang karena aku sering sibuk dan jarang datang kesini " kata Cece menyampaikan permintaan maaf nya .
" gak apa-apa ce saya mengerti kok " kata sari
" kamu memang baik sari ya sudah kamu boleh lanjut bekerja" Kata Cece
" terimakasih ce sekali lagi terima kasih ,saya permisi dulu " kata sari
" oh ya lagi jangan bilang sama siapa siapa ya sari , karena tidak semua mendapat bonus seperti mu " kata Cece mengingat kan agar tak cerita dengan yang lain .
" baik ce Terim kasih " kata nya lagi sebelum keluar dari menyimpan amplop putih itu pada saku celananya .
hari itu sari bekerja seperti biasa dengan perasaan campur aduk ada bahagia ada sedihnya juga .
sari sering terlihat tersenyum sumringah.
Fahmi yang melihat itupun senang sekali Gus heran .
" habis dapet apaan nih senyum senyum , eh maaf bukan maksud aku gak suka lihat kami senyum cuma heran tapi aku senang lihat kami bisa senyum seperti ini " kata Fahmi yang sudah berdiri didekat sari yang sedang membersihkan meja .
" apa sih gak ada kok " kata sari .
" ya udah kalau gitu beneran gak apa-apa atau dapat apa gitu " kata Fahmi lagi
__ADS_1
" nggak ada tadi aku cuma dipanggil Cece biasalah soal permasalahan Ku dia tahu . dia kasih motivasi buat aku jadi sekarang bisa tersenyum lagi " katanya menunjukkan deretan gigi putih nya .
" iya jelas senang orang dapat bonus setara sama gaji , ah seketika lupa sama masalah ku sendiri" batin sari tersenyum senyum sendiri.
" nah loh belum juga ditinggal udah kumat " kata Fahmi yang masih setia nunggu in sari .
kebetulan pekerjaan Fahmi sudah selesai jadi dia nungguin sari buat pulang bareng .
" eh ko ....." kata sari terbata bata sekaligus kaget . akibatnya sari kaget membuat sukses Fahmi ketawa terbahak bahak baginya ini sangat lucu tingkah nya begitu mengemas kan seperti anak kecil sedang kecolongan.
" ha haa h ha ha ha ha " tawa Fahmi terpingkal pingkal.
Raut wajah sari seketika berubah jadi masam ,ingin rasanya menutup mulutnya dengan cabai rawit biar tahu rasa .
" FAHMII !! " teriak sari seketika tawanya berhenti .
" buset habis aku Mak lampir marah " kata Fahmi ancang-ancang akan kabur .
namun belum sempat kabur bagian baju belakang Fahmi sudah di pegang i sari .
" mau kemana kau " kata sari menampilkan wajah galaknya .
" ampun Mak ampun gak lagi " kata Fahmi
" apa kau bilang Mak ". kata sari sambil melepaskan sepatunya siap melayang di kepala Fahmi .
" mati aku , KABUR " kata Fahmi sudah lari tunggang langgang ke depan resto .
__ADS_1
untung resto sudah sepi tidak ada pengunjung jadi Fahmi tak merasa malu sama sekali.