
Fahmi mengelus dada pelan, sementara sari sudah berdiri dibelakang nya entah sejak kapan.
mungkinkah dia ikut lari juga saat Fahmi lari keluar tadi ?
ah sudahlah jangan dipikirkan.
Fahmi menoleh dan....
" ah astaghfirullah aku kira setan " kata Fahmi
sari hanya geleng-geleng kepala , bagaimana bisa dirinya berdiri dibelakang nya dari tadi dianggap setan .
" sudah kan ayok kita pulang " kata sari mendahului Fahmi .
" tunggu " kata Fahmi mengikuti sari .
Fahmi dan sari berjalan berdua seperti biasa melewati jalan besar banyak kendaraan laku lalang.
ko cuma berdua Sasa kemana ??
oh astaga mereka GK sadar kalau Sasa gak ada !
" buset kemana mereka ko aku ditinggalin sih " kata Sasa
" bener bener yah mereka , kalau bucin tuh pas aku pulang kampung aja " gerutu Sasa menyusuri pinggiran jalan raya.
sari dan Fahmi sampai di kost an saat mereka akan masuk kekamarnya sari baru sadar ia meninggal kan Sasa didalam restoran tadi .
" lah kita cuma jalan berdua rupanya " katany sebelum masuk kamar ,Fahmi yang mendengar penuturan sari pun menoleh kearah nya .
" berdua ? kan tiap hari kita jalan berdua " kata Fahmi masih belum sadar juga .
__ADS_1
" hei kita jalan bertiga tiap hari " kata sari menjitak kepala Fahmi .
" aw sakit tau" kata Fahmi mengelus kepalanya.
" ya makanya " kata sari .
tak lama Sasa pun datang dengan muka merah padam ,sari yang melihat nya menelan ludahnya sendiri bersiap siap akan masuk ke kamarnya sementara Fahmi dengan santai nya menanyai nya .
" loh sa itu muka kenapa habis kecemplung dimana " kata Fahmi sambil menahan tawanya .
sari yang mendengar memukul lengan Fahmi .
" apaan sih sar" kata Fahmi .
" lu tuh gimana sih orang marah ditanya in " kata sari
seketika Fahmi menoleh merasa apa yang dikatakan tadi kurang tepat disaat momen begini .
" Kaburrr" keduanya kompak lari masuk kamarnya masing masing sementara sasa melongo melihat keduanya lari kocar-kacir.
" emang bener ya tuh berdua mulai bucin lagi trus ku gimana dong " kata Sasa berpikir kerasa sambil berjalan masuk ke kamarnya.
ditempat lain .
" pokoknya aku gak mau tau mas kamu gak boleh rujuk sama dia ,sebentar lagi kalian udah mau cerai please mas buang jauh jauh pikiran mu untuk kembali dengannya dan pikiran aku dan anak kita ini ( menunjukkan perutnya yang mulai membesar)" kata Mia.
" itu salah kami kenapa kami masuk ke kehidupan aku " kata Agus .
" aku cuma mau nyelamatin mbak sari yang tak pernah di anggap sama keluarga kamu mas. apa kamu tega dia gak tau salah apa tiba-tiba di hina dicaci maki padahal kamu sendiri yang nyuruh dia diam dirumah agar tak bekerja. setelah gak kerja apa dia dihina di anggap menantu tak berguna "
" coba kamu pikirkan bagaimana perasaan nya " kata Mia .
__ADS_1
flash back off
disebuah taman sari duduk disana menikmati udara segar sambil menunggu Agus bekerja.
tak sengaja diwaktu yang sama sari bertemu Mia teman Agus yang sekarang jadi temanya juga .
Mia yang menjadi teman nya tak tau seluk beluk keluarga temanya itu .
sari yang keluarga barunya ingin sekali mengorek informasi darinya tentang keluarga Agus yang sebenarnya seperti apa ?
sontak saja pertanyaan sari membuka Mia bingung seketika .
siraman itu sari dan Mia asik berbincang bincang seputar pekerjaan dan juga informasi tentang keluarga nya .
" mbak sari ada disini sedang apa " sapa Mia.
" ah mbak Mia aku sedang cari udara segar dirumah sangat suntuk " kata sari
" oh mbak kerja " tanpa Mia
" enggak mbak aku gak boleh kerja disuruh dirumah aja " kata sari seketika wajahnya berubah murung .
Mia yang melihat perubahan wajah nya ingin bertanya namun ia takut terlalu mencampuri urusan orang lain.
" mbak gak apa apa ?" tanya Mia .
" mbak boleh aku tanya ?" tidak menjawab pertanyaan Mia sari pun dengan sedikit keberanian tanya juga sama Mia .
" apa mbak " jawab Mia .
" mbak sudah lama jadi teman nya mas Agus " tanya sari pandangan lurus ke depan tanpa melihat ke arah nya .
__ADS_1