Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Mia melahirkan


__ADS_3

malam pukul 22.00 masih berkumpul dimeja makan .


" sudah malam ayo tidur kami kemaren habis kambuh cepat tidur " kata sari


" katanya pacaran ko kamu aku sih , pake panggilan sayang dong " kata Sasa


" apa sih gak ada ko " kata sari malu malu


" malu malu tapi mau " kata Fahmi membuat wajah sari memerah


blush


" ha ha ha " tawa Fahmi


" kan malu dia " kata Fahmi lagi


" udah ayok tidur "kata Fahmi menarik sari menjauhh dari Sasa dan Fadil .


" kita mau kemana kan kamar nya disana " kata sari


" naik ke atas sebentar aku mau jelasin sesuatu" kata Fahmi menarik sari dalam rangkulan nya.


" ah iya aku sampai lupa " kata sari mengikuti langkah kaki Fahmi biar samaan .


sampai di atas sari duduk di sebelah Fahmi sesaat mereka saling temu pandang.


Fahmi menatap wajah sari sendu .


" ada apa " tanya sari gugup


" aku cinta sama sari sayang Banget " kata Fahmi tiba tiba membuat sari ingin tertawa namun ia tahan , sari memikirkan perasaan Fahmi .


" apa sih kamu harusnya gak suka sama aku , tau sendiri aku bekas orang" kata sari menatap lurus ke depan


" tau nggak kenapa aku sayang sama kamu sampai sekarang" tanya Fahmi pada sari , sari menoleh ke arah Fahmi

__ADS_1


" kenapa? " tanya sari


" sebenarnya aku sakit , walaupun tubuhku terlihat sehat tapi aku sakit sar "


" tapi bukan sakit hati loh ya , ini serius kamu tau kan akhir-akhir ini aku sering keluar darah dari hidung Ku dan sering minum obat juga tau kan ?" tanya Fahmi sari pun mengangguk paham .


" iya " jawab singkat sari


" aku sudah sakit beberapa bulan lalu sar , untung baru stadium awal bagaimana kalau sudah stadium akhir aku bisa apa , gak ada lagi kesempatan untuk ku bersama mu seperti janji ku dulu " mata Fahmi Melihat bintang di atas yang terlihat indah .


" jadi kamu sakit apa Fahmi apakah parah kenapa aku gak tau " tanya sari


" iya aku sengaja gak kasih tau biar kamu gak sedih " kata Fahmi menunduk


" jangan sedih aku akan selalu disini untuk mu " kata sari


" mau jadi teman ku selamanya ,bersama terus selamanya ya mau ya " kata Fahmi memohon


" kamu sakit apa sampai memohon begini , aku gak tau kita jalani saja dulu seperti sebelumnya" kata sari


" a apa kangker ya Allah" kata sari langsung menutup mulutnya tak percaya dengan yang Fahmi katakan.


seketika air mata yang tadi tertahan kini luruh seketika.


" jangan nangis sayang aku disini bersama mu untuk itulah aku akan berusaha sembuh " kata Fahmi


" janji ya mau sembuh untuk ku mau kan " kata sari melingkar jari kelingking nya pada jari kelingking Fahmi .


" iya janji " kata Fahmi serta ikut menangis.


kini keduanya berpelukan berkecamuk pada pemikiran masing-masing.


...****************...


di rumah sakit tangisan seorang bayi baru lahir terdengar keras di seluruh ruangan .

__ADS_1


" Alhamdulillah anak kita sehat " kata Agus


" Alhamdulillah akhirnya kita jadi orang tua ya mas " tangis haru Mia pecah


" iya sayang " kata Agus .


kini dirinya harus keruang bayi untuk mengdzankan bayi nya .


sementara Mia sedang dibersihkan oleh perawat .


diluar ibu Sri terlihat sangat senang kini rumah nya akan ramai lagi dengan kelahiran cucu nya yang ke dua .


" Alhamdulillah cucuku lahir dengan selamat " kata Bu Sri


" iya Bu kita ajak tinggal dirumah ya Bu kalau dek Agus " Alhamdulillah cucuku lahir dengan selamat " kata Bu Sri


" iya Bu kita ajak tinggal dirumah ya Bu kalau dek Agus kerja ya biar dia kerja sendiri masa iya Mia di ajak juga kan lumayan buat disuruh-suruh dirumah " kata Sera .


sera masih tetap sama ia sangat malas dalam mengerjakan pekerjaan rumah.


apalagi mengurus anak ia serahkan semua pada Bu Sri tanpa sungkan sama sekali.


" enak dong kamu , gak semua juga harus beres beres percuma aku punya menantu tapi pada gak becus ngurus rumah" Kata Bu Sri , seketika wajah Sera menjadi merah padam namun ia tahan .


kalau dirumah sudah pasti Sera bersuara melawan perkataan mertuanya itu .


Agus pun keluar dari ruang bayi kini ia kembali ke kamar rawat inap.


" gimana cucuku nak apa sudah cantik " tanya Bu Sri antusias ingin melihat


" sudah Bu tenang saja sedang tidur dia sangat cantik " kata Agus


" seperti bude nya ini pasti eh jangan bude tua dong kalau bude , mamah itu yang pantas" kata Sera dengan bangga nya


" udah tua aneh aneh " kata Agus .

__ADS_1


" sudah sudah Kalian ini ko ribut ini rumah sakit " kata Bu Sri.


__ADS_2