Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sakit perut


__ADS_3

sore hari setelah pulang dari acara nikah Mia Fahmi duduk didepan rumah Menikmati senja yang nampak mulai tenggelam.


" sedang apa ya ? apa dia udah pulang coba aku telpon dulu " ucap Fahmi mengotak Atik ponselnya


dret....dret...dret


ponsel sari berdering


" hallo " suara perempuan diseberang sana


" hallo sari sedang apa ? apa kamu masih bekerja ? " ucap Fahmi


" ini aku sedang dijalan mau pulang kenapa? " ucap sari sambil menikmati Es kelapa muda ditangannya.


" gak apa apa sih cuma lagi bete aja " ucap Fahmi


" oh gitu hmmm " ucap sari


" ya udah hati hati dijalan ya " ucap Fahmi langsung mematikan ponselnya


sementara sari masih bingung Tiba tiba saja Fahmi menelponnya sementara sang suami sudah jarang sekali mengasih kabar .


jangankan kabar uang aja gak pernah semenjak sari bekerja.


kali ini sari berniat meminta Agus mengirim uang pada nya alasan belum dibayar Beberapa bulan ini.


dret...dret...dret


sari mencoba menelpon Agus namun tak juga di angkat berkaki kali sari coba namun tetap sama nihil hasilnya .


" mas ada telepon ko gak di angkat " ucap Mia melihat ponsel Agus


" udah biarin aja sini kita istirahat" ucap Agus memeluk tubuh ramping Mia.


" bisa aja deh mas , ya udah matiin aja ponsel biar gak mengganggu lagi " ucap Mia


" ya udah matikan aja " ucap Agus


" loh ko mati sih tadi masih aktif. kenapa sih akhir akhir ini beda banget sama aku ,ah sudah lah mungkin dia sedang kecapean "ucap sari kembali meletakkan ponsel di kasur samping nya tidur.


" mbak " ucap Sasa yang baru pulang bekerja


" baru pulang " ucap sari menoleh sumber suara yang memanggil nya


" mbak aku ikut satu kamar lagi ya ,gak enak sendirian" ucap Sasa memohon pada sari


" boleh pindah kesini sekarang pun boleh " ucap sari sambil mengotak Atik ponselnya .


" kayaknya sibuk banget lagi chat sama siapa sih " ucap Sasa


" kepo ya " ucap sari sambil tersenyum lebar


" hehe " Sasa tersenyum malu malu


" sama Fahmi katanya nanti mau balik tapi ini udah jam 7 belum sampai tuh " ucap sari


" ciiee nungguin " ucap Sasa

__ADS_1


" apaan sih sa aku sadar kali udah bersuami" ucap sari sedikit cemberut


" ia tahu tapi suami mbak jauh kan hati hati loh mbak banyak p$@_@or" ucap Sasa


" iya tahu sa Sasa udah makan belom " ucap sari berjalan keluar menuju dapur kecil


" belum mbak " ucap Sasa ikut keluar ingin ke kamar mandi


" ya udah mandi dulu nanti kita keluar cari makan gimana mau nggak sekali an jalan jalan " ucap sari masih mengingat dulu ketika belum menikah ia bebas dan kemana pun tiada yang melarang meskipun tak ada uang tetap bisa jalan jalan cari angin .


di kota B Fahmi baru berangkat pukul 7 .


" pak de , budhe Fahmi pamit ya terimakasih sudah menampung ku disini " ucap Fahmi sembari pamit


" apa sih kamu itu masih ponakan ku jadi ya wajar jika menampung mu disini .lain kali datanglah kesini " ucap budhe


" baik budhe kalau gitu Fahmi jalan ya " Fahmi berjalan masuk kedalam bus setelah bersalaman dengan pak de budhe nya .


tak lupa fahmi mengabari sari


lewat pesan singkat itu.


" ( aku balik sar tunggu ya ) ucap Fahmi


" hmm tunggu dimana " ucap sari


" dihatimu eakkk " ucap Fahmi


" udah lah jangan gitu hati hati dijalan , oleh oleh ku jangan lupa " ucap sari


" hahah iya tenang saja gak akan lupa kok " ucap Fahmi


**********


" mbak " ucap Sasa


" hmm kau kenapa.?" ucap sari melihat Sasa memegangi perutnya


" perutku sakit banget mbak " ucap Sasa lirih.


" tunggu sebentar aku akan keluar mencari kan obat untuk mu " ucap.sari segera keluar membeli obat , selama sari keluar Sasa terlihat bolak balik di kamar mandi membuat Fahmi yang baru datang kebingungan .


" kamu kenapa? " ucap Fahmi


" duh jangan banyak nanya sakit perutku minggir " ucapnya tak tahan menahan sakit perutnya lalu masuk ke kamar mandi lagi


" aish kebanyakan makan seblak,ya gitu deh !" ucap Fahmi menuju kamarnya


Fahmi merebahkan tubuhnya di kasur sesekali melihat langit langit kamarnya


seketika hening dan angin malam memasuk kamar melewati lubang kecil dikamar itu.


tiba tiba perutnya berbunyi " krrruukkkk"


" astaga pake laper segala " ucapnya laku mengeluarkan kotak makanan dari tasnya.


" Untung bude bawain ini tadi makan dulu lah " ucap Fahmi langsung menyantap makanan sampai habis

__ADS_1


diluar sari baru datang membeli obat lalu memberikan obat itu pada Sasa .


setelah Sasa meminum obat itu merasa perutnya lapar


krrruukkkk


" aduh aku lapar mbak " ucapnya Sasa


" astoge trus aku harus nyari dimana ini udah malam , aku juga lapar sih " ucap ya mengelus perut nya


" y udah kalau gitu kita kelua cari makan aj gimana mbak " ucap Sasa


" gak ah udah capek , kalau kamu laper keluar aja sendiri aku nitip " ucap sari masuk kedalam


Sasa merajuk dan akhirnya gak jadi keluar.


" gak jadi toh " ucap sari


" gak " ucap Sasa


" ngambek nih " ucap sari lalu beranjak keluar menuju dapur kecil


kemudian memasak mie dan telur , kebetulan Fahmi keluar dan melihat nya


" sebaiknya aku tanyakan besok " ucap Fahmi kembali masuk ke kamarnya


" akhirnya matang juga " ucap sari masuk dengan membawa dua mangkuk mie


" nih makan " ucap sari menyodorkan semangkuk mie


" dapet dari mana mbak " ucap Sasa


" dapet dari maling , ya masak lah " ucapnya langsung makan mie


" ya salah mbak santai dong kan cuma nanya " ucap Sasa


Fahmi yang belum mengantuk terus memikirkan apa yang dilihat nya siang tadi .


" aku gak habis pikir apa ia sari dimanfaatkan saja Sama dia " ucap nya masih terheran-heran


" gak mungkin kan dia cinta banget sama sari , tapi ko aneh ya " ucapnya lagi .


" ah udah lah mending aku tidur aja " diwaktu akan tidur terdengar suara gaduh di luar


" apaan sih malem malem ribut ribut " ucap Fahmi langsung membuka pintu nya terlihat sari dan Sasa keluar masuk kamar mandi


" kenapa kamu, sakit perut ya " ucap Fahmi menghampiri sari


" iya nih mana obatnya tadi beli cuma satu udah habis sama dia " menunjuk Sasa


" kan tadi aku juga sakit mbak " Sasa pun tak ma kalah


" udah udah jangan berantem udah gede juga " ucap Fahmi


" tunggu sini bentar aku beliin obat dulu " ucap nya berjalan menuruni anak tangga


" makasih Fahmi " ucap Sasa tersenyum lebar

__ADS_1


" jangan kegatelan jadi cewe " ucap sari tak suka melihat Sasa tersenyum pada Fahmi .


" apa sih mbak cuma ucapan doang " ucapnya laku masuk lagi ke kamar mandi.


__ADS_2