
Mia selesai dengan beberes kamar kini dirinya istirahat seharian lelah mengerjakan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya belum jika bayinya menangis .
" Alhamdulillah waktunya istirahat " kata Mia merebahkan tubuhnya di kasur .
Mia terlelap dalam tidurnya yang nyenyak .
tiba tiba terdengar pintu tengah di gedor dari luar , Mia bangun dengan sedikit terkejut.
". siapa sih malam malam begini gak lihat orang sudah tidur apa " gerutu nya.
" iya sebentar" kata Mia
seperti nya seseorang diluar pintu sudah tak sabaran .
" lama banget sih udah berasa jadi nyonya saja ya apa apa minta ditunjuk kan " Kat Bu Sri mulai kesal.
ceklek
pintu kamar terbuka .
" ada apa Bu " tanya Mia
" kamu ini enak enakan tidur baru juga jam 8 sana masakin Agus hari pasti pulang kan " Kat Bu Sri
" Mas Agus memang pulang Bu tapi dia gak pesen apa apa " jawab Mia
" gak pesan gimana jelas orang kalau baru datang itu di siapin makanan atau apa kek bukan kaya kamu malah enak enakan tidur sana cepat sebelum Agus datang " kata Bu Sri semakin kesal
__ADS_1
" kan ada ibu tadi aku sedang menyusui " Kata Mia lagi .
benar saja setelah Mia berkata bayinya menangis.
" tuh kan Bu dia belum tidur " kata Mia
" kamu ini banyak alasan awas saja kamu macam macam sama ibu , dan kalau kamu sampai mengadu apapun yang ibu lakukan awas saja siap siap bernasib sama seperti sari" kata Bu Sri menunjuk Mia tepat di wajahnya .
Mia pun tak habis pikir dengan pemikiran keluarga nya Agus .
dalam hati uang segalanya tap peduli dengan nasib anak anak-nya.
" astaghfirullah" batin Mia ia kembali masuk kamar menyusui anaknya.
" maaf ya nak menunggu tadi nenek memanggil mama " kata Mia sambil mengambil bayinya
suara deru motor berhenti di depan rumah .
" nak tumben pulang biasanya besok " kata Bu Sri yang tadi niat nya mau mematikan lampu namun tidak jadi .
" iya Bu besok kan Agus libur pulang sekarang gak apa-apa" kaya Agus duduk sebentar di sofa ruang tamu
" tapi maaf ibu gak masak tadi suruh istri mu malah tidur " kata Bu Sri berusaha mencari kesalahan Mia
"sudah lah Bu Mia kan punya bayi ya wajar lah kalau jam segini di kamar kan waktunya bayinya tidur " kata Agus
" kamu ini selalu membela nya " kata Bu Sri kesal
__ADS_1
" bukan begitu Bu , ibu harusnya mengertilah keadaan Mia sekarang, lagian tadi Agus sudah makan " kata agus
Bu Sri terdiam namun sebelum pergi ia berkata pada Agus .
" nak pinjam uang nya dulu kamu sudah gajian kan " Kat Bu Sri
" sudah Bu " kata Agus singkat
" pinjam uang nya dulu ya semua kasih ibu , bapakmu gak bekerja ibu gak ada uang lagi " kata Bu Sri
Agus mengeluarkan dompet Bu Sri melihat dengan mata berbinar binar
" nih Bu " kata Agus memberi kan 4 lembar uang warna biru
" kami memang bisa di andalkan nak " kata Bu Sri namu ia lihat lagi seketika wajahnya berubah.
" kok segini nak mana cukup kasih semua lah " kaya Bu Sri
" uang nya sudah aku pakai dan sebagian udah di bawa Mia buat kebutuhan nya dan anak ku " kata Agus
" kamu ko gitu sih Gus gak bilang ibu dulu , ibu kan sudah bilang kasih uangnya pada ibu dulu nanti ibu atur uangnya biar Mia gak boros " kata Bu Sri berbohong
" maaf Bu Mia lebih berhak atas uangku dia istri ku bukan pembantu ibu , dirumah kan ada menantu kesayangan ibu suruh aja dia beres beres rumah dan yang lainya " kata Agus mulai kesal sendiri terhadap sikap ibunya yang selalu pilih kasih .
Mia yang mendengar pun menetes kan air mata haru.
bersambung
__ADS_1