Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
Bubur ayam


__ADS_3

berhasil mendapatkan bukti nya, Fahmi segera membeli buahnya laku berlalu pergi .


" kuharap kali ini sari berpikir lagi meskipun nanti tidak denganku lagi tapi seenggaknya dia bahagia" tutur Fahmi bermonolog sendiri.


sampai di kost an sari terlihat didapur sedang membuat teh hangat , ia duduk disebelah dapur menikmati teh nya .


" kebetulan , sari ini ada buah untuk mu " kata Fahmi dengan gaya senyuman yang manis.


" buah apa wah kebetulan lagi gak pengen !" kata sari masih menikmati teh nya


" tapi sudah terlanjur dibeli sini buahnya kita makan bareng " kata sari meraih buahnya dari tangan Fahmi.


" kirain gak mau beneran " kata Fahmi


" nggak gitu , bukan gak mau tadi tapi emang lagi gak mood aja tiba tiba bete perasaan pengen emosi terus bawaannya jadi gak pengen apa apa. tapi karena dibeliin y aku hargain deh " tutur sari


" wih ada buah naga , tau aja aku suka ini " kata sari


" tau kah kan dulu kamu sering beli bahkan aku sering minta juga kan " jawab Fahmi


" hmm iya juga ya " kata sari ia berjalan ke dapur mengambil pisau.


" nih buatmu " kata sari memberikan Potongan buah yang ia potong tadi


" terimakasih, oh iya aku ingin menunjukkan sesuatu tapi ingat kamu jangan sedih ya " kata Fahmi sedikit ragu dengan apa yang akan ditunjukkan nya itu .


" iya aku sudah siap!" jawab sari seakan tahu apa yang akan ditunjukkan Fahmi padanya.

__ADS_1


" ini " kata Fahmi memberikan ponselnya yang kini dilayar itu terdapat foto foto Agus dan Mia yang begitu mesra .


" dapat darimana ?" kata sari tidak menunjukkan wajah sedih ataupun kaget


" tadi sewaktu membeli buah untuk mu " kata Fahmi heran ko sari nggak kaget sama sekali.


" kirimkan padaku ya " kaya Fahmi


" iya tapi ingat jangan gegabah dulu kalau kamu belum tau dengan mata kepala mu sendiri" kata Fahmi mengingat kan sari .


" tenang saja ," jawab sari santai .


" kamu baik baik saja kan sar ?" tanya Fahmi nampak khawatir


" iya aku baik baik saja " jawab sari sambil menikmati buah .


sebisa mungkin sari menampakkan wajah biasa saja namun dalam hati siapa tahu betapa hancurnya saat ini .namun ia pendam sendiri.


" iya " jawab singkat Fahmi dalam hati ia sedikit khawatir.


...****************...


keesokan harinya


pagi pagi sekali sari sudah rapi dan ia siap berangkat bekerja, ditengah jalan ia berhenti didepan penjual bubur ayam.


kebetulan pagi ini ia merasa sangat lapar .

__ADS_1


" bang satu ya " kata sari


" sebentar neng " kata bapak penjual


dari kejauhan sari seperti melihat seseorang yang ia kenal .


Mia kebetulan juga berjalan namun sendirian.


ia menuju Dimana sari membeli bubur .


" sari ?" sapa Mia lebih dulu


" loh mbak ko disini " kata sari


" iya ikut suami kerja , kebetulan dikira ini dia bekerja maklum suka pindah pindah" kata Mia


" memang kerja Apa mbak ko pindah pindah " kata sari


" jadi sopir sih cuma kan bisanya pindah sini " kata Mia


" oh sama dong kaya masa Agus dia juga jadi sopir " kata sari ramah , Mia yang tadinya terlihat ramah kini menatap sinis sari . sari menyadari itu namun ia tahan.


" mbak duluan ya " kata sari


" iya hati hati " kata Mia


( hampir aja ketahuan, duh kenapa sih gak cerai saja , ) batin Mia

__ADS_1


" ni neng bubur nya " kata penjual bubur pada Mia


" oh iya bang Terimakasih" kata Mia laku pergi secepat mungkin .


__ADS_2