
sore hari menjelang malam sari selalu duduk sendiri di teras rumah. melamun sendiri menjadi kebiasaan nya sekarang. memikirkan nasibnya yang tak sebaiknya mimpinya .
" ada apa ayo masuk " ucap nenek
" aku disini aja nek " ucap sari terlihat gundah
" gak baik nak sudah malam " ucap nenek laku melihat ke arah jalan nan .
" sudah pulang " ucap nenek melihat sebuah sepeda motor berhenti didepan rumah
" sudah nek Alhamdulillah hari ini ramai sekali jadi cepat pulang " ucap Agus yang baru saja datang .
" ayo masuk ngapain disini , nungguin ya " ucap nya melihat sari didepan.
" iih pd amat sih " ucap sari sewot seakan semua ini terjadi karena nya .
" kenapa sih " batin Agus berjalan masuk mengikuti sang istri dari belakang.
" sudah pulang nak ," ucap sang ibu
" sudah Bu !" ucap Agus datar seraya masuk kamar .
" buat kan teh , haus sekali rasanya" ucap Agus merebahkan dirinya di ranjang
" iya sebentar ,mandi dulu sana abu tau ! " ucap sari dan berlalu pergi kedapur .
5 menit teh pun jadi sari tak mendapati Agus dikamar , menaruh teh di atas meja dan melangkah ke depan .
" nek sudah makan. makan dulu dan minum obatnya " ucap sari penuh perhatian kepada nenek .
" sudah nak " ucap nenek
" beneran nek sudah " ucap sari tak begitu percaya.
" iya beneran sudah nak ." kata nenek lagi
Agus selesai dengan ritual mandinya bergegas masuk kamar namun didepan kamar Agus bersimpangan dengan ibunya .
" ibu mau bicara denganmu " ucap nya
" ada apa Bu " kata Agus
" coba lihat foto ini " menunjukkan ponsel nya menampilkan foto seorang perempuan cantik berambut panjang dengan senyum dibibir nya .
" ini siapa Bu " ucap Agus
" itu anak teman ibu " ucap ibu
" lalu untuk apa ibu memberi tahu padaku kan ibu tahu aku sudah punya istri jangan Ngada Ngada deh Bu " ucap Agus tak suka sari dibedakan dengan orang lain.
" ibu punya rencana dan kmau harus mengikuti semua keinginan ibu "
" apa rencana ibu " ucap Agus
sang ibu berbisik sesuatu pada Agus dan Agus pun mengerti namun dia sanggup atau enggak melakukan itu .
" sudah sana jangan buat dia menunggu " ucap sang ibu pergi meninggalkan Agus yang masih berpikir keras.
didalam kamar Agus masih memikirkan bagaimana bisa ibunya bisa berpikir seperti itu sementara ia sangat menyayangi sari .
__ADS_1
" aku tidak bisa tidak menuruti ibu tapi aku juga gak bisa menyakiti sari " ucap aku seraya menggaruk kepalanya yang gatal itu .
" sudah mandi cepat makan " ucap sari tiba tiba sudah ada didalam kamar .
" kapan masuk nya tiba tiba muncul kaya tuyul " ucap Agus terheran .
" baru aja kok , kenapa? " ucap sari heran melihat tingkah Agus yang begitu mencurigakan.
" nggak ada ," ucap Agus datar mengambil teh diatas meja .
" besok aku titip ya bentar aku ambil uangnya ! " ucap sari mengambil dompet alangkah terkejutnya uangnya hilang 200ribu .
" loh uangku ko bisa berkurang ya ?" ucap sari mengeluarkan semua isi dompet nya
" kamu belanjakan kali atau dipinjam ibu " ucap Agus
" pinjam pinjam, pinjam itu dikembalikan ini nggak itu bukan pinjam namanya tapi ngrampok " ucap sari kesal.jika mengingat ibu mertua memakai uangnya dan tidak dikembalikan bukan berarti sari pelit namun cara sang ibu mertua meminta yang salah .
" ah sudahlah nanti juga ketemu , hei tunggu jangan jangan ada yang ngambil " ucap sari lagi
" apakah disini ada yang memelihara tuyul" ucap sari pada Agus .
" ada "
" benarkah wah gawat bisa habis ini " ucap sari penuh kekhawatiran
" kami harus hati hati ada tangan panjang juga / pencuri " ucap Agus mengingat kan sari
" ha apa pencuri dirumah ini " ucap sari tak percaya
" iya . sudahlah bila ibu pinjam bilang ah gak ada uang atau belum aku kasih " ucap Agus sebenarnya tak mau menyakiti sari .
" aku mau tidur capek " ucap Agus merebahkan tubuhnya.
" besok aku ikut ya " ucap sari lagi ikut rebahan di samping Agus .
" iya boleh , bawa bekal ya kita harus hemat " ucap Agus membelai lembut rambut sari
" tenang saja " ucap sari
batin sari : aku capek jika dirumah terus udah beres beres gak ada yang bantuin dituduh yang gak jelas pula . mana aku gak pernah melakukan kesalahan ini malah dituduh mecahin piring bener bener tu. Mak lampir .
sari memejamkan matanya mulai memasuki alam bawah sadar .
* * *
tepat pukul 03.30 pagi ....
" nak punya uang gak ibu butuh seratus lagi " ucap Agus
" ibu ini masih pagi " ucap Agus kesal lalu menggoyang goyangkan tubuh sari
" hmm " sahut sari dengan mata masih terpejam.
" ambilkan uang seratus kasih ke ibu " ucapnya laku kembali tidur
sari bangun dengan sedikit kesal mendengar ibu Pi jam uang lagi .
" nih Bu " ucap sari , sang ibu langsung keluar kamar .
__ADS_1
meliha ibu mertua keluar dari segera tidur kembali namun tak bisa .
" dasar nenek nenek udah tua masih aja sok muda udah tau gak mampu malah berteman sama orang kaya ya jelas beda level lah harusnya nyadar diri "batin sari mendengus kesal .
" ah gak bisa tidur lebih baik aku buatkan bekal " ucap sari melihat jam sudah pukul 04.00 pagi .
" wah rajin pagi pagi sudah masak " ucap nenek kebetulan lewat yang akan ke kamar mandi.
" eh nenek " ucapnya lagi
disaat yang sama Sera juga sudah bangun dan hendak ke kamar mandi namun ditahan karena merasa iri dan benci kepada sari yang terus dipuji nenek .
Sera mengurungkan niatnya dan masuk lagi ke kamar .
" akakn aku buat gak betah kau disini sehingga aku bisa memiliki separo harta ibu hahahaha " ucap Sera dalam batin .
" awas kau tunggu tanggal mainnya " ucap Sera dengan senyum dibibir nya .
didaour sari masih berkutik dengan semau bahan makanan yang dibelinya .
15 menit sudah .....
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga " ucap sari
" tinggal mandi deh " sari masuk kamar dan mengambil pakaian lalu masuk kamar mandi memulai ritual mandinya .
" dimana sari " ucap Agus yang baru saja bangun ,
" sudah bangun mandi dulu sana " ucap sari baru saja masuk .
" hmmm " ucap Agus mengerjipkan matanya .
" ini sudah pukul 06.00 ayo cepat !! " ucap sari menggeleng keheranan suami disuruh bangun malah tidur lagi .
" hmm iya " ucap aku kembali duduk .
" nih handuk nya " ucap sari melempar handuk yang basah pada wajah Agus .
" astaga ini basah sekali" ucap Agus wajahnya langsung terasa segar
" aku habis keramas" ucap sari seraya menyisir rambutnya.
" hah " ucap Agus lalu pergi ke kamar mandi
" ayo berangkat" ucap Agus bergegas ke depan membawa dua helm
" Bu aku berangkat" ucap sari pada sang ibu yang kebetulan sedang duduk die Raung tamu sendiri
" ikut bekerja" ucapnya dengan nada berat
" iya buk dirumah juga Mau ngapain " ucap sari
" yang memotong kain siapa " ucap ibu
saat pertanyaan dilontarkan Sera muncul dari dalam sari yang melihat langsung menunjuk nya dan pergi
" itu mbak Sera " setelah menjawab pertanyaan sari tak lagi berlama-lama di sana .
" ayo cepat aku sudah muak " ucap sari berbicara pada Agus dipinggir jalan depan rumah .
__ADS_1