Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Persalinan Ku #3


__ADS_3

Tak lama akupun tenang dan bisa mengontrol emosiku.. Dengan lembut ku katakan pada Dion, untuk saja kau tidak mati karena ku cekik..


Lalu ku tinggal kan Dion seorang diri, akupun tidur di sebelah anakku.. Malamnya anakku menangis karena tidak menghisap ASI ku.. Aku tidak memberikan ASI karena kata ibu Dion agar nanti terbiasa kalau di tinggal pergi.. Sungguh itu perkataan yang membuat ku terhempas.. Karena payudara ku yang semakin membengkak dan meneteskan air susu, tak ku hiraukan perkataan ibu Dion, ku ambil dan ku pangku anakku untuk ku beri ASI.. Tak lama anakku pun tidak menangis dan tidur dengan tenang.. Karena masih usia 4 hari bayi membutuhkan lebih banyak cairan, anakku yang sudah dari awal menghisap ASI ternyata dia tidak puas kalau tidak mencicipi ASI ku walaupun sudah beberapa botol susu formula.. Anakku pun menangis, karena kondisi ku yang operasi Cesar, pergerakan ku lambat.. Ternyata itu membangunkan ibu Dion, ibu Dion ke kamar kami.. Karena kondisi pintu yang dikunci Dion dari dalam, membuat ibu Dion marah dan menendang pintu dengan keras.. Lalu ibu Dion masuk dan berkata padaku, untuk membawa anakku tidur bersamanya nya.. Aku menolak keras permintaan itu.. Ku katakan aku bisa mengurus anakku sendiri.. Ternyata ibu Dion tetap ingin membawa anakku.. Dia berkata kalau aku tidak percaya dengannya bahkan suami ku sendiri anak darinya.. Aku tetap tidak memberi anakku tidur bersamanya.. Ku buka kelambu bayi anakku dan kulihat anakku, ternyata anakku merasa kepanasan, badannya berkeringat banyak.. Lalu ku kipask dengan kipas manual.. Akhirnya anakku pun diam dan melanjutkan tidurnya.. Kukira ibu Dion akan pergi meninggalkan kami dikamar, ternyata aku salah ibunya tidur tepat sebelah anakku.. Bahkan anakku di geser dekat dengan nya dan jauh dariku.. Aku marah beras, ku geser kembali anakku dan ku tanyakan apa maksud dari semua ini.. Waktu aku hamil saja kehamilan ku disalahkan, dan selama aku hamil aku cukup banyak mendapatkan caci makian dari keluarga Dion dari pihak mana pun termasuk ibunya.. Dan sekarang anakku sudah lahir dengan jenis kelamin perempuan, ibu berusaha mengambil alih nya dariku? Itu tidak akan terjadi, sampai kapan pun aku tidak ikhlas.. Setelah aku berkata seperti itu ibu Dion hanya melihatku dengan tatapan yang tajam.. Tak ku hiraukan, aku tidur disebelah anakku dan tangan ku terus mengipas manual untuk anakku agar tidak kepanasan.. Keesokan harinya saat bangun pagi, aku disuruh makan pagi oleh ibu Dion, dan sudah ada ikan gabus beserta obat-obatku.. Selesai makan aku mencuci mulutku agar tidak bau abis, aku takut mengganggu anakku.. Beberapa hari kemudian ibu Dion berencana mengadakan mupusi, itu bahasa Melayu daerah sini.. Yang artinya kalau anak pertama sudah lahir dan tinggal dengan salah satu pihak keluarga, keluarga yang ditinggalkan membawa kado dan kue saat berkunjung melihat bayi nya.. Dan semua itu diserahkan ke bayi dan ibunya.. Saat itu keluarga ku tidak lah mengetahui hal itu, karena keluarga ku Melayu pesisir bukan Melayu Deli, dan tradisi seperti itu hanya Melayu Deli yang mengetahui nya.. Saat berbicara dengan tetangga maupun dengan saudara Dion yang lain, ibu Dion selau menyindir ku dengan kata-kata tajam, ibunya mengatakan kalau keluarga ku tidak perduli dengan ku..


__ADS_2