Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sebuah pesan


__ADS_3

antrian panjang Berjam jam mereka menunggu sari pun lapar .


" lama kah aku lapar nih " kata sari


" makanlah dulu di kantin aku akan tunggu disini takutnya nanti namaku dipanggil" kata fahmi.


" kamu gak lapar" tanya sari


" lapar sih tapi ya seperti kataku tadi " kata Fahmi .


" ya sudah tunggu dulu aku gak akan lama" jawab sari langsung beranjak pergi .


Fahmi pun hanya diam melihat punggung sari semakin menjauh dari pandangan.


tak lama kemudian namanya di panggil


" Saputra Fahmi Febrian " terdengar dari dalam


Fahmi pun masuk kedalam ruangan .


" Tn Fahmi " tanya seorang dokter .


" iya saya dok " jawabnya


" ada keluhan selama beberapa bulan ini ?" tanya nya


" pernah kambuh Beberapa kali dok " jawab Fahmi


" pasti lupa minum obatnya nya kan " tanya dokter


" hmm iya dok " jawab Fahmi


" kamu harus rutin meminum obatnya , jika kamu rutin insyaallah pasti akan sembuh mengingat kangker mu baru awal , tapi ingat walaupun awal jangan di anggap sepele sedikit saja kamu teledor bisa saja jadi stadium 2 " kata dokter


" baik dok "


" Kalau begitu silahkan saya periksa dulu kondisi anda " kata dokter


Fahmi pun berbaring di Brangkal dokter mulai memeriksa kondisi Fahmi .

__ADS_1


"sudah selesai , saya resep kan beberapa obat nanti di minum rutin saya pikir selama anda rutin meminum nya pasti akan sembuh" kata dokter itu menuliskan resep "


" ini silahkan" katanya memberikan sebuah kertas kecil .


" baik terimakasih dokter" jawabnya sebelum keluar


" semoga lekas sembuh " kata dokter tersenyum tipis.


" Terimakasih dok kalau begitu saya permisi" jawab Fahmi beranjak dari duduknya


" ya silahkan" jawabnya


Fahmi menyimpan kertas kecil didalam tasnya .


ia melihat sari sudah menunggu dengan beberapa cemilan ditangannya.


sari yang melihat nya menghentikan makannya.


" bagaimana hasilnya" tanya sari


" lumayan bagus , ini aku ada resep lagi ayo kita ke apotik setelah itu kita makan siang dulu" kata Fahmi menarik tangan sari .


" kamu harus makan jangan ngemil saja " kata Fahmi .


" gak baik gak kenyang pula " lagi kata Fahmi .


" iya juga sih , ya udah yuk " jawab sari , Fahmi menoleh dan hanya di jawab senyuman olehnya .


sari dan Fahmi bergegas pergi menyebrangi jalan ,


" makan disini saja yuk " kata sari menunjuk warung didepannya.


" boleh ayok " kata sari memegangi tangan sari melenggang masuk ke dalam warung .


" kenapa sih suka banget makan di warung , kenapa gak di cafe yang biasa kamu datangi itu " tanya fahmi


" emang mau kesana " tanya sari


" mau lah " jawab Fahmi .

__ADS_1


keduanya memesan bakso dan es teh biasa .


" ini pesanan nya mas dan mbak nya silahkan" kata ibu pemilik warung itu


" Terimakasih" kedua nya kompak.


sari dan Fahmi segera menyantap makanan itu sampai habis .


" enak ya " kata fahmi


" biasa aja sih " kata sari


" tapi tu mangkok bersih bener " sindir Fahmi sambil tersenyum.


" eh he he he aku lapar banget " kata sari


" eh pacarku lapar rupanya" kata Fahmi mengusap lembut rambut panjang nya .


" oh pacarnya to mas " seru ibu pemilik warung itu


" eh " sari hendak menjawab namun Fahmi dengan cepat mendahului nya .


" iya buk bahkan udah mau nikah " kata Fahmi


sari yang mendengar pun langsung tersedak air yang ia minum .


" kenapa sar" tanya Fahmi ikut kaget juga


" e enggak nggak apa apa kok " jawab sari gugup, Fahmi mendekat membisikkan sesuatu pada telinga sari


" tenang saja setelah aku sembuh kita langsung saja menikah" kata Fahmi dengan senyum manisnya.


sari melihat sejenak wajah manis Fahmi ia tiba tiba bergidik ngeri Sendiri .


tatapan nya kini terlihat tak main main , bahkan seperti sebuah pesan yang harus sari jaga mulai sekarang .


" ayok kita pulang aku capek banget " kata sari keluar dari warung terlebih dahulu .


Fahmi segera membayar makanan yang tadi mereka pesan kemudian menyusul sari di tepi jalan .

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2