
ke esokan harinya .....
Fahmi tak bangun-bangun membuat sari khawatir, ia mengedit pintu pelan.
tok
tok
tok
" Fahmi buka pintunya" kata sari dari luar.tak ada sahutan namun pintu kamar tidak dikunci sari pun masuk .
" ya ampun belum bangun " kata sari masih di ambang pintu.
sari masuk dan mengoyang goyang kan tubuh Fahmi pelan.
Fahmi menjawab dengan pelan ," hmm " jawabnya .
" kamu sakit ,kita periksa ya " kata sari sambil mengecek suhu tubuh Fahmi dengan telapak tangan nya.
" enggak usah cuma demam aja ko nanti juga sembuh " kata Fahmi
" tapi badanmu panas sekali" kata sari
" enggak usah kami berangkat kerja sama nanti terlambat loh " kata Fahmi
" kamu sakit trus aku kerja yang jagain kamu siapa " tanya sari .
" aku akan izin hari ini gak kerja " kata sari mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya .
diruangan Cece telepon diatas meja berbunyi.
kring
kring
__ADS_1
kring
" ya hallo ada yang bisa dibantu " tanya seseorang dibalik telepon
"ce ini saya , saya hari ini izin sekali an sama Fahmi dia sedang sakit ce " kata sari dari balik telepon.
" oh iya ya udah titip salam sama Fahmi ya semoga cepat sembuh " kata Cece
" iya ce terima kasih" jawab sari kemudian memasukkan kembali kedalam tas nya .
" aku akan keluar sebentar" kata sari berjalan keluar kamar.
sari membeli makanan dan juga obat dengan untuk Fahmi , setelah dari sana ia membeli beberapa buah .
setelah Dapat sari langsung pulang .
sementara.......
" kamu itu mas kasih uang cuma segini , dapat apa ha buat makan satu bulan saja gak cukup " kata Mia kesal akhir akhir ini Agus selalu memberi uang kurang kepada nya.
" sudah lah terima saja Mia dulu sari juga segitu dia gak pernah tuh ngomel selalu nurut pula " kata Agus kini mulai tersulut emosi .
" sari sama aku jangan kau samakan mas aku ya aku sari ya sari , beruntung sekali dia bisa lepas dari lelaki macam kamu ya , bisa mati dia hidup sama orang seperti mu " kata Mia .
" sudahlah aku pusing " kata Agus setelah mengatakan itu ibu Sri datang .
" minta uang dong ibuk mau belanja kebutuhan makanan kita sudah menipis" kata Bu Sri , setelah nya Agus mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang berwarna merah.
Bu Sri tersenyum sumringah menerima uang itu .
" Terimakasih anakku memang bisa di andalkan" katanya lalu setelah itu pergi keluar.
" tuh sama ibu aja ada dikasih, sama aku cuma segini apaan ini " tutur Mia berlalu dari hadapan Agus .
Agus hanya bisa menghela nafas kasar.
__ADS_1
" hah " Agus pun pergi keluar .
di kost an sari dengan telaten menyuapi Fahmi dengan sabar.
" kok kamu gak kerja ini sudah siang " katanya sambil mengunyah sarapannya.
" aku gak kerja hari ini , tadi aku sudah ijin ko tenang saja " kata sari .
" minum dulu setelah ini minum obat lalu tidur ya " kata sari membereskan sisa makanan dan piring kotor ia bawa keluar dan mencucinya .
selesai mencuci sari mandi dan beristirahat dikamar sekedar merapikan kamar nya yang berantakan.
tak sampai selesai sari perlahan ketiduran.
tiba tiba ponsel nya bunyi,
kring
kring
kring
" haduh siapa sih " tuturnya meraih ponsel didalam tas nya
" ya hallo "
" ini aku sar boleh minta tolong nggak "
" oh Fahmi ada apa "
" aku mau ke kamar mandi tapi gak bisa berdiri susah kepalaku pusing"
" iya sebentar aku akan kesana"
setelah mematikan ponselnya ia segera datang ke kamar Fahmi . terlihat Fahmi sedang kesusahan sari yang baru membuka pun terkejut dengan sigap langsung membantu nya .
__ADS_1