
" gimana cucuku nak apa sudah cantik " tanya Bu Sri antusias ingin melihat
" sudah Bu tenang saja sedang tidur dia sangat cantik " kata Agus
" seperti bude nya ini pasti eh jangan bude tua dong kalau bude , mamah itu yang pantas" kata Sera dengan bangga nya
" udah tua aneh aneh " kata Agus .
" sudah sudah Kalian ini ko ribut ini rumah sakit " kata Bu Sri.
...****************...
" aku gak akan biarkan kamu kembali padanya dia sudah sakit sakitan masih saja kamu masih saja mau sama dia " kata ayah Laras
" ayah tau dari mana soal itu " tanya Laras
" aku mohon yah biar aku kembali Dengan nya dia orang baik " kata Laras lagi memohon .
kini ia terisak akan ingatan kenangan nya bersama Fahmi di masa lalu .
" itu kan sudah pilihan kamu , kamu sudah buat malu ayah kalau Sampai video itu tersebar ayah tendang kamu dari rumah ini " kata ayah Laras
tak menyangka semua akan seperti ini . dulu dirinya terkena bujuk rayu oleh Anggara, setelah tau niat Laras ikut kedua orangtuanya , pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi saudara nya .
ayahnya dengan tegas melarang nya untuk bertemu dengan Fahmi apapun yang itu alasannya ayah tidak mau menerima nya .
" kalau kamu mau jadi anak yang berbakti ikuti kata kedua orangtuanya kami harus menikah secepatnya dengan Anggara" kata sang ayah mengejutkan semua orang yang ada di rumah.
" apa ayah tidak keliru" tanah ibu Laras
" tidak itu sudah ku putuskan dengan sangat matang " kata ayah kemudian masuk ke kamar tanpa menoleh.
Laras masih terduduk lemas di lantai ibu datang merengkuh nya .
" sabar sayang ini sudah keputusan ayah nak kamu harus terima" kata ibu
__ADS_1
" tapi Bu aku gak suka sama Anggara aku melakukan itu karena dia yang ia katakan saat itu benar-benar terjadi tapi ternyata mereka hanya teman kerja aku sudah salah paham " kata Laras
" sudah lah nak kamu terima saja apa kata ayahmu " jawab ibu melepaskan pelukannya.
Laras bangun dari duduknya ia berjalan dengan gontai menuju kamar nya .
pagi hari.
" ah sudah pagi " kata Laras
pagi itu sedang melamun di atas ranjang nya .
ia sangat malah bangun pagi ini .
Ting
Boris dari ponsel nya ia meraih ponselnya membaca nya sekilas lalu melemparnya begitu saja .
1 menit
5 menit
tak ada balasan dari Laras Anggara pun menelpon nya
Laras yang mendengar ponsel berdering dengan malas meraihnya kembali.
" ngapain sih pake telpon segala" kata Laras kemudian menekan tombol hijau.
[ hallo ]
[ lama maat sih tinggal angkat saja ]
[ masih pagi juga udah telpon]
[ cepat mandi sebentar lagi aku jemput ]
__ADS_1
[ emang mau kemana sih masih pagi juga ]
[ ke rumah ibu ku ingin bertemu ]
[ haduh tapi aku mals sekali]
[ kalau kamu gak mau aku sebarkan video kita itu bagaimana]
[jangan jangan iya iya kau mandi dulu]
[ nah gitu dong kan sayang ]
[ dih ada maunya nge rayu ]
Laras pun mematikan telepon secara sepihak .
" aku harus bagaimana biar bisa lepas" kata Laras
" seperti akan susah malah ayah mau aku menikah sama dia lagi , bisanya cuma ngancam terus , ya Allah aku capek " kata Laras kemudian beranjak dari ranjang nya .
ia meraih handuk masuk kamar mandi .
suara gemericik air terdengar dari luar
" ah segarnya " kata Laras
selesai mandi ia memandang wajahnya dicermin kamar mandi sekilas
" sungguh malang nasibmu" katanya memandang rendah dirinya sendiri .
Laras memilih Hoodie biru warna kesukaan nya dan celana jeans panjang sedikit ketat .
kemudian duduk di meja rias , merias wajahnya setipis mungkin tak lupa mengoles lipglos . selesai ia pun keluar menuju meja makan untuk sarapan.
" wah cantik sekali selamat pagi " kata seseorang masih berdiri di ambang pintu membuat semua orang di meja makan menoleh padanya ,Laras pun sampai terkejut
__ADS_1
siapa dia ??
bersambung