Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Suka sekali mengancam


__ADS_3

" gimana cucuku nak apa sudah cantik " tanya Bu Sri antusias ingin melihat


" sudah Bu tenang saja sedang tidur dia sangat cantik " kata Agus


" seperti bude nya ini pasti eh jangan bude tua dong kalau bude , mamah itu yang pantas" kata Sera dengan bangga nya


" udah tua aneh aneh " kata Agus .


" sudah sudah Kalian ini ko ribut ini rumah sakit " kata Bu Sri.


...****************...


" aku gak akan biarkan kamu kembali padanya dia sudah sakit sakitan masih saja kamu masih saja mau sama dia " kata ayah Laras


" ayah tau dari mana soal itu " tanya Laras


" aku mohon yah biar aku kembali Dengan nya dia orang baik " kata Laras lagi memohon .


kini ia terisak akan ingatan kenangan nya bersama Fahmi di masa lalu .


" itu kan sudah pilihan kamu , kamu sudah buat malu ayah kalau Sampai video itu tersebar ayah tendang kamu dari rumah ini " kata ayah Laras


tak menyangka semua akan seperti ini . dulu dirinya terkena bujuk rayu oleh Anggara, setelah tau niat Laras ikut kedua orangtuanya , pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi saudara nya .


ayahnya dengan tegas melarang nya untuk bertemu dengan Fahmi apapun yang itu alasannya ayah tidak mau menerima nya .


" kalau kamu mau jadi anak yang berbakti ikuti kata kedua orangtuanya kami harus menikah secepatnya dengan Anggara" kata sang ayah mengejutkan semua orang yang ada di rumah.


" apa ayah tidak keliru" tanah ibu Laras


" tidak itu sudah ku putuskan dengan sangat matang " kata ayah kemudian masuk ke kamar tanpa menoleh.


Laras masih terduduk lemas di lantai ibu datang merengkuh nya .


" sabar sayang ini sudah keputusan ayah nak kamu harus terima" kata ibu

__ADS_1


" tapi Bu aku gak suka sama Anggara aku melakukan itu karena dia yang ia katakan saat itu benar-benar terjadi tapi ternyata mereka hanya teman kerja aku sudah salah paham " kata Laras


" sudah lah nak kamu terima saja apa kata ayahmu " jawab ibu melepaskan pelukannya.


Laras bangun dari duduknya ia berjalan dengan gontai menuju kamar nya .


pagi hari.


" ah sudah pagi " kata Laras


pagi itu sedang melamun di atas ranjang nya .


ia sangat malah bangun pagi ini .


Ting


Boris dari ponsel nya ia meraih ponselnya membaca nya sekilas lalu melemparnya begitu saja .


1 menit


5 menit


tak ada balasan dari Laras Anggara pun menelpon nya


Laras yang mendengar ponsel berdering dengan malas meraihnya kembali.


" ngapain sih pake telpon segala" kata Laras kemudian menekan tombol hijau.


[ hallo ]


[ lama maat sih tinggal angkat saja ]


[ masih pagi juga udah telpon]


[ cepat mandi sebentar lagi aku jemput ]

__ADS_1


[ emang mau kemana sih masih pagi juga ]


[ ke rumah ibu ku ingin bertemu ]


[ haduh tapi aku mals sekali]


[ kalau kamu gak mau aku sebarkan video kita itu bagaimana]


[jangan jangan iya iya kau mandi dulu]


[ nah gitu dong kan sayang ]


[ dih ada maunya nge rayu ]


Laras pun mematikan telepon secara sepihak .


" aku harus bagaimana biar bisa lepas" kata Laras


" seperti akan susah malah ayah mau aku menikah sama dia lagi , bisanya cuma ngancam terus , ya Allah aku capek " kata Laras kemudian beranjak dari ranjang nya .


ia meraih handuk masuk kamar mandi .


suara gemericik air terdengar dari luar


" ah segarnya " kata Laras


selesai mandi ia memandang wajahnya dicermin kamar mandi sekilas


" sungguh malang nasibmu" katanya memandang rendah dirinya sendiri .


Laras memilih Hoodie biru warna kesukaan nya dan celana jeans panjang sedikit ketat .


kemudian duduk di meja rias , merias wajahnya setipis mungkin tak lupa mengoles lipglos . selesai ia pun keluar menuju meja makan untuk sarapan.


" wah cantik sekali selamat pagi " kata seseorang masih berdiri di ambang pintu membuat semua orang di meja makan menoleh padanya ,Laras pun sampai terkejut

__ADS_1


siapa dia ??


bersambung


__ADS_2