Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
kekesalan


__ADS_3

sari yang menyadari itu pun bertanya tanya dalam hati .


*sungguh malang nasibmu , harusnya kamu pulang dan istirahat bukan disini . jika terus disini siapa yang akan menjagamu jika aku nanti Bekerja.


cepatlah sembuh aku rindu canda tawamu semangat mu dalam menjalankan semua hak termasuk kehidupan yang sangat menyakiti ini .


aku masih sayang sama kamu tapi aku sadar aku bukan yang dulu kami sayangi Fahmi .


aku merasa kotor , bekas ,sampah .


kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku nanti . cepatlah sembuh.batin sari terasa sesak kini , bulir bening menetes di pipinya*


ia segera menghapus agar Fahmi tak melihatnya menangis .


" hei Fahmi kamu tadi sebenarnya kemana" tanya sari di selang menyikapi Fahmi .


" aku hanya ingin membeli obat kepala ku sakit mau minta bantuan kamu belum pulang , jadi aku berangkat sendiri" kata Fahmi


" Hugh lain kali jangan diulangi ya , aku disini ada untukmu semoga cepat sembuh " kata sari dengan senyum nya yang manis.


membuat senyum Fahmi memudar kini dadanya kembali terasa sesak ,air matanya mulai membendung lagi .


pikiran nya kacau .


*bagaimana bisa aku tersenyum sekarang keadaan ku seperti ini . aku takut meninggalkan mu sendirian sari .aku tak rela orang lainnya menyakiti mu lagi .tapi aku argh kenapa harus aku ya tuhan .

__ADS_1


cobaan apalagi ini* ??


" sudah aku mau istirahat " kata Fahmi


" aku temani ya " kata sari membantu Fahmi masuk kamar nya


" tidak usah istirahat lah kau juga lelah " kata ya dingin nan ketus .


" tak apa kok aku ikhlas" kata Fahmi


" sudahlah istirahat sana !! " bentak Fahmi .


sari pun terdiam , sebelum nya Fahmi tak pernah membentak nya seperti ini . kini dia seperti tak mengenali Fahmi nya dulu .


" ada apa sih perasaan tadi baik baik saja salah ku dimana coba " kata sari yang kini mulai terisak didepan kamar fahmi yang samar samar bisa didengar olehnya.


maaf sari , aku terpaksa agar kamu menjauh dariku meskipun itu sulit untuk mu .


Fahmi pun menangis dalam kamar nya sendirian, ia pun tertidur pulas.


sore hari Sasa bersiap siap pulang .


ditengah jalan ia berpikir ingin sekali membeli bakso yang dulu dia makan bersama kedua sahabatnya sari dan Fahmi .


"mang beli bakso ya tiga " kata Sasa

__ADS_1


" bungkus neng " kata mamang bakso


" iya " jawabnya singkat .


" tunggu bentar ya neng " kata mang bakso mulai membungkus bakso .


tiba tiba ada yang menyapa nya seseorang yang seharusnya tak menyapa nya namun ia memaksakan diri untuk menyapa nya .


" mbak " panggil seseorang itu . seorang perempuan tengah hamil tua menghampiri nya .


" maaf siapa ya " tanya Sasa


" boleh bicara sebentar" kata nya lagi


" bicara saja disini mbak aku lagi mau cepat cepat pulang " kata Sasa .


" saya Mia teman nya Agus dan sari kalau boleh tau dimana saya ingin sekali bertemu dengannya " kata Mia .


sari yang mendengar nya langsung mengernyitkan dahi nya mengingat nama itu seperti nya ia pernah mendengar nya .


lama ia berpikir tanpa menjawab pertanyaan Mia.


Sasa pun akhirnya mengingat nya dan ngamuk seketika.


" kamu Mia temannya mbak sari sama Agus .Agus gak tau diri itu yang tega membuang berlian cuma karena batu kerikil yang di temui dijalan itu . belum puas anda menghancurkan teman saya belum puas ha dia menderita karena kami dia mati Matian kerja buat bantu suaminya malah kamu goda dia dasar pelakor gak tau diri " kata Sasa penuh emosi .

__ADS_1


belum sempat menjawab pesanan Sasa pun sudah siap dengan kesal Sasa


__ADS_2