Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sepucuk surat


__ADS_3

pukul 05.00 pagi


sari masih tidur didalam kos nya , pintu kamar terbuka pelan pelan ia memandang wajah sari terlihat disana nampak damai dan tenang.


pemandangan pagi ini sangat indah baginya.


ia membelai rambut sari perlahan sari menggeliat namun tak kunjung membuka matanya.


kali ini dia tak menyerah ,perlahan mendekati wajah sari menempel kan bibirnya dan bibir sari .


******* bibir sari dengan lembut dan tulus.


sari merasakan ada yang aneh sehingga pernapasan sedikit terganggu


ia pun Mai membuka matanya pelan dan betapa terkejutnya dia .


ada seseorang dengan sembarangan mencium bibirnya ,


ia pun panik dan hendak bangun namun tubuh Fahmi malah menindihnya dan terus ******* bibirnya.


beberapa menit kemudian keduanya meraup oksigen banyak banyak.


sari perlahan bangun agar Fahmi tak menindihnya lagi .


" pagi pagi disini ngapain nyuri ciuman orang lagi " kata sari sedikit memanyunkan bibirnya.


" he he bangunin sayangku " kata Fahmi dengan senyum manisnya .


" dah ayok bangun nanti kita terlambat bekerja" kata Fahmi , bilang nya ngajak bangun tapi dia malah merangkul sari untuk tidur merebahkan tubuhnya nya lagi


sari pun terkejut.

__ADS_1


" katanya bangun lah ini apa " tanya sari kini berada di pelukan Fahmi .ia memeluk nya dengan sangat erat sampai tak ingin melepaskan nya .


" ayo bangun kita terlambat nanti " kata sari


" sebentar lagi ya " kata Fahmi


Fahmi dan sari pelukan dengan sangat nyaman.


" udah yuk bangun nanti terlambat buruan mandi " kata Fahmi kemudian bangun lebih dulu membantu sari berdiri juga.


" ini juga dari tadi mau bangun tapi sampai kapan ini tangan melingkar disini" tanya sari menunjukkan tangan Fahmi yang masih setia melingkar di pinggang nya .


" hehe iya Ayuk " kata Fahmi bangun dan keluar .


" sari pun menyiapkan kebutuhan nya selama dikamar mandi .


Fahmi keluar dengan peralatan mandinya.


kamar mandi yang semula tertutup rapat terbuka , seseorang keluar dari sana siapa lagi ? Sasa pasti.


dan itu berhasil membuat Fahmi syok dan terkejut sekaligus kesal.


" astaga sari , untung sayang " kata Fahmi sedikit keras .


sari mendengar dari dalam pun cekikikan sama halnya dengan Sasa yang akan masuk ke kamarnya.


Fahmi menyilangkan tangannya di dada bidangnya.


melihat ke arah Sasa yang sedang menertawakan nya.


" apa ketawa ketawa" tanya Fahmi kesal

__ADS_1


" ha ha ha ha , lucu juga " kata Sasa kemudian masuk kamar tanpa peduli jawaban Fahmi .


Sasa membungkam mulutnya sendiri menahan tawa yang tiada habisnya .


Sasa sudah siap begitu pun sari .


" ayo mbak berangkat" kata Sasa meraih tas nya


" ayo sa" kata sari


" tunggu aku lah " seru Fahmi sedikit tergesa-gesa


" kamu masih sakit kenapa bekerja" tanya sari


" gak apa-apa aku udah mendingan ko " kata Fahmi


" hutang penjelasan" seru sari


" iya iya , yuk berangkat aku udah bawa obatku juga " kata Fahmi


ketiganya melangkah pergi meninggalkan kos an .


seseorang tak jauh dari sana tengah memperhatikan.


siapa ?


pasti itu Mia !


Mia akhir akhir ini di rundung rasa bersalah nya hingga ketakutan itu terus menghantuinya. setiap hari


Mia memikirkan rencana untuk bertemu sari ,

__ADS_1


beberapa saat ia menemukan ide bagus mendatang i kamar kos sari dan meninggalkan sepucuk surat, Mia duduk dan memasukan kertas itu lewat bawah pintu.


bersambung.


__ADS_2