
setelah menghabiskan makanan nya Mia langsung pamit .
" ini uangnya aku pamit dulu ya " ucap Mia sambil mengeluarkan Selembar uang berwarna merah.
" tunggu mbak ini kembaliannya " ucap sari sambil menyodorkan kembaliannya.
" oh iya terimakasih , aku pamit dulu " ucapnya lalu pergi .
setelah kepergian Mia sari duduk lagi dan kini Agus yang melayani pelanggan yang lain.
" huahmm capeknya tidur dulu bisa kali ya " ucapnya .
tiba tiba ponsel berdering sari tak jadi tidur .
" hmm siapa nih " ucapnya melihat ponsel nya
" wah panggilan grup " klik " ....hallo semua ucap Sari pada panggilan video itu.
" hallo mbak apa kabar " ucapnya Sasa
" sari apa kamu baik baik saja kapan kesini " ucap Fahmi pada sari .
" hai aku baik baik saja . iya nanti kalau aku kesana pasti aku akan mampir" ucapnya menjawab tanpa meninggalkan pertanyaan temanya itu .
" nampaknya kamu jurusan sar " ucap Bu tiri tak mau ketinggalan.
" aku baru saja sembuh Bu " ucapnya berbohong padahal aslinya ada tekanan batin di keluarga mertuanya .
" kau harus jaga kesehatan " ucap Bu tiri lagi .
" hmm iya Bu ," ucap Sari .
" oh ya ngomong ngomong sari kamu gak kesini lagi " ucap Fahmi .
" insya Allah aku bakal balik lagi " ucap Sari
" udah dulu ya aku mau istirahat capek soalnya bantu suami kerja hehe " ucapnya mematikan panggilan video itu.
" habis telpon siapa " ucap Agus
" oh temen kerja dulu ...boleh lah ya aku balik kesana disini percuma jauh jauh dari rumah gaji masih dibawah hajiku dulu mending balik lagi kesana " ucap Sari berbicara agar harapnya bisa terwujud.
" terserah kamu saja lah " ucap Agus pasrah .
" makasih " ucap Sari kegirangan.
malam ketika mau pulang Agus mendapatkan notice pesan .
" apa apaan ini " ucap Agus melihat isi pesan yang dikirim oleh Mia .
" ada apa mas kok marah gitu" ucap Sari heran dengan sikap Agus barusan .
" tidak , tidak apa apa " ucap Agus segera menghapus pesan dari Mia .
" ya udah ayo kita pulang udah sepi tuh jalanan" ucapnya menunjuk jalan yang sepi .
" hmm iya " ucap Agus menghidupkan mesin motornya dan melaju pergi dari sana .
diperjalanan sari menghalu yang enggak enggak sementara Agus masih memikirkan rencana ibunya ...
1 jam kemudian..
didepan rumah sari segera masuk kerunah duluan sementara Agus mendapat telpon dari Mia ...
" kenapa sih makin menjadi-jadi ni anak " ucap Agus menggerutu .
" mas ayo masuk nanti masuk angin loh " ucap Sari .
" iya kamu duluan aku ada telpon dari teman" ucap Agus .
" oh ya sudah aku duluan ya " ucapnya sari .
" iya " ucap Agus singkat setelah melihat sari pergi Agus segera mengangkat telpon dari Mia itu .
" ngapain sih ganggu malam malam begini " ucap Agus kesal .
" jangan marah marah dulu dong , aku kangen jadi ya aku telpon kamu sayang " ucap Mia .
" jangan panggil aku sayang aku udah nikah buka mata kamu lebar lebar " ucap Agus semakin grogi dan takut jika sari mendengar percakapan mereka .
" kan sari gak tau gak apa-apa di dong , ayolah datang kesini kita main berdua " ucap Mia makin manja .
" jangan mimpi kamu " ucap Agus allu mematikan panggilan.
__ADS_1
setelah mematikan telepon Agus masuk rumah langsung ke kamar mandi .
15 menit kemudian....
Agus masuk langsung merebahkan tubuhnya di kasur . melihat sari sudah tidur tak tega membangun kan nya untuk sekedar bicara sebelum tidur.
* * *
keesokan harinya.....
sari sudah menyiapkan bekal untuk Agus .
" mas aku gak ikut ya " ucap Sari
" loh kenapa ? " ucap Agus
" aku mau kembali ke kotaku aku akan kembali bekerja disana aku gak mau menerima tawaran mbak Mia " ucap Sari panjang lebar.
" kenapa " ucap Agus .
" gak apa apa takut Ndak kerasan aja mas lagian gajinya juga belum tentu gede kan " ucap Sari
" ya udah terserah kamu , kapan akan kesana " ucanya lagi.
" nanti malam mas habis magrib kayaknya "
" ya udah hati hati aku gak bisa anterin , oh iya ini ada uang gak banyak tapi cukup untukmu disana " ucap Agus memberikan beberapa lembar uang .
" bagus deh kalau kamu bekerja paling gak suami mu gak terlalu kebanyakan mikir kerena kamu " ucap mertuanya yang tiba-tiba muncul .
" ibu ini apaan sih orang mau kerja bukanya disemangati malah di giniin harusnya seneng dong dia mau bantu aku gak kaya istri mas itu bisanya apa coba dandan doang iya " ucap Agus kesal mulai tak terima sari di perlakukan tak baik terus .
" lebih baik kamu nikah aja sama Mia udah kaya banyak uang cantik lagi " ucap sang mertua . membuat sari terkejut lalu melirik kearah Agus dengan tajam.
setelah mengatakan itu mertuanya pergi keluar entah kemana.
" sabar ya nanti ibu juga akan sadar " ucap Agus
" gak apa-apa ko mas " ucap Sari namun dalam hati ( aku pastikan kalian semua akan merasakan apa yan yang aku rasakan , bahkan bisa lebih parah dariku ) .
"
( aku yakin Tuhan selalu berpihak pada yang baik ) batin sari lalu kembali ke kamar membereskan barang-barang yang akan dibawanya .
tiba tiba Mia sudah ada didalam kedai itu dan memeluk nya dari belakang sambil memegang junior Agus .
" Mia sejak kapan kamu disini ," Agus menepis tangan Mia
" kamu kenapa sih bukanya kamu juga mau " ucap Mia sambil membuka beberapa kancing bajunya dan terlihat menggoda
" aku begini hanya untukmu tidak dengan yang lain ayolah toh istri mu juga gak disini kan " ucap Mia lagi kali ini duduk dipangkuan Agus sambil membuka resleting celana Agus.
" oh ya aku bawakan kopi untukmu minumlah" ucap Mia sambil membawa kopi itu pada Agus .
dengan senyum nakal nya.lalu Mia turun dan membenarkan kancing bajunya yang tadi terbuka olehnya .
agus menerima kopi itu dan meminum nya Mia yang melihat itu kembali tersenyum smirk.
( bagus habiskan , habiskan sekarang kali ini aku tidak akan gagal ) batin Agus .
benar saja setelah meminum kopi itu tubuh Agus terasa panas seluruh tubuh nya dipenuhi gairah yang menggebu Gebu.
skip
disisi lain sari sudah bersiap berangkat ke kotanya .
" Bu aku pamit dulu ya " ucap Sari pada sang mertua nya
" iya hati hati lah nak " ucap ibu mertua .
" iya " ucap Sari laku berangkat pergi meninggalkan rumah itu.
" akhirnya aku bebas" ucap Sari kegirangan ia merasa tak bahagia dan bebas selama tinggal bersama ibu mertua nya .
Ting
ponsel nya mendapatkan notice pesan
" aku berhasil bu , kau harus segera menyiapkan pernikahan untuk ku dan juga Agus " ucap Mia
" lakukan segera" ucap Mia
" bagus itu bagus Mia aku akan segera mengatur nya " ucap nya lagi .
__ADS_1
dikedai Agus tidak buka karena pengaruh obat itu ia terus meminta Mia untuk menuruti nafsunya .
" kau harus bertanggung jawab padaku , kau melakukan ini baru sehari saja berulang kali, itu tandanya kau tak puas dengan sari istrimu yang mungil itu " ucap Mia .
" jaga mulutmu ya aku begini kau meracuni kopi itu , jangan mimpi kamu " ucap Agus
" pergi atau aku akan memukulmu " ucap Agus lagi
" iya baiklah karena kau sudah puas aku akan kembali tapi ingat kata-kata ku jika kau butuh kepuasan panggil aku , aku akan datang padamu dengan senang hati" ucap Mia laku pergi
malam hari sekitar pukul 21.00 malam Agus dikedai malam ini ia tak pulang akan menginap ditempat Bekerja nya .
tiba tiba ponselnya bergetar.
dret
dret
dret .
" aku mau lagi besok sekarang kau istirahat lah " isi pesan itu
" jangan harap " balas Agus
" kita lihat saja nanti " ucap Mia .
beberapa menit berlalu Agus terlelap dalam tidurnya.
sari yang baru Sampai disambut oleh Fahmi dengan senyum bahagia bisa melihatnya lagi .
" wah makin cantik nih istri orang " ucap Fahmi menggoda sari
" terus saja menggoda ku lalu kapan kamu akan membelikan ku makan , katanya mau traktir" ucap Sari yang duduk disampingnya.
" iya tunggu disini ya jangan kemana mana " ucap Fahmi lalu pergi menuruni tangga.
sari hanya membalas dengan senyuman sambil mengotak Atik ponselnya. dari terminal sari dijemput Fahmi ia merasa senang Fahmi masih baik dan bersikap seperti dulu padanya .
beberapa menit kemudian.....
" nah ini dia " ucap Fahmi yang baru sampai.
namun sari terlelap duduk di bangku depan kos Fahmi .
" yah ko tidur mana disini dingin lagi ini juga Sasa pake pindah gimana nih sari " ucap Fahmi bingung .
" sari bangun ayo makan dulu " ucap Fahmi membangun kan sari pelan
" huahhh hmmn " ucap Sari membuka matanya .
" oh Fahmi udah sampai belinya dimana tadi di Jonggol kah " ucap Sari mengucek matanya.
" nggak sar belinya di Amrik kamu tahu kan " ucap Fahmi dengan wajah cemberut.
" hehe iya iya maaf makasih ya kamu baik banget sama aku btw Sasa pindah kos mana ." ucap Sari sambil makan.
" tuh anak semenjak kau gak ada suka pindah kos sar , kamu tidur dikamar ku aja aku janji gak apa-apa in ko " ucap Fahmi .
" gak ah aku gak enak ini udah malem lagian aku istri orang masak tidur sama kamu "
ucap Sari .
" kan gak ada yang tau besom pagi pagi aku akan Carikan kamar kosong nih sebelah aku kebetulan kosong kamu bisa kos disini " ucapnya menunjuk kamar sebelah yang kosong.
" tapi " sari berpikir keras ia sudah lama mengenal Fahmi dengan baik.
" iya deh tapi malam ini aj ya " ucap Sari
" kamu takut banget sih sar iya aku Janji deh demi cintaku padamu " ucap fahmilangsung tertawa bersama sari .
" hahahaha "suara tawaann dari dan fahmi
setelah makan selesai sari masuk kamar kos Fahmi dan Fahmi segera menyisihkan sebagian bantal dan menata membuat pembatas antara dirinya dan sari .
" sudah selesai istirahat lah " ucap Fahmi lalu merebahkan tubuhnya di seberang pembatas itu .
" terimakasih Fahmi " ucapnya lagi lagi .
tak lama sari pun terlelap dalam tidurnya Fahmi yang belum tidur sesaat memandangi wajah sari .
" masih cantik seperti dulu , andaikan kamu bukan istri orang sudah ku makan habis malam ini ." ucap Fahmi masih setia memandang wajah sari .
" cantik sungguh cantik luar dalam , andaikan semesta berpihak padaku" ucap fahmi memegang pipi sari .
__ADS_1
Fahmi kembali merebahkan tubuhnya di samping pembatas yang ia buat matanya mulai terpejam.