
antrian panjang Berjam jam mereka menunggu sari pun lapar .
" lama kah aku lapar nih " kata sari
" makanlah dulu di kantin aku akan tunggu disini takutnya nanti namaku dipanggil" kata fahmi.
" kamu gak lapar" tanya sari
" lapar sih tapi ya seperti kataku tadi " kata Fahmi .
" ya sudah tunggu dulu aku gak akan lama" jawab sari langsung beranjak pergi .
Fahmi pun hanya diam melihat punggung sari semakin menjauh dari pandangan.
tak lama kemudian namanya di panggil
" Saputra Fahmi Febrian " terdengar dari dalam
Fahmi pun masuk kedalam ruangan .
" Tn Fahmi " tanya seorang dokter .
" iya saya dok " jawabnya
" ada keluhan selama beberapa bulan ini ?" tanya nya
" pernah kambuh Beberapa kali dok " jawab Fahmi
" pasti lupa minum obatnya nya kan " tanya dokter
" hmm iya dok " jawab Fahmi
" kamu harus rutin meminum obatnya , jika kamu rutin insyaallah pasti akan sembuh mengingat kangker mu baru awal , tapi ingat walaupun awal jangan di anggap sepele sedikit saja kamu teledor bisa saja jadi stadium 2 " kata dokter
" baik dok "
" Kalau begitu silahkan saya periksa dulu kondisi anda " kata dokter
Fahmi pun berbaring di Brangkal dokter mulai memeriksa kondisi Fahmi .
__ADS_1
"sudah selesai , saya resep kan beberapa obat nanti di minum rutin saya pikir selama anda rutin meminum nya pasti akan sembuh" kata dokter itu menuliskan resep "
" ini silahkan" katanya memberikan sebuah kertas kecil .
" baik terimakasih dokter" jawabnya sebelum keluar
" semoga lekas sembuh " kata dokter tersenyum tipis.
" Terimakasih dok kalau begitu saya permisi" jawab Fahmi beranjak dari duduknya
" ya silahkan" jawabnya
Fahmi menyimpan kertas kecil didalam tasnya .
ia melihat sari sudah menunggu dengan beberapa cemilan ditangannya.
sari yang melihat nya menghentikan makannya.
" bagaimana hasilnya" tanya sari
" lumayan bagus , ini aku ada resep lagi ayo kita ke apotik setelah itu kita makan siang dulu" kata Fahmi menarik tangan sari .
" kamu harus makan jangan ngemil saja " kata Fahmi .
" gak baik gak kenyang pula " lagi kata Fahmi .
" iya juga sih , ya udah yuk " jawab sari , Fahmi menoleh dan hanya di jawab senyuman olehnya .
sari dan Fahmi bergegas pergi menyebrangi jalan ,
" makan disini saja yuk " kata sari menunjuk warung didepannya.
" boleh ayok " kata sari memegangi tangan sari melenggang masuk ke dalam warung .
" kenapa sih suka banget makan di warung , kenapa gak di cafe yang biasa kamu datangi itu " tanya fahmi
" emang mau kesana " tanya sari
" mau lah " jawab Fahmi .
__ADS_1
keduanya memesan bakso dan es teh biasa .
" ini pesanan nya mas dan mbak nya silahkan" kata ibu pemilik warung itu
" Terimakasih" kedua nya kompak.
sari dan Fahmi segera menyantap makanan itu sampai habis .
" enak ya " kata fahmi
" biasa aja sih " kata sari
" tapi tu mangkok bersih bener " sindir Fahmi sambil tersenyum.
" eh he he he aku lapar banget " kata sari
" eh pacarku lapar rupanya" kata Fahmi mengusap lembut rambut panjang nya .
" oh pacarnya to mas " seru ibu pemilik warung itu
" eh " sari hendak menjawab namun Fahmi dengan cepat mendahului nya .
" iya buk bahkan udah mau nikah " kata Fahmi
sari yang mendengar pun langsung tersedak air yang ia minum .
" kenapa sar" tanya Fahmi ikut kaget juga
" e enggak nggak apa apa kok " jawab sari gugup, Fahmi mendekat membisikkan sesuatu pada telinga sari
" tenang saja setelah aku sembuh kita langsung saja menikah" kata Fahmi dengan senyum manisnya.
sari melihat sejenak wajah manis Fahmi ia tiba tiba bergidik ngeri Sendiri .
tatapan nya kini terlihat tak main main , bahkan seperti sebuah pesan yang harus sari jaga mulai sekarang .
" ayok kita pulang aku capek banget " kata sari keluar dari warung terlebih dahulu .
Fahmi segera membayar makanan yang tadi mereka pesan kemudian menyusul sari di tepi jalan .
__ADS_1
bersambung.