
berhasil mendapatkan bukti nya, Fahmi segera membeli buahnya laku berlalu pergi .
" kuharap kali ini sari berpikir lagi meskipun nanti tidak denganku lagi tapi seenggaknya dia bahagia" tutur Fahmi bermonolog sendiri.
sampai di kost an sari terlihat didapur sedang membuat teh hangat , ia duduk disebelah dapur menikmati teh nya .
" kebetulan , sari ini ada buah untuk mu " kata Fahmi dengan gaya senyuman yang manis.
" buah apa wah kebetulan lagi gak pengen !" kata sari masih menikmati teh nya
" tapi sudah terlanjur dibeli sini buahnya kita makan bareng " kata sari meraih buahnya dari tangan Fahmi.
" kirain gak mau beneran " kata Fahmi
" nggak gitu , bukan gak mau tadi tapi emang lagi gak mood aja tiba tiba bete perasaan pengen emosi terus bawaannya jadi gak pengen apa apa. tapi karena dibeliin y aku hargain deh " tutur sari
" wih ada buah naga , tau aja aku suka ini " kata sari
" tau kah kan dulu kamu sering beli bahkan aku sering minta juga kan " jawab Fahmi
" hmm iya juga ya " kata sari ia berjalan ke dapur mengambil pisau.
" nih buatmu " kata sari memberikan Potongan buah yang ia potong tadi
" terimakasih, oh iya aku ingin menunjukkan sesuatu tapi ingat kamu jangan sedih ya " kata Fahmi sedikit ragu dengan apa yang akan ditunjukkan nya itu .
" iya aku sudah siap!" jawab sari seakan tahu apa yang akan ditunjukkan Fahmi padanya.
__ADS_1
" ini " kata Fahmi memberikan ponselnya yang kini dilayar itu terdapat foto foto Agus dan Mia yang begitu mesra .
" dapat darimana ?" kata sari tidak menunjukkan wajah sedih ataupun kaget
" tadi sewaktu membeli buah untuk mu " kata Fahmi heran ko sari nggak kaget sama sekali.
" kirimkan padaku ya " kaya Fahmi
" iya tapi ingat jangan gegabah dulu kalau kamu belum tau dengan mata kepala mu sendiri" kata Fahmi mengingat kan sari .
" tenang saja ," jawab sari santai .
" kamu baik baik saja kan sar ?" tanya Fahmi nampak khawatir
" iya aku baik baik saja " jawab sari sambil menikmati buah .
sebisa mungkin sari menampakkan wajah biasa saja namun dalam hati siapa tahu betapa hancurnya saat ini .namun ia pendam sendiri.
" iya " jawab singkat Fahmi dalam hati ia sedikit khawatir.
...****************...
keesokan harinya
pagi pagi sekali sari sudah rapi dan ia siap berangkat bekerja, ditengah jalan ia berhenti didepan penjual bubur ayam.
kebetulan pagi ini ia merasa sangat lapar .
__ADS_1
" bang satu ya " kata sari
" sebentar neng " kata bapak penjual
dari kejauhan sari seperti melihat seseorang yang ia kenal .
Mia kebetulan juga berjalan namun sendirian.
ia menuju Dimana sari membeli bubur .
" sari ?" sapa Mia lebih dulu
" loh mbak ko disini " kata sari
" iya ikut suami kerja , kebetulan dikira ini dia bekerja maklum suka pindah pindah" kata Mia
" memang kerja Apa mbak ko pindah pindah " kata sari
" jadi sopir sih cuma kan bisanya pindah sini " kata Mia
" oh sama dong kaya masa Agus dia juga jadi sopir " kata sari ramah , Mia yang tadinya terlihat ramah kini menatap sinis sari . sari menyadari itu namun ia tahan.
" mbak duluan ya " kata sari
" iya hati hati " kata Mia
( hampir aja ketahuan, duh kenapa sih gak cerai saja , ) batin Mia
__ADS_1
" ni neng bubur nya " kata penjual bubur pada Mia
" oh iya bang Terimakasih" kata Mia laku pergi secepat mungkin .