
sari segera berjalan menyebrangi jalan .
sampai di restoran ia ditarik paksa oleh Fahmi agar mengikuti nya.
entah apa maksudnya.
" ada apa kenapa menarik kku " kata sari
" cepat ikut aku sebentar " kata Fahmi masih menarik lengan sari hingga keluar dari restoran dan berjalan beberapa meter .
" lihat disana " katanya menunjuk dua orang manusia yang tak asing baginya
" itu kan mas Agus ngapain dia sama Mia ko kelihatan ...." kata sari namun terpotong oleh Fahmi
" yang ku bilang juga apa . dia itu menghianti kamu sari " kata Fahmi yang kini sudah dipenuhi amarah
" mau kemana kamu " kata sari memegangi lengan Fahmi
" ingin menghajar nya " jawab Fahmi
" sudah jangan tak perlu biarkan mereka" kata sari masih tenang saja
" penghianat seperti mereka pantas dihajar sar " jawab fahmi
" sudah ayok kita kerja aku akan tuntaskan masalah ku sendiri" jawab sari kembali menarik Fahmi agar masuk ke restoran.
" kau terlalu baik sari aku jadi makin cinta aja " batin Fahmi berbunga-bunga.
seharian bekerja penuh keresahan membuat sari tak selera makan sedikit pun ia mulai memikirkan apa yang dilihatnya tadi pagi.
" kenapa sari ?? " tanya Bu riri
" nggak apa-apa Bu cuma gak nafsu makan saja " kata sari sambil mengaduk aduk isi piring nya .
" kalau ada masalah itu cerita jangan dipendam sendiri"
" nggak ada ko Bu aku duluan ya " kata sari berlalu meninggalkan Bu riri .
__ADS_1
Bu riri menatap kepergian sari sampai hilang tak terlihat dari pandangan nya .
" gimana langkah selanjutnya sari ?" tanya seseorang dari belakang
" Fahmi apa maksud kamu ?" tanya sari
" soal tadi pagi , insyaallah aku siap bantu ko "
" aku belum tahu aku harus selidiki dulu " kata sari
" bagaimana kalau kita selidiki kita cari kost an nya " kata Fahmi
" ide mu bagus juga tapi sekarang aku capek " kata sari
" tenang saja aku kita bisa mulai kapan saja " kata Fahmi
dijawab anggukan oleh sari .
hari semakin sore namun sari dan teman temannya belum juga pulang mungkin akan sedikit mengambil jam lembur .
dijalan tiba tiba Fahmi melihat seseorang yang dikenalnya.
memastikan benar atau nggak ia menarik lengan sari agar bersembunyi dibelakang nya .
sari pun terheran akan sifat Fahmi kali ini ia pun bertanya .
" ada apa ?" tanya sari
" itu , lihat itu " .( menunjuk seseorang yang tak lain adalah suami nya sari )
" mas Agus " kata sari sedikit teriak namun Fahmi segera menariknya agar bersembunyi di balik pohon besar didekat mereka berdiri.
" jangan keras-keras nanti dia melihat kita " kata Fahmi .
" maksudnya ? " ( masih tidak mengerti).
" kita selidiki mumpung kita lihat dia disini " kata Fahmi .
__ADS_1
" oh begitu baiklah ayo tapi kita harus cari makan juga "
" tenang saja setelah ketemu kost Anya kita langsung cari makan " kata Fahmi
" ok" jawab sari mengikuti Fahmi dari belakang.
mengikuti seseorang bukanlah hal yang mudah bagi sari kini ia merasa lelah , dari tadi mengikutinya namun tak kunjung ketemu juga .
" aku capek udah ah aku nyerah " kata sari
" jangan nyerah sari ini menyangkut harga dirimu juga .jangan mau diinjak-injak sama mereka " fahmi
" ah iya kamu benar juga kalau begitu ayo "
sekian jam menit detik akhirnya sampai lah Agus di sebuah kontrakan kecil disana ada Mia yang menyambutnya.
" lihat sari bukanya itu si ...."
" itu Mia yang ngaku temanya, tapi ko dia ..." ( bersamaan keduanya saling pandang )
"maaf ya lama ngantri soalnya " kata Agus pada Mia menyerahkan sekantong kresek kecil
" nggak apa-apa sayang " ( Mia )
" apa sayang ???" spontan kata sari Fahmi langsung membungkam mulut sari agar tak terlalu dengar
" jangan keras-keras sari "Fahmi
" lupa , saking emosinya " sari
" kita pulang " Fahmi
" tunggu dulu " sari
mereka menunggu Agus dan Mia masuk saat kemudian sari seperti merasakan sakit pada perutnya .dengan berlinang air mata .
Fahmi yang melihat pun khawatir dan cemas.
__ADS_1