Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
menyelidiki semua


__ADS_3

sari segera berjalan menyebrangi jalan .


sampai di restoran ia ditarik paksa oleh Fahmi agar mengikuti nya.


entah apa maksudnya.


" ada apa kenapa menarik kku " kata sari


" cepat ikut aku sebentar " kata Fahmi masih menarik lengan sari hingga keluar dari restoran dan berjalan beberapa meter .


" lihat disana " katanya menunjuk dua orang manusia yang tak asing baginya


" itu kan mas Agus ngapain dia sama Mia ko kelihatan ...." kata sari namun terpotong oleh Fahmi


" yang ku bilang juga apa . dia itu menghianti kamu sari " kata Fahmi yang kini sudah dipenuhi amarah


" mau kemana kamu " kata sari memegangi lengan Fahmi


" ingin menghajar nya " jawab Fahmi


" sudah jangan tak perlu biarkan mereka" kata sari masih tenang saja


" penghianat seperti mereka pantas dihajar sar " jawab fahmi


" sudah ayok kita kerja aku akan tuntaskan masalah ku sendiri" jawab sari kembali menarik Fahmi agar masuk ke restoran.


" kau terlalu baik sari aku jadi makin cinta aja " batin Fahmi berbunga-bunga.


seharian bekerja penuh keresahan membuat sari tak selera makan sedikit pun ia mulai memikirkan apa yang dilihatnya tadi pagi.


" kenapa sari ?? " tanya Bu riri


" nggak apa-apa Bu cuma gak nafsu makan saja " kata sari sambil mengaduk aduk isi piring nya .


" kalau ada masalah itu cerita jangan dipendam sendiri"


" nggak ada ko Bu aku duluan ya " kata sari berlalu meninggalkan Bu riri .

__ADS_1


Bu riri menatap kepergian sari sampai hilang tak terlihat dari pandangan nya .


" gimana langkah selanjutnya sari ?" tanya seseorang dari belakang


" Fahmi apa maksud kamu ?" tanya sari


" soal tadi pagi , insyaallah aku siap bantu ko "


" aku belum tahu aku harus selidiki dulu " kata sari


" bagaimana kalau kita selidiki kita cari kost an nya " kata Fahmi


" ide mu bagus juga tapi sekarang aku capek " kata sari


" tenang saja aku kita bisa mulai kapan saja " kata Fahmi


dijawab anggukan oleh sari .


hari semakin sore namun sari dan teman temannya belum juga pulang mungkin akan sedikit mengambil jam lembur .


dijalan tiba tiba Fahmi melihat seseorang yang dikenalnya.


memastikan benar atau nggak ia menarik lengan sari agar bersembunyi dibelakang nya .


sari pun terheran akan sifat Fahmi kali ini ia pun bertanya .


" ada apa ?" tanya sari


" itu , lihat itu " .( menunjuk seseorang yang tak lain adalah suami nya sari )


" mas Agus " kata sari sedikit teriak namun Fahmi segera menariknya agar bersembunyi di balik pohon besar didekat mereka berdiri.


" jangan keras-keras nanti dia melihat kita " kata Fahmi .


" maksudnya ? " ( masih tidak mengerti).


" kita selidiki mumpung kita lihat dia disini " kata Fahmi .

__ADS_1


" oh begitu baiklah ayo tapi kita harus cari makan juga "


" tenang saja setelah ketemu kost Anya kita langsung cari makan " kata Fahmi


" ok" jawab sari mengikuti Fahmi dari belakang.


mengikuti seseorang bukanlah hal yang mudah bagi sari kini ia merasa lelah , dari tadi mengikutinya namun tak kunjung ketemu juga .


" aku capek udah ah aku nyerah " kata sari


" jangan nyerah sari ini menyangkut harga dirimu juga .jangan mau diinjak-injak sama mereka " fahmi


" ah iya kamu benar juga kalau begitu ayo "


sekian jam menit detik akhirnya sampai lah Agus di sebuah kontrakan kecil disana ada Mia yang menyambutnya.


" lihat sari bukanya itu si ...."


" itu Mia yang ngaku temanya, tapi ko dia ..." ( bersamaan keduanya saling pandang )


"maaf ya lama ngantri soalnya " kata Agus pada Mia menyerahkan sekantong kresek kecil


" nggak apa-apa sayang " ( Mia )


" apa sayang ???" spontan kata sari Fahmi langsung membungkam mulut sari agar tak terlalu dengar


" jangan keras-keras sari "Fahmi


" lupa , saking emosinya " sari


" kita pulang " Fahmi


" tunggu dulu " sari


mereka menunggu Agus dan Mia masuk saat kemudian sari seperti merasakan sakit pada perutnya .dengan berlinang air mata .


Fahmi yang melihat pun khawatir dan cemas.

__ADS_1


__ADS_2