Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sudah ku duga


__ADS_3

ponsel kembali berdering ...


dret


dret


dret


" duh siapa lagi sih sibuk juga ganggu saja " ucap sari merogoh sakunya .


" duh ngapain lagi sih " ucapnya membuka isi pesan suar dari Bu Sri


" hiks hiks pengen rasanya ibu pergi dari rumah "📩


" kenapa lagi Bu ? " ucap sari


" *kakakmu tadi nagih uang padahal ibu kan belum gajian , hari ini dia terus menggerutu sendiri tampan menghiraukan ibu yang ski sar " ucap nya dalam sebrang sana


" uang apa buk ? trus itu uang punya siapa ?" balas sari


" kemarin ibu pinjam uang darinya buat beli bahan makanan kalau bukan ibu siapa lagi kakakmu Sera itu gak mau sama sekali belanja padahal semua sudah ibu tanggung gak perlu mikir tempat tinggal jug tapi y gitu tahu sendiri kan "


" dah lah buk sabar , aku pun juga belum gajian uang juga gak ada " ucap sari beralasan


" sebenarnya ibu gak mau ngerepotin kamu tapi tolong lah nak ibu bener gak tau harus pinjam kemana" ucap nya dalam pesan suara tersebut


( aish ada ada aja deh makany kalau gak sanggup jangan utang buk , lagian juga gak biasanya tu sih mbak nangis ke ibu Dahlah mungkin si mbak juga butuh uang dasar ibu aja yang gak tau keadaan anaknya) batin sari


" nanti aku usahakan buk " ucap sari


" beneran nak makasih ya nak " ucap Bu Sri sumringah*.


" akhirnya kena juga " ucap Bu Sri

__ADS_1


" apanya buk " tanya Sera


" itu adikmu emang bodoh mau aja dibohongi " ucap Bu Sri


" emang ibu ngapain to ?" ucap Sera


Bu Sri menjelaskan apa yang tadi ia katakan dengan sari


" wah ibuk memang hebat , harus gitu biar dia juga keluarin duit nya buk enak aja dia punya uang banyak sedangkan aku bayar utang terus " ucap Sera


" nanti jam uangnya juga buat bayar utang " ucap Bu Sri


dret


dret


dret


"*uangnya udah dikirim ya buk 400 ribu " (pesan sari )


" iya buk " balas Sri*


" udah dikirim yuk kita belanja dulu " ucap Bu Sri bergegas bersiap siap


" ayo buk aku ikutan " ucap Sera tak mau ketinggalan.


disisi lain sari nampak bengong di belakang gedung restoran itu


" kamu kenapa? " ucap Fahmi


" gak ada apa-apa" ucap sari masih sedikit lesu


" pasti dimintain lagi ya "

__ADS_1


" iya " kata sari singkat


" kenapa sih kami baik banget udah tau kamu dimainin sama keluarga suami mu itu " ucap Fahmi


" ya walaupun belum ada buktinya tapi dah jelas difoto temanya Seva itu " ucap Fahmi mengingat foto yang sempat di tunjukkan nya pada sari beberapa waktu lalu


" kalau pun iya aku harus apa mi aku udah capek gini terus " ucap sari lesu


" sabar sar kamu harus bisa ambil keputusan kalau seandainya nanti itu benar " kata Fahmi meyakinkan sari .


" iya kami benar " ucap sari


...****************...


sore menjelang magrib sari baru pulang dari kerja ia berjalan menatap lurus ke depan dengan wajah lesu .


" hufh" sesekali membuang kasar Nafas panjang


krukk


" lapar nantilah jangan lapar dulu " ucap sari sembari memegang i perutnya


" makan lah kalau lapar " ucap Fahmi tiba tiba tiba berdiri disampingnya


" sejak kapan sampai sini tadi kayaknya gak barengan kita " ucap sari


" aku kan ngikut dibelakang mu tadi " ucap Fahmi


" oh " ucap Fahmi


sampai di kost an sari dan Fahmi menuju kamar masing masing .


kemana Sasa ?

__ADS_1


Sasa nyasar di warkop terdekat ia berduaan dengan pacarnya .


__ADS_2