
" Bu kalau gini terus enak kita " kata Sera menikmati makanan nya
" iya dong nak ibu tak akan tinggal diam dia juga harus merasakan seperti sari dulu kita lihat seperti apa dia apakah dia akan kuat atau pergi seperti sari ini baru permulaan " jawab Bu Sri dengan senyum menyeringai.
" ibu sudah pulang " tanya Mia
" sudah kenapa?" jawab Bu Sri menunjukkan wajah galak nya .
tiba tiba dari luar ada orang bertamu buru buru Bu Sri merebut jemuran kering dari tangan sari .
" aduh nak kami baru melahirkan sudah beres beres rumah biar kakakmu saja yang mengerjakan ini kamu Istirahat lah " kata Bu Sri dibuat semanis mungkin. kemudian menyerahkan jemuran kering kepada Sera.
" ini Sera lipat dan setrika ya " ucap nya pada Sera. Sera dengan terpaksa menerima nya .
" iya ibu , Mia istirahat lah aku lihat kamu belum makan . makan lah dulu " kata Sera kemudian masuk kedalam.
" oh jadi begini toh sifat nya " batin sari terdiam
" wah Bu Sri mana cucumu aku mau lihat " kaya Bu Ratna tetangga yang datang
" oh iya sedang di asuh sama nenek nya maklum lah menantu ku kan operasi jadi ya harus ada yang bantu menjaganya lagi pula Mia tidak boleh terlalu capek bukan begitu kan Mia yang dokter bilang " kata Bu Sri menyenggolnya
" ah iya Bu " jawab Mia .
__ADS_1
" oh iya saya masuk dulu ya Bu mau mandi dulu , permisi " jawab Mia kemudin berjalan ke belakang ke kamar mandi sekedar membersihkan diri setelah seharian membersihkan rumah sendirian.
" rajin ya Bu menantu mu satu itu andai sama seperti sari bisa bekerja sip itu " kata Bu Ratna.
.enak saja kalau dia bekerja siapa yang akan merawat anaknya saya oh tidak bisa emang saya pembantu apa ? tapi Kalau dia bekerja enak juga bisa minta duit sama dia batin Bu Sri .
" Bu Sri , Bu ko ngelamun" tanya Bu Ratna.
" ah iya hu nggak lah kasihan nanti anaknya nyariin biasa lah ank kecil kan " jawab Bu Sri
" oh ya sampai lupa ini saya bawakan oleh oleh " jawab Bu Ratna
" Bu Ratna habis dari mana " tanya Bu Sri
" iya makasih loh ya repot repot " kata Bu Sri sumringah.
" iya Bu " kata Bu Ratna kemudian melenggang pergi .
setelah Bu Ratna pulang Sera masuk ke kamar Mia menaruh kembali jemuran yang sudah kering itu .
" loh mbak " tanya Mia
" apa ??tuh lipat bajunya " kata Sera
__ADS_1
" bukanya tadi ibu menyuruh mbak ya " jawan Mia
" aku gak nyuruh Sera yang lipat , tapi ibu suruh kamu, ingat ya kamu disini melayani kita semua tahu" kaya Bu Sri
" dan lagi jangan pernah bilang sama Agus soal ini bikin pusing Kalau di ikut campur urusan ibu paham kamu " kata Bu Sri penuh penekanan
" i iya Bu paham " jawab Mia menunduk kini hatinya terasa sesak kembali dulu dirinya di banggakan sebagai menantu yang baik yang tidak pelit namun sekarang semua berubah 180 derajat.
Mia masuk kamar ia memandang wajah malaikat yang tertidur disampingnya. hatinya kini benar benar rapuh namun serapuh apa pun ia haru tegar menjalani kehidupan barunya dengan penuh air mata .
aku harus kuat demi anak ku . aku gak boleh nyerah aku harus buktikan aku bisa batin Mia
Mia mulai melipat baju nenek masuk dengan membawa sebuah kresek kecil
" ini untuk mu makanlah " kata nenek
" apa ini nek " tanya Mia menerima kresek
" itu biskuit nak " jawab nenek
" terimakasih nek " kata Mia langsung membuka biskuit yang diberikan oleh nenek
Mia tersenyum manis matanya tak berhenti menumpahkan air bening yang sedari tadi sudah tak bisa ditahan lagi .
__ADS_1
bersambung