
Mereka kini terdiam sesaat duduk didepan kamar Fahmi dengan pemikiran masing-masing.
" jangan jangan" kata Sasa dan sari mereka saling pandang dengan sejuta pertanyaan .
...****************...
krukk
suara perut Sasa membuyarkan banyak pertanyaan di benak sari dan Sasa.
" lapar sa" tanya sari
" iya mbak belum makan tadi " jawab Sasa
" ya udah makan yuk tadi aku beli bakso didepan , tunggu sini ya biar aku siap kan " kata sari beranjak ke dapur mengambil 3 mangkuk dan sendok.
" kak mbak Fahmi seperti nya udah bangun " kata Sasa memanggil sari yang baru saja selangkah dari dapur mini .
dapur mini itu sering mereka gunakan karena sewaktu-waktu pulang sore mereka akan lebih memilih memasak .
" oh ya " jawab sari meletakkan mangkuk di atas meja .
meja makan itu pun mereka bertiga yang beli guna ketika hari libur atau malam dapat berkumpul disana .
" Sasa " panggil Fadil yang baru muncul .
" oh Fadil ada apa " tanya sasa
sari pun menoleh pada Fadil .
" aku membawa bakso untuk mu " jawab Fadil .
__ADS_1
" kebetulan kita mau makan ayo sini gunung sekalian" kata sari
" iya baiklah terima kasih mbak " jawab Fadil
" kalian makanlah aku akan lihat Fahmi dulu " jawab sari
" iya mbak " jawab Sasa
" tadi mbak sari udah beli tiga loh " seru Sasa membuka bakso yang dibawa Fadil .
" sa Fadil ambilkan baksonya satu " kaya sari dari dalam kamar Fahmi , Fahmi pun sudah bangun dan kini dirinya bersandar pada dinding kamarnya.
" iya mbak " jawab Sasa
" kan mbak sari baik banget , kamu cuma bawa satu saja " tanya Sasa
" aku udah makan tadi sebelum pulang jadi aku pikir kamu pulang buru buru mau ada perlu jadi aku belinya cuma satu buat kamu saja " tutur Fadil
" hayo loh ada kita jangan main nyosor kau berdua " seru Fahmi dari belakang mereka sontak Sasa dan Fadil kelabakan sendiri.
" ha ha ha " sari dan Fahmi tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu keduanya.
" ayo duduk dulu makan , kita makan sama sama kapan lagi coba bisa makan bareng begini kita udah kaya geng saja " kata sari terus berbicara tanpa henti .
" iya bener mbak bakalan kangen aku " kata Sasa
" bakalan kangen ?" tanya sari bingung .
" iya mbak sebentar lagi kan aku mau nikah mbak sama kak Fahmi harus datang ya " kata Sasa membuat sari terkejut namun juga senang .
" Alhamdulillah akhirnya laku juga " kata sari
__ADS_1
" apaan sih mbak " kata Sasa
" sama siapa sa" tanya sari sambil menoleh ke Fadil .
Fadil menghindari kontak mata dengan sari , sari pun sudah tau pasti dengan siapa Sasa menikah .
ya pasti sama Fadil .
" sama Fadil kan " tanya Fahmi kini giliran dirinya buka suara
" hmm iya kak " jawab Sasa sambil menikmati baksonya .
" aku gak apa-apa yang penting gak buat main main ingat pernikahan itu sakral dan Kalau bisa satu kali seumur hidup "tutur Fahmi sari yang mendengar pun langsung menyembur baksonya yang baru masuk mulut.
" eh sari bukan maksud ku gitu " kata Fahmi meraih gelas berisi air putih menyodorkan pada sari .
ia merasa tidak bersalah pada sari atas ucapan nya .
" it's okay aku paham , bener kata Fahmi nikah itu bukan buat main main , sa belajar lah dari pengalaman ku sebelum nya nanti kamu akan mengerti aku harap nanti dirimu mendapatkan keberuntungan jangan seperti ku ini " kata sari langsung menunduk sebenarnya dirinya malu .
" sudah tidak apa apa sari semua sudah berlalu " kata Fahmi menenangkan sari
" iya aku tahu " jawab sari
" sudah sudah ayo kita habiskan makannya
keburu dingin " kata Sasa mencairkan suasana.
mereka berempat makan tanpa ada suara , malam semakin dingin mereka masih duduk santai di meja makan itu.
bersambung.
__ADS_1