Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
mencari mata mata


__ADS_3

15 menit berlalu .....


" kemana tuh anak berani masuk kamarku tanpa ketuk pintu sekarang ngilang ntah kemana bagaikan ditelan bumi " ucapnya sambil melihat ke kanan ke kiri .


tak menemukan apa yang dicari ia pun berjalan menelusuri sekitar kamarnya .


" Dahlah gak ketemu ntar juga muncul lagi " ucapnya


" kau mencariku " ucap seseorang dari belakang, sari pun segera menoleh nya.


" dasar kaya hantu suka ngilang suka datang " ucap nya lagi


" hehehe oh ya " ucap nya


" Dahlah capek ngomong sama kamu " sari bukanya terhibur malah nampak terlihat sangat kesal , ia meninggal kan Fahmi sendiri.


" ya marah, padahal aku Miu bantu masalah nya " ucap Fahmi berlalu dari sana .


sementara dikamar sari terlihat sedang bengong memikirkan nasib pernikahan jika semua dugaannya benar .


***ya Tuhan apa yang harus ku lakukan sekarang


, aku yakin pasti semua dugaanku benar tapi aku tidak punya bukti apa apa saat ini .


aku harus bagaimana ??


apa iya aku harus minta bantuan keponakan Fahmi tapi .....iya kalau dia kenal dengan mas Agus kalau enggak Gimana , duh ya Allah tolonglah hamba mu ini*** .


hari menjelang sore ....


dari ia datang sampai sore tak terlihat keluar sama sekali.


diluar Fahmi sedang menikmati es kopi yang baru saja dibeli sesekali melihat jalan raya yang terlihat dari lantai 2 tempat kost nya itu .


pandangan nya menatap jauh ingin sekali membantu namun itu masalah sari ia tak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga nya.

__ADS_1


ingin sekali aku membantu tapi aku takut ia mengataiku , dan terlebih itu masalah rumah tangga mana aku tahu soal begituan astaga aku harus apa , aku tak ingin melihatnya terus begini . aku harus beranikan diri untuk membantu nya setidaknya mencari sesuatu sebagai bukti .


dalam lamunan itu ia tak sadar dari tadi sari memanggil manggil namanya.


" Fahmi , " ucap sari tak ada jawaban darinya ia kembali memanggil nya


" Fahmi " kali ini tak ada jawaban lagi ia masih sabar


" Fahmi " lagi lagi tak ada jawaban ia pun menghampiri Fahmi lalu menjitak dahi Fahmi .


plakkk


" Awww" ucap Fahmi mengusap dahinya


" sejak kapan sih temen aku ini jadi Mak lampir" ucapnya menahan sakit.


" sejak Lo tuli puas" ucap sari semakin kesal .


" makanya kalau orang manggil itu dijawab bukanya ngelamun gak jelas gini " ucap sari ikut dudu disampingnya.


" hmm siapa temen mu " ucapnya penasaran


" ya ada " gelagapan menjawab ucapan sari ia baru sadar kalau keceplosan


" yakin cuma temen " sari menatap Fahmi seakan ada yang disembunyikan.


" i iya bener lah " ucap Fahmi


" jujur aja deh ketahuan loh kamu ink bohong gak kaya biasanya" ucap sari .


" hmm Gimana ya " ucap nya lagi hingga menggaruk kepalanya yang tak gatal .


" aku pengen bantuin kamu , inget kan foto yang aku tunjukin ke kamu waktu itu . foto pernikahan temen keponakan ku "


" iya kenapa " ucap sari

__ADS_1


" itu yang cowo kan mirip suamimu , nanti aku coba deh tanya tanya soal temennya itu aku yakin deh itu suamimu Agus " ucap Fahmi


" iya terimakasih aku sebenarnya juga ingin cari seseorang buat mata matain suamiku akhirnya akhir ini agak berbeda gitu loh " ucap sari


" biar ponakan ku aja dia pasti bisa bantuin " ucapnya


" emang gak ngrepotin " ucap sari meyakinkan


" enggaklah apa sih buat temen ko gak yakin " sesekali meminum kopinya


" terimakasih ya udah mau bantuin " ucap sari


ia melihat Sasa baru datang


" yang kencan baru pulang nih " ucap sari meledeknya


" mana oleh olehnya " Fahmi pun tak mau kalah


" oleh olehnya tertinggal di toko " ucap Sasa yang sudah masuk kedalam kamar


" ya salah gitu aja sewot sih " ucap Fahmi


" Dahlah biarin ntar juga pasti dikasih ko , kaya gak tau dia aja " ucap sari


krukk


sari perlahan melihat perutnya, Fahmi yang didepannya pun bengong sambil melihat sari yang sudah cengar-cengir.


" hehehe " ucap sari


" laper ya " ucap Fahmi langsung dijawab angguk an oleh nya


" ya udah makan " ucap nya pada sari


" ya udah aku keluar dulu " ucap sari

__ADS_1


" iya hati hati deh " ucap Fahmi yang masih duduk ditempat nya berbeda dengan sari yang sudah menghilang dari hadapan nya .


__ADS_2