
" kamu salah paham Fahmi dia jebak aku " kata Laras
" tapi kami juga menikmati nya kan udahlah lagian aku juga udah ngelakuin itu sama cewe lain " kata Fahmi bohong .
" apa nggak nggak mungkin kamu pasti bohong " kata Laras .
" gak percaya nih di atas itu cewe nya lihat " kata Fahmi melihat sari masih di atas .namun pembicaraan mereka tak bisa didengar sari dan Fadil . hanya terlihat gerak geriknya saja
Laras sekilas melihat ke atas , disana ada sari seorang namun nampaknya sari tengah berbicara dengan seseorang lewat benda pipih yang ia pegang .
" dia , kamu yakin dia dia terlihat wanita cupu belagu polos gitu mana tau tentang hal begituan" kata Laras nada mengejek
" tau karena aku yang mengajarkan nya , dan kamu jangan sekali kali hina dia karena dia calon istri ku " kata Fahmi dengan penuh penekanan.
" apa !!" kata Laras terkejut.
" tak apa sayang ada aku , jangan kamu ngemis sesuatu yang tak bisa kamu dapatkan" kata Anggara tiba tiba muncul dari belakang.
" tuh kan dia saja mau sama kamu kenapa kamu malah mengejar aku yang penyakitan ini " kata Fahmi
" apa jadi benar kamu punya penyakit" kata Laras
" kau dia itu penyakitan sudah ayo kita pergi " kata Anggara Meraih pundak Laras dan pergi .
Fahmi yang memandang kepergian Laras pun tersenyum tipis.
*sudah ku pastikan kamu tak akan sama seperti dulu . dulu kamu selalu peduli keadaan ku tapi kini aku sadar siapa diriku .
berbahagialah dengan pilihan mu !!
dialah orang yang tepat walaupun dia pernah terluka pada masa lalunya aku tak peduli .
__ADS_1
dia tau semua keadaan ku , dia orang yang baik namun sayangnya dia di sia siakan*
batin Fahmi Melihat ke arah sari .
Fahmi berdiri tepat di belakang sari , sari yang tengah asik berbincang bincang di telepon tak mengetahui keberadaan nya .
sari menyelesaikan telepon nya menutup kemudian berbalik
" astaghfirullah" ucap sari memegangi dadanya .
" FAHMII !!" sari teriak sekencang kencangnya
Fahmi pun hanya bisa tertawa terbahak bahak menerima pukulan demi pukulan yang sari berikan sambil melangkah mundur mundur .
mundur terus mundur perlahan kakinya tersandung sesuatu keduanya ambruk bersamaan saat sari tak sanggup menahan tangannya yang di tarik Fahmi .
Bruk
" sesat pandangan keduanya bertemu .
5 menit
10 menit
15 menit
20menit
" Hem Hem " ada seseorang
keduanya gelagapan berdiri
__ADS_1
" kalau mau romantis jangan disini banyak ank kecil " kata seseorang yang tak lain Sasa dan Fadil yang baru sampai pulang dari jalan jalan sore.
" gak gitu kamu salah paham " jawab sari gugup namun tidak dengan Fahmi justru ia malah santai dan tersenyum manis .
" kok malah senyum bukanya bantuin " kata sari memanyunkan bibirnya
" Uluh uluh ngambek sayangku " kata Fahmi mencubit kedua pipi sari dengan gemas .
" dih malah makin menggila" kata Sasa
" nikah Sono lu berdua " kata Fadil kemudian tersenyum pada sasa
" iye kali calon nya udah siap bang" kata Fahmi menimpali kata Fadil
" lah kalian berdua kapan " tanya sari
" ya terserah kita dong kapan. " jawab keduanya kompak barengan .
" ya sudah yuk sayang kita ke KUA sekarang" kata Fahmi menarik tangan sari pergi dari sana
" aku belom siap" kata sari
" siap ga siap kudu siap" kata Fahmi sambil tersenyum senyum
sampai di bawah sari masih merasakan jantungnya berdegup kencang.
" kamu hanya becanda kan " tanya sari
" hari ini becanda tapi seperti kataku tadi siang gak akan becanda lagi tapi tunggu aku benar benar sembuh" kata Fahmi menunjukkan guratan wajah yang berbeda.
sari pun menjadi iba melihat nya.
__ADS_1
bersambung