Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
perasaan yang tak karuan


__ADS_3

" mbak " uca Sasa


" hmm " ucap sari masih fokus dengan ponsel nya ia merasa Agus sudah mulai berubah sekarang.


" mbak " ucap Sasa lagi


" apa sih " ucapnya dengan nada tinggi dan sedikit emosi


" jangan gitu mbak " ucap Sasa


" ah udahlah aku mau keluar dan kamu jangan ikutin aku .aku mau sendiri" ucap sari meraih jaket nya dan keluar entah kemana.


fahmi yang duduk di depan kos an sambil menikmati secangkir kopi memperhatikan sari .


" mau kemana malam malam begini " ucap Fahmi lalu beranjak dari tempat duduknya


" sari " ucap Fahmi mengejar sari,


" apa kamu juga gak usah ikut " ucap sari masih dengan nada tinggi


" kamu kenapa sih kalau ada masalah cerita sama aku " ucap Fahmi


sari terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Fahmi seakan tahu apa yang ia rasakan saat ini


" kalau mau curhat sama aku aja .janji gak bakal bocor " ucap Fahmi lagi


" gak ada aku mau keluar aja " ucap sari mulai berjalan meninggalkan Fahmi , namun Fahmi dengan cepat mengikuti nya dari belakang.


" aku ikut " uca Fahmi berjalan dibelakang sari .


sampai lah disebuah restoran sari segera memesan es kopi kesukaan nya. seketika melihat Fahmi duduk didepan nya merasa tak enak hati jika ia tak bicara dengannya


" mau pesan apa " ucap sari pada Fahmi lalu memberikan buku itu padanya


" aku terserah kami aja " ucap Fahmi


dan akhirnya memesan 2 kopi es yang sama .


Beberapa detik kemudian pesanan datang sari tampak sedikit gelisah dan terus mengaduk kopinya .


" kamu kenapa sih sar ," ucap Fahmi


sari melirik Fahmi sebentar setelah itu terus mengaduk aduk kopinya tanpa menjawab pertanyaan Fahmi.


" sari jawab lah kenapa" ucap Fahmi mulai khawatir.


( apa sari tahu kalau suami teman nya Seva itu beneran Agus atau jangan jangan sari Thu lagi )


" aku pengen pulang " ucap sari tiba tiba memecahkan lamunan Fahmi


" kangen suami ya pulang dong sar " ucap Fahmi


" Beberapa hari ini susah dihubungin " ucap sari sedih .


" aku mau tanya tapi kamu jangan marah dan itu kalau perlu tapi kalau nggak ya gak usah dijawab " ucap Fahmi membuat sari mengernyitkan dahinya.


" ini Agus suami mu kan ? " ucap Fahmi menunjukkan foto pernikahan temanya Seva pada sari


seketika matanya membelalak tak percaya


" dapat dari mana " ucap sari penasaran


" bener kan dia Agus " ucap Fahmi lagi

__ADS_1


" i i iya " ucap sari


" kemarin keponakan ku temanya menikah kebetulan ia menyuruhki untuk menemani nya " ucap.fahmi


" coba lihat mana fotonya " ucap sari mengambil lagi ponsel Fahmi


" tapi kau jangan buru buru ya ini mungkin cuma kebetulan sama " ucap Fahmi lagi


" aku harus selidiki , aku akan ijin pulang dan tak akan memberi tahu nya " ucap sari


" semoga saja dugaanku salah ya sar" uca Fahmi menenangkan sari


" iya semoga tapi hatiku merasa gak enak " ucap sari


" sabar aar setiap orang padi punya masalah dan cobaan kamu harus kua mengahadapi ya" ucap Fahmi menegarkan hati sari


" iya terimakasih Fahmi " ucap sari sambil melirik ponselnya beberapa kali mendapat telpon dari Agus namun tak di angkat karena kesal dan merasa dibohongi .


" kita pulang udah malam ini " ucap sari merasa sudah enakan .


" ya udah ayo, biar aku yang bayar tunggu aja didepan " ucap Fahmi


" iya terimakasih Fahmi " ucap sari lalu Beranjak dari duduknya


" iya sama sama " ucap Fahmi berjalan menuju kasir .


di jalan sembari menikmati cemilan ditangannya.


tiba tiba berhenti .


" sudahlah jika kalian jodoh pasti Allah akan memudahkan segala urusan mu " ucap Fahmi


" iya sih tapi aku masih kepikiran" ucap sari sedikit lesu .


" jika kau mau pulang sekarang aja gak apa-apa aku akan kasih tau bos " ucap Fahmi


lanjut berjalan walaupun rasanya berat sekali.


sampai di kost sari masih terlihat lesu bayangan foto dipikirkanya selalu mengganggunya .


" astaga salah apa aku ini" ucap sari menutup mukanya dengan kedua tangannya


tiba tiba saja pintu terbuka dari dalam


" mbak udah pulang " ucap Sasa


" hmmm" ucap sari lalu masuk dan tidur .


namun tak bisa tidur ia berkali-kali melihat Sasa sudah tidur namun tidak dengan dirinya rasanya susah sekali.


***


pagi hari ....


" bismillah aku yakin bisa " ucap sari berjalan keluar akan berangkat kerja .


" mbak tunggu " ucap Sasa dari dalam kamar


" ya udah ayo nanti terlambat" ucap Sri menarik tangan Sasa


dret..


dret...

__ADS_1


dret....


ponsel sari berbunyi .


" hallo " ucap sari


" kamu mau pulang kan hari ini libur gak apa-apa Sampai masalah mu selesai" ucap seseorang diseberang sana


" masalah ? " ucap sari


" iya Fahmi udah cerita semalam, lebih baik segera diurus dari pada nanti berpengaruh pada pekerjaan mu ." ucap nya lagi


" baiklah terimakasih , terimakasih" ucapnya lalu masuk kembali dan bersiap siap pergi


Sasa yang bingung langsung mengikuti nya .


" mbak gak kerja , bawa baju sebanyak itu mau kemana " ucap Sasa


" aku mau pulang sa , aku harus Segera mengetahui kebenaran nya " ucap sari


" aku pergi dulu " ucap sari pamit pada Sasa.


" hati hati mbak " ucap Sasa.


" iya " sari tak menoleh hanya menjawab saja .


di terminal bus sari begitu merasakan jantungnya berdegup kencang.


entah mengapa ada sesuatu yang harus benar benar ia ketahui dan harus diselesaikan.


2.5 jam di perjalanan sampai terminal kota ia memesan ojek .ia tak bilang pada Agus yang terpenting ia sampai rumah mertuanya pun senang.


tak lama akhirnya sampai didepan pintu rumah mertuanya .


Sera yang ada didepan kaget .


" loh sari ko gak bilang kalau mau pulang kan bisa dijemput " ucapnya


" gak apa apa mbak kan ini surprise buat mas Agus .ucap sari berjalan masuk ke dalam ia kaget melihat Mia di ruang tengah menonton TV bersama Agus dan juga ibunya


" loh sari pulang ko gak bilang bilang" ucap ibunya


" habis mas Agus di telpon gak pernah di angkat , oh iya ini ada oleh oleh untuk ibu " ucap sari memberikan


satu dus oleh-oleh.


" khas kota kamu kan ," ucapnya sumringah


" iya Bu " ucap sari sambil melirik ke arah Mia yang sedikit pucat


" mbak Mia ada disini , udah lama " ucap sari bertanya dengan hati hati ia tak mau gegabah dengan apa yang ditunjukkan Fahmi kemaren.


" eh anu eh iya mbak baru aja ko nganterin Agus tadi ketemu dijalan di serempet orang jadi aku tolongin " ucapnya bohong .


" beneran mas tadi diserempet orang trus gak apa-apa kan gak ada yang luka kan " ucap sari mendekati Agus .


" iya aku gak apa-apa udah kamu istirahat kan ada Mia dia bisa bantu aku " ucap agus membuat sari mengernyitkan keningnya.


" gak bisa gitu kan aku istri nya mas " ucap sari


" ya udah kalau gitu aku pamit ya " ucap Mia


"iy mbak makasih ya " ucap sari

__ADS_1


" iya sama sama " kemudian pamit pada ibu mertua nya dan pergi .


sampai didepan ia berbicara pada ibu mertua nya entah apa yang di bicarakan.


__ADS_2